LightReader

Chapter 324 - Gagal Menembus Inti Takdir

Di seberang meja bundar itu.

Dooms mengamati seorang wanita yang menangis. Sepertinya dia memiliki masalah atau ada hal yang membuatnya bersedih.

Sebagai Hero, Dooms tidak tega melihat seorang wanita bersedih. Tapi dia tidak bisa memperlihatkan kepedulian terhadap siapapun.

Itu sama saja dia melanggar hukum realitas. Tidak boleh ada emosi. Jika melanggar, kekutatannya akan melemah drastis.

Itu sudah ketentuannya.

"Kenapa wanita itu tampak sedih?"

Dooms mengatur nafasnya sejenak.

Melihat seseorang sedih membuatnya berfikir. Apakah Hero sepertinya ini bisa merasakan emosi layaknya manusia biasa.

Dooms yang penasaran bertanya pada Konoe.

"Siapa wanita itu? Kenapa dia menangis, sepertinya dia bersedih? Apa dia berasal dari keluarga penting?"

Konoe segera menjawab.

"Olivia Wilson, putri dari Rudy Wilson. Penerus Wilson Family... Saat ini dia memimpin anak perusahaan kecil yang tersisa dari keluarga Wilson."

Dooms merenung sejenak.

Keluarga Wilson. Dulu keluarga itu sangat disegani di kota Nirvana maupun Aksrega United. Kini keluarga Wilson hanya menunggu waktu saja untuk punah.

Namun bukan itu yang membuatnya berfikir.

"Apa aku tidak salah lihat? Darah yang mengalir dari wanita itu sama seperti musuh lamaku. Storm Realms."

Dooms tidak sengaja melihat sedikit kesamaan, setelah dia membaca takdir wanita itu.

Menurut penglihatannya. Wanita itu seperti mengalami kesedihan pasca kehilangan semua aset berharganya.

Seorang pria bersama kedua anaknya pergi meninggalkan wanita itu dengan tawa menggema. Mereka merampas harta dan reputasi yang mereka ambil.

Tapi penglihatannya mendadak terganggu oleh sesuatu.

"Sial, aku tidak bisa membaca takdirnya lebih lama lagi."

Saat dia mencoba menjangkau takdir anak. Putra dari wanita itu, tiba-tiba saja penglihatan takdirnya tidak berfungsi lagi.

Ini diluar dugaannya.

"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa darah Storm bisa memiliki kesamaan dengan wanita itu?"

Dooms bertanya-tanya didalam hati.

Semua itu hanya spekulasinya saja. Mungkin hanya mirip saja. Dooms tidak bisa lagi mengintip takdir dari wanita yang tengah sembab itu.

"Baiklah, apa ini tantanganmu secara terang-terangan? Aku akan memburumu secara langsung, Storm Realms."

Dooms duduk tenang dikursinya.

Dibalik wajahnya yang sebagian tertutup. Dia menyeringai, Dooms tak sabar mengalahkan Storm Realms.

Dia adalah ancaman bagi dunia maupun alam semesta. Jika dibiarkan maka dimensi ruang tidak stabil apabila makhluk mengerikan dari dalam alam bawah sadarnya perlahan bangkit.

More Chapters