---
🔥 CHAPTER 44 — "Gerbang Abyssal, Inti Kegelapan, & Kelahiran Boneka Hidup Zura"
(Lanjutan langsung dari akhir Chapter 43 — tanpa ulang satu pun)
---
🌑 ADEGAN PEMBUKA — MISPERSEPSI ORGANISASI KELAM
Dua sosok berjubah hitam mendarat di puncak pohon raksasa, aura mereka seperti kabut beracun.
Orang 1:
"Target Damien Valtreos… masih bersama gadis itu, kan?"
Orang 2 menatap fokus ke arah Damien yang berjalan menjauh.
"Ya. Informasi terakhir jelas."
"Lyanna Frostveil tidak akan ia tinggalkan."
Mereka tersenyum samar.
Orang 2:
"Kalau kita tangkap gadis itu… ayahnya akan keluar."
"Dan saat dia keluar… organisasi bisa mengeksekusi rencana utama."
Mereka menghilang ke kegelapan.
Padahal kenyataannya… Lyanna sudah berpisah dengan Damien sejak hari pertama.
Mereka sedang memburu orang yang tidak ada di sana.
---
🌑🔥 ADEGAN 1 — GERBANG ABYSSAL MUNCUL
Rex menunjuk ke depan.
"Bro… itu… kelihatan kayak mulut iblis mau makan dunia."
Hana menggenggam pedangnya erat.
"Ini bahkan bukan kegelapan biasa… ini… abyss."
Di depan mereka terbentang sebuah gerbang besar terbuat dari bayangan, seperti dua sayap gelap yang menganga.
Damien:
"Di sini tempatnya."
Suara Misterius muncul, kali ini serius.
> "Abyssal Gate… pintu menuju inti kegelapan."
"Tempat ini tidak menerima cahaya, tidak menerima harapan, dan tidak menerima kemanusiaan."
"Kalau kau masuk… jangan biarkan pikiranmu kosong."
"Abyss akan mencoba memakannya."
Rex langsung menutup kepalanya dengan tangan.
"Oh thanks, suara misterius… gua jadi tambah takut!"
Damien:
"Kalian tunggu di luar."
Hana langsung menolak.
"Tidak. Kalau kau mati di dalam, siapa yang mau nyeret mayatmu keluar?"
Rex:
"Gw juga ikut! …walaupun gw takut banget sebenernya."
Damien mengangguk, lalu berjalan masuk.
---
🌑 ADEGAN 2 — UJIAN ABYSS & INTI KEGELAPAN
Begitu mereka melintasi gerbang, dunia berubah total.
Tidak ada tanah.
Tidak ada langit.
Tidak ada suara.
Hanya… ruang hitam yang berdenyut, seolah makhluk besar sedang bernapas.
Ketika Damien melangkah, bayangan merayap di kakinya, mencoba menelan auranya.
Damien: "…lelaki."
Ia mengeluarkan campuran petir lunar dan api beku dari tangannya.
Kegelapan itu mengerut, seperti makhluk yang kesakitan.
Suara Misterius terdengar:
> "Jangan lawan kegelapan."
"Kendalikan."
"Biarkan ia datang… tapi pastikan ia tidak memakanmu."
Damien menarik napas, membiarkan kegelapan menyentuh kulitnya.
SRAAK— tubuhnya ditarik oleh bayangan!
Rex: "BROOOO—!"
Hana: "Damien!!"
Dalam tarikan itu, Damien jatuh ke ruang kosong lain…
…dan di sana, bola hitam sebesar kepala manusia melayang pelan, berdenyut seperti jantung.
Abyssal Core — Inti Kegelapan.
Damien mendekati pelan.
Bayangan lain muncul—membentuk sosok mirip dirinya, namun matanya merah darah, auranya iblis.
Bayangan Damien:
"Aku… adalah dirimu yang ditinggalkan."
"Jika kau ingin inti ini, kalahkan dirimu sendiri."
Damien menarik pedangnya, wajahnya tetap datar.
Damien:
"Kau bukan aku."
"Karena aku tidak lemah."
Pertarungan terjadi sekejap.
Bayangan Damien menyerang cepat, namun Damien menahan semua serangan dengan satu tangan, satu ayunan, satu tebasan—
TRAAAKK!!!
Bayangan itu hancur jadi abu hitam.
Inti kegelapan perlahan turun ke tangan Damien.
Suara Misterius berbicara:
> "Bagus… ini yang terakhir."
"Kita bisa mulai membuatnya."
---
⚙️ ADEGAN 3 — TEKNIK BONEKA HIDUP: AWAL ZURA
Di luar Abyssal Gate, Damien duduk bersila.
Rex dan Hana menjaga sekitar.
Damien mengeluarkan semua inti yang sudah ia dapat:
Inti Petir Lunar
Inti Es Beku
Inti Api Vermillion
Inti Cahaya Luminara
Inti Kegelapan Abyssal
Kelima inti itu berputar mengelilingi Damien seperti planet mini.
Suara Misterius terdengar jelas:
> "Dengarkan baik-baik."
"Teknik ini bernama Aether Marionette — Primordial Puppet Creation."
"Boneka hidup tanpa jiwa… namun bisa belajar, berkembang, berevolusi, dan berpikir."
"Jika kau gagal, semua inti akan hancur."
"Kalau berhasil… kau akan menciptakan makhluk pertama yang pernah diciptakan ayahmu."
Damien menutup mata.
Kelima inti itu mulai bercahaya.
Petir mengalir.
Es membeku.
Api meledak.
Cahaya menyelimuti.
Kegelapan memadat.
Semua energi bersatu di titik tengah—
BOOOMMM!!!
Ledakan putih-hitam menyelimuti seluruh area.
Rex sampai mental ke belakang.
"ANJIR BRO ITU INTI APA BOM ATOM?!"
Hana menutup wajah dari angin ledakan.
Dari tengah cahaya…
perlahan muncul sebuah sosok kecil, setinggi pinggang Damien.
Tubuhnya seperti gabungan elemen:
Rambut dari api biru dan petir
Tubuh hitam-putih dengan garis es
Mata emas-biru
Aura kegelapan dan cahaya sekaligus
Ia membuka matanya pelan.
Lalu… tersenyum kecil.
"…Master."
Damien berdiri, menatap ciptaannya.
"Namamu…"
Ia mengulurkan tangan dan menyentuh kepalanya.
"…Zura."
Zura menunduk pelan.
"Aku mengerti, Master Damien."
Suara Misterius bergetar kecil.
> "…kau berhasil."
"Boneka hidup tingkat primordial… akhirnya lahir lagi."
---
🩸 ADEGAN PENUTUP — ORGANISASI MEMPERCEPAT PERBURUAN
Di tempat jauh, markas organisasi gelap.
Sosok bertopeng menerima laporan dari dua pemburu bayangan.
"Target Damien masih bersama Lyanna… mereka bergerak cepat."
Pemimpin organisasi menepuk kursi singgasananya.
"Maka percepat semuanya."
"Kita tangkap gadis itu."
"Kita paksa ayahnya keluar…"
Mata pemimpin itu bersinar merah.
"…dan kita bunuh dia untuk menyelesaikan dendam masa lalu."
---
🔥❄️⚡✨🌑
END OF CHAPTER 44
