LightReader

Chapter 18 - Bab 18 Cahaya Melawan Bayangan

Saat mereka melangkah keluar dari menara, udara di sekitar mereka bergetar dengan energi ley-line yang semakin kuat. Kael, dengan Sunblade bersinar di tangannya, memimpin kelompok itu menuju medan perang yang akan menentukan nasib Eldoria. Bayangan di perkotaan semakin gelap, membentuk seperti jari-jari yang siap mencengkeram kota.

Lyra, dengan mata birunya yang tajam, menganalisis gerakan bayangan, mencari pola dan kelemahan yang bisa mereka eksploitasi. "Mereka bergerak dalam formasi yang teratur," suaranya tetap tenang. "Mereka mencoba mengisolasi kita dari ley-line, memotong sumber energi kita."

Dian, dengan Sistem yang terus menyesuaikan situasi, mengangguk setuju. "Saya mendeteksi anomali dalam pola ley-line di sekitar kita. Mereka menciptakan 'lubang' dalam jaringan energi, membuat kita lebih sulit untuk mengaksesnya."

Maelon, dengan pengetahuan luasnya tentang ley-line, memimpin kelompok itu menuju titik di mana mereka bisa mengaktifkan ritual Penyatu Penyainaran. "Kita harus menyatukan energi kita, menciptakan lingkaran perlindungan yang kuat," katanya, suaranya bergetar dengan semangat. "Dengan demikian, kita bisa menyalakan cahaya dan melindunginya dari bayangan."

Saat mereka mencapai titik itu, Aeralis muncul kembali, sayapnya bergetar dengan energi yang kuat. "Saatnya telah tiba," katanya, terdengar menggema di udara. "Aktifkan ritual, dan biarkan cahaya menyinari Eldoria!"

Dengan gerakan yang terkoordinasi, kelompok itu mengaktifkan ritual, menyatukan energi mereka dalam lingkaran perlindungan yang kuat. Sunblade bersinar lebih terang, memancarkan cahaya yang menyinari kota dan menghasilkan bayangan. Bayangan itu bergetar, seperti hidup, dan mulai menyerang kelompok itu dengan gelombang gelap yang semakin kuat.

Pertarungan itu dimulai, dengan kelompok itu melawan bayangan dalam tarian tak terduga. Kael, dengan Sunblade di tangannya, memimpin serangan, sementara Lyra dan Dian membantu strategi dan analisis mereka. Maelon, dengan pengetahuan luasnya, memastikan bahwa ritual tetap aktif, menyatukan energi ley-line untuk memperkuat cahaya.

Saat pertarungan berlangsung, udara di sekitar mereka bergetar dengan energi yang semakin kuat. Cahaya dan kegelapan bertarung, menciptakan pemandangan yang spektakuler di langit Eldoria. Kelompok itu bertahan, melawan bayangan dengan seluruh kekuatan mereka, sementara Aeralis menyatukan situasi, siap membantu jika diperlukan.

Namun, saat pertarungan semakin sengit, kelompok itu mulai merasakan kelelahan. Bayangan itu terus menyerang, seperti tak pernah habis, dan cahaya mereka mulai melemah. Kael, dengan Sunblade di tangannya, memimpin serangan terakhir, mencoba salah keadaan.

"Dengan ini, kita akan menentukan nasib Eldoria!" katanya, suaranya menggema di udara.

Dengan gerakan terakhir, kelompok itu mengaktifkan ritual Penyembuhan Bumi, menyatukan energi ley-line untuk memperkuat cahaya. Sunblade bersinar lebih terang, memancarkan cahaya yang menyinari kota dan menghasilkan bayangan. Bayangan itu bergetar, seperti hidup, dan mulai mundur, seperti terdesak oleh cahaya.

Kelompok itu bertahan, melawan bayangan dengan seluruh kekuatan mereka, sementara Aeralis menyatukan situasi, siap membantu jika diperlukan. Saat cahaya mereka semakin kuat, bayangan itu mulai menghilang, seperti terdesak oleh kekuatan ley-line.

Akhirnya, dengan cahaya yang menyinari kota, kelompok itu memenangkan pertarungan, menyelamatkan Eldoria dari bayangan. Kael, dengan Sunblade di tangannya, memandang ke langit, melihat cahaya yang menyinari kota.

"Kita telah menyelamatkan Eldoria," katanya, suaranya penuh dengan kelegaan.

Lyra, Dian, dan Maelon mengangguk setuju, sementara Aeralis menyatukan situasi, siap membantu jika diperlukan. Kelompok itu telah menyelamatkan kota, namun mereka tahu bahwa perjuangan belum berakhir. Bayangan itu masih ada, menunggu kesempatan untuk menyerang kembali.

Maka, kelompok itu bersiap, siap menghadapi tantangan yang akan datang, dengan cahaya ley-line yang menyinari jalan mereka.

More Chapters