LightReader

Chapter 50 - Chapter 50

──────────────────────────────

🌑🔥 CHAPTER 50 — "Ruang Rahasia Kaisar & Kebenaran Darah Bulan"

──────────────────────────────

⭐ ADEGAN PEMBUKA — KORIDOR TERLARANG ISTANA STARFALL CREST

Setelah pernyataan mengejutkan Kaisar, Damien tetap tenang, meski dalam hatinya mulai curiga.

Zephyrion: "Damien. Ikut aku. Ada tempat yang hanya boleh dimasuki seorang… pewaris."

Damien: "Pewaris apa sebenarnya yang Anda maksud?"

Zephyrion hanya tersenyum.

"Setelah kau melihatnya, kau akan mengerti."

Rex ingin ikut tapi langsung ditahan 10 penjaga istana.

Rex: "BROOO JANGAN TINGGALIN GUA, GUA TAKUT KAU DIPAKAI RITUAL—!!"

Hana: "Shut up Rex! Kalau Damien dipakai ritual, paling kau jadi tumbal!"

Rex: "…ya juga."

Damien hanya menghela napas kecil dan berjalan ke dalam koridor gelap mengikuti Kaisar.

──────────────────────────────

⭐ ADEGAN 1 — RUANGAN BINTANG TERLARANG

Pintu hitam raksasa terbuka.

BOOOOM—

Ruangan itu seperti dimensi lain: • dinding penuh rune bintang

• lantai melayang seperti pecahan galaksi

• cahaya bulan yang tidak berasal dari mana pun

Damien merasakan sesuatu bergetar dalam darahnya.

Zephyrion berhenti.

"Damien… berdirilah di tengah lingkaran itu."

Damien melangkah. Ketika kakinya menyentuh pusat lingkaran—

WUUUUNG—

Simbol bulan sabit muncul dari tubuhnya. Zephyrion terkejut.

"…Simbol itu… bukan milik garis Primordial Biasa."

Damien: "Aku juga tidak tahu."

Zephyrion mengusap dagunya pelan.

"Aku punya teori… tapi biar garis darahmu sendiri yang mengungkapkan."

Ia menepuk udara.

LINGKARAN BINTANG menyala.

Bulan perak turun dari langit ruangan.

Cahaya itu menyelimuti Damien—

BOOOOM!!

Semua rune bintang memantul mundur seolah takut.

Zephyrion tercengang. "…jadi benar… ini bukan garis darah Primordial biasa…"

Bulan perak membentuk siluet di belakang Damien— sebuah bayangan seorang dewi dengan tanduk bulan.

Damien memicingkan mata. "Apa ini…"

Zephyrion berbicara pelan.

"Itu… adalah roh Lunar Primordial. Sesuatu yang seharusnya punah."

Damien: "Aku… pewarisnya?"

Zephyrion menggeleng.

"Kau… lebih dari pewaris. Kau adalah wadah terakhir dari darah Lunar Hybrid— gabungan antara Lunar Primordial dan… sesuatu yang tidak bisa aku identifikasi."

Damien menegang.

('Lunar… Hybrid?')

Cahaya bulan memudar. Damien kembali normal.

Zephyrion: "Kekuatanmu… belum lengkap. Kau hanya membuka 2% dari garis darahmu."

Damien: "Apa yang harus kulakukan untuk membuka sisanya?"

Zephyrion menatapnya serius.

"Kau harus menemukan—

Fragmen Lunar Kedua: Moonshadow Remnant.

Hanya itu yang bisa membangunkan kekuatanmu sepenuhnya."

Damien mengangguk tipis. "…baik."

Namun dalam hatinya— ('Fragmen itu… pasti berhubungan dengan organisasi yang mengincar Lyanna.')

──────────────────────────────

⭐ ADEGAN 2 — SUARA MISTERIUS MENYAPA

Saat Zephyrion sibuk membaca rune, Damien mendengar suara lembut namun tegas muncul di kepalanya.

Suara Misterius:

"Kau akhirnya tahu setengah dari kebenaran."

Damien melirik. ('Kau muncul lagi.')

Suara:

"Dengarkan… aku akan menjelaskan warisan Primordial-mu sebelum semuanya terlambat."

Damien terdiam. Aura bulan samar naik.

Suara misterius mulai menjelaskan:

"Warisan dalam tubuhmu bukan sekadar Lunar Primordial. Kau memiliki dua garis:

1. Darah Lunar Primordial — milik makhluk bulan kuno yang punah.

2. Darah Shadow Primordial — garis keturunan yang bahkan dewa takut menyebut namanya."

Damien: "…Shadow Primordial?"

Suara: "Ya. Garis itu tersegel. Kau belum mampu menahannya."

"Jika kau membuka semuanya sekarang, tubuhmu meledak."

Damien hanya menarik napas. ('Bagus… batasannya jelas.')

Suara: "Warisan Primordial yang kau miliki memberikanmu 3 kemampuan inti:

1. Lunar Sense — dapat mendeteksi bahaya dalam radius luas.

2. Hybrid Resonance — memulihkan energi lebih cepat jika bulan dan bayangan bergabung.

3. Phase Step — teknik teleportasi pendek, tapi butuh Fragmen Lunar Kedua untuk diaktifkan."

Damien tersenyum tipis—dingin, tapi puas.

('Akhirnya sedikit jelas…')

Suara: "Dan ingat… batasanmu tetap sama.

Kau hanya dapat melawan satu tingkat di atas Pulse Awakening Realm.

Lebih dari itu, kau MATI."

Damien mengangguk.

('Baik.')

Suara misterius memudar:

"Kau harus melindungi gadis itu… Lyanna.

Dia kunci membuka segel darah Shadow-mu."

Damien mengepalkan tangan.

('Jadi… mereka mengincar Lyanna karena itu.')

──────────────────────────────

⭐ ADEGAN 3 — LYANNA SEMAKIN DEKAT

Di luar kota Starfall Crest…

Lyanna berjalan cepat bersama penjaga.

Lyanna: "Aku harus menemukan Damien… sekarang."

Namun dari kejauhan… 3 sosok berjubah hitam memantau dari pepohonan.

Assassin 1: "Target ditemukan."

Assassin 2: "Tangkap. Jangan biarkan dia memasuki kota."

Assassin 3: "Kita gunakan rencana bayangan."

Mereka melompat ke arah Lyanna.

Lyanna berhenti. Mata birunya berubah sedikit gelap.

"…Damien… tolong aku."

Bisikan kecil keluar tanpa sadar.

Angin bulan berputar lembut di sekelilingnya— seolah ada yang mendengar dari jauh.

──────────────────────────────

⭐ ADEGAN PENUTUP — DAMIEN MEMBUKA MATA

Di ruang terlarang…

Damien tiba-tiba membuka mata—pupilnya berubah menjadi bulan sabit.

Zephyrion terkejut. "Damien?!"

Damien berbisik dingin:

"…Lyanna dalam bahaya."

Ruangan bergetar.

Tanah retak.

Aura lunar Damien pecah mengisi ruangan.

Zephyrion memicingkan mata. "Bergeraklah. Aku tidak akan menghalangimu."

Damien melangkah maju. Angin bulan muncul seperti badai.

"Rex, Hana, Zura," katanya pelan dari kejauhan lewat telepati lunar.

"Jaga jarak.

Aku akan mengambil seseorang."

Dan Damien menghilang—

seperti bayangan bulan yang melesat.

──────────────────────────────

🔥 END CHAPTER 50

──────────────────────────────

More Chapters