LightReader

Chapter 42 - Chapter 42

🔥 CHAPTER 42 — "Benteng Es Abadi, Misi Inti Baru, & Langkah Pertama Boneka Kosmik Damien"

(Lanjutan langsung dari akhir Chapter 41 — tanpa pengulangan sedikit pun)

---

❄️ ADEGAN PEMBUKA — KEHILANGAN YANG MEMUNCULKAN API BARU

Hutan yang hancur masih penuh hawa es.

Damien tidak bergerak satu menit pun sejak retakan langit menutup membawa Lyanna pergi.

Rex menepuk pundaknya pelan.

"Bro… kalau mau ngamuk, sekarang waktu yang pas."

Damien menarik napas.

Petir hitam-ungu menyambar udara.

Damien:

"Bukan ngamuk.

Aku hanya… mulai bergerak."

Suara Misterius muncul, lebih serius dari sebelumnya.

> "Jika kau ingin mengejar Dewa Es, inti Es satu biji tidak cukup.

Kau butuh empat inti lagi: Api, Cahaya, Kegelapan, dan Petir kelas tinggi—bukan petir biasa seperti sekarang."

Damien mengangguk tipis.

Damien:

"Baik. Kita mulai dari inti api.

Ada lembah yang berputar arah angin panas 24 jam… Lembah Solarflame, kan?"

Hana kaget.

"Jangan bercanda! Itu wilayah monster level tinggi—bahkan Master Realm pun jarang—"

Damien memanggil petir di tangannya.

Yang menjawab hanyalah DOR kecil, tapi cukup membuat tanah retak.

Damien:

"Aku tidak peduli.

Lyanna butuh aku."

Rex ngangguk cepat.

"Ayo gas."

---

🔥 ADEGAN 1 — MENUJU LEMBAH SOLARFLAME

Perjalanan tiga hari hanya ditempuh dalam satu hari karena Damien mendorong tubuhnya menggunakan petir hitam-ungu.

Sesampainya di depan lembah, hawa panas ekstrem menyerang seperti dinding api.

Rex langsung keringetan kayak dimasak.

"BROOOO GUA JADI AYAM BAKAR—"

Damien menepuk pundaknya.

"Kamu tunggu di luar."

Hana:

"Aku ikut. Aku bisa bantu healing kalau kamu kebakar."

Damien mengangguk…

…lalu tiba-tiba petir gelap muncul di kulitnya seperti lapisan perlindungan.

Suara Misterius:

> "Hati-hati. Inti Api di dalam itu bukan sembarang inti api.

Itu serpihan dari Solar Monarch, raja api kuno.

Ambil, tapi jangan pakai dulu. Itu untuk boneka hidupmu."

Damien:

"Ngerti."

---

🔥 ADEGAN 2 — PERTEMUAN DENGAN ROH API

Di dalam lembah, lava mengalir seperti sungai merah menyala.

Damien melompat di atas batu-batu panas yang meleleh hanya karena terkena hawa auranya.

Hana berteriak dari belakang.

"JANGAN LARI KAYAK MAIN PARKOUR DI DUNIA NERAKA!"

Di tengah, muncul makhluk berbentuk manusia, tubuhnya api biru.

Nama: Solar Wraith

Level: Pulse Awakening Realm (Tingkat atas)

Damien berhenti.

"Ini dia."

Solar Wraith menoleh, matanya penuh cahaya biru seolah melihat keturunan langka.

Solar Wraith:

"Ah… pemilik petir kuno.

Datang menantang?"

Damien:

"Aku cuma butuh inti api-mu."

Solar Wraith terkekeh.

"Kalau begitu… ambil dengan nyawamu."

---

⚡ ADEGAN 3 — BATASAN DAMIEN DIUJI

Solar Wraith menyerang, menciptakan bola api biru raksasa.

Damien menahannya dengan petir lunar-nya—

tapi tanah di bawahnya langsung meledak.

Suara Misterius memperingatkan:

> "INGAT! Kau cuma bisa lawan ranah Pulse Awakening satu tingkat di atasmu!

Jangan sok jago, bocah!!"

Damien menggemeretakkan gigi.

"Ya tahu!"

Damien memusatkan energi lunar.

Bentuk bulan sabit muncul di punggungnya, samar.

Moonline Burst — Step One.

Kecepatannya naik gila-gilaan.

Dalam sekejap ia berada di samping Solar Wraith.

CHAAK—

Petir lunar menghantam sisi tubuh Wraith.

Solar Wraith terhuyung.

Hana bersorak dari jauh:

"ITUU!! LANJUTIN, DAMIEN!"

Solar Wraith membuka dada, menampakkan inti biru dalam perut api.

"Kalau mau… ambil sendiri!"

Damien menembus tubuh Solar Wraith dengan momentum petir dan bulan.

DUAAAAAAR—

Ledakan api biru memenuhi lembah.

Saat asap hilang…

Damien berdiri sambil memegang sebuah inti bulat merah-biru menyala.

Inti Api Solar Monarch — didapat.

---

🧊⚡🔥 ADEGAN 4 — BONEKA KOSMIK: MULAI TERBENTUK

Damien keluar dari lembah.

Rex langsung meloncat ke arahnya.

Rex:

"BROOOO LO HIDUP?? SERIUSS??"

Damien meletakkan dua inti di depannya:

Es Dewa dan Api Solar Monarch.

Suara Misterius muncul, suaranya kini senang bercampur bahaya.

> "Bagus…

Dua inti lagi: Cahaya dan Kegelapan.

Setelah semua lengkap…

Boneka hidupmu akan lahir.

Ia akan jadi pengikut barumu—dan karakter pendukung permanen."

Hana menatap Damien seperti lihat monster yang lagi upgrade.

Damien duduk, mengatur napas.

Suara Misterius menambahkan:

> "Setelah kau dapat keempat inti, aku akan ajarkan Teknik Jiwa yang kusebut dulu."

"Teknik itu yang akan membuka garis darah bulan-mu sedikit… sekitar 0,2%."

Damien memejamkan mata—

dan tiba-tiba…

Ada suara lain muncul dari dalam tubuhnya.

Dalam-dalam sekali.

Berbeda.

Memiliki tekanan ilahi.

Suara itu adalah suara yang menggetarkan langit dan menelan petir.

> "Akhirnya…

anakku mulai bergerak."

Rex tersedak.

"BRO… APA ITU??"

Damien membuka mata perlahan, tatapannya sedikit berubah.

Suara Misterius terdengar gugup untuk pertama kalinya.

> "Itu… bukan aku.

Itu… Kael Arclight."

"Ayahmu… akhirnya bangun dari tidur ilahinya."

Damien terdiam, jantungnya serasa dipenuhi petir tingkat dewa.

Kael Arclight berbicara lagi…

> "Kumpulkan inti itu, Damien.

Aku akan meminjamkan sedikit kekuatanku…

tapi jangan gunakan sembarangan."

Damien tersenyum tipis dan berdiri.

Damien:

"Baik.

Berikutnya… inti cahaya."

---

🔥❄️⚡ END OF CHAPTER 42

More Chapters