LightReader

Chapter 55 - Chapter 55

──────────────────────────────

🌑🔥 CHAPTER 55 — "Malam Pembantaian & Lahirnya Musuh Baru"

──────────────────────────────

Aula utama Klan Valtreos masih berguncang akibat tamparan Damien yang menghempaskan kepala klan ke enam pilar.

Debu turun perlahan, menyelimuti lantai seperti abu pemakaman.

Damien berjalan maju.

Setiap langkahnya menimbulkan retakan seperti bumi takut disentuh oleh kakinya.

Zura berdiri tepat di sampingnya, pedang sabit perak gelapnya siap terhunus.

Rex dan Hana berdiri di belakang, keduanya gemetar tapi mencoba tampak berani.

"Damien…" bisik Rex.

"Apa kita beneran… bakal ngelawan semua orang di sini?"

Damien tak menoleh.

> "Kalau mereka menghalangi jalan kita, mereka mati."

Hana: "...itu jawabannya lebih cepat dari yang aku harapkan."

Tiba-tiba—

BOOOM—!!

Seluruh tetua Klan Valtreos keluar dari balai dalam.

Ada sekitar 12 tetua Essence Flow Realm tingkat 3–8, aura mereka menggetarkan udara.

Salah satu tetua berteriak:

"Kau… bukan Damien! Mana mungkin anak sampah itu bisa mencapai Essence Flow Realm! Apalagi tingkat 10!"

Damien menyeringai tipis.

> "Dunia berkembang…

sayang sekali kalian tidak."

Ia menghilang.

SWOOSH—!!!

Dalam sepersekian detik, Damien muncul di tengah para tetua.

Pedangnya bergerak seperti bayangan bulan.

CRASH! BOOM! BLAARGH!

Satu tetua mengalami dada remuk.

Yang lain kepalanya terbelah dua.

Ada yang terpental ke tembok hingga menembus tiga dinding.

Zura tersenyum puas melihat adegan brutal itu.

"Master membantai mereka seperti sayur…"

Rex memandangi dengan wajah kosong.

"Sayur? Itu tadi kayak potong kepala kambing di pasar gelap…"

Hana: "Serius, kamu dua ini bukan manusia…"

Tetua tersisa berlutut ketakutan.

"A-ampun… kami hanya mengikuti perintah kepala klan!"

Damien mendekat, mata hitam-peraknya memantulkan bulan sabit ungu.

> "Aku tahu."

"Tapi itu tidak mengubah apa pun."

Slash.

Kepala tetua itu terjatuh tanpa suara.

──────────────────────────────

🔥 Kepala Klan Bangkit Lagi — Mengaktifkan Teknik Kuno

──────────────────────────────

Runtuhan dinding di belakang meledak.

Kepala Klan Valtreos bangkit sambil terbatuk darah, tubuhnya masih bergetar setelah tamparan Damien.

"A… anak keparat… kau pikir bisa menghancurkan Klan Valtreos begitu saja?!"

Ia mengaktifkan Bloodline Awakening: Crimson Titan Form.

Tubuhnya membesar dua kali lipat, ototnya memuncak, urat-uratnya memerah seperti darah mendidih.

Rex mundur beberapa langkah.

"Oke… itu terlihat berbahaya…"

Hana: "Gimana kalau kita… balik pulang aja?"

Damien menatap monster besar itu tanpa emosi.

> "Aku harap kau kuat."

"Karena serangan balasanmu akan menjadi yang terakhir."

Kepala klan berlari.

Langkahnya seperti gempa.

Damien tidak bergerak.

Satu pukulan besar diarahkan ke wajahnya.

BOOOOM—!!

Tanah pecah. Debu naik seperti badai.

Rex dan Hana menutup wajah.

"Damien!!!"

Namun ketika debu hilang…

Damien masih berdiri di tempat yang sama.

Ia memegang tinju raksasa kepala klan dengan dua jari.

Hana: "…..dua jari???"

Rex: "…yang bener aja???"

Damien menatap lawannya seperti melihat sampah.

> "Teknikmu… lambat."

Dalam sekejap—

DUAAARR—!!!

Damien memukul perut kepala klan hingga tubuh besar itu melengkung dan terpental ke udara seperti boneka.

Damien melompat…

Dan menancapkan pedangnya dari atas, membelah tubuh Crimson Titan Form itu menjadi dua.

Darah merah gelap jatuh seperti hujan.

Damien berdiri, basah oleh percikan darah.

> "Selesai."

Zura: "Indah… sungguh indah, master."

Rex: "Kita butuh konselor…"

Hana: "Aku butuh liburan."

──────────────────────────────

🌑🔥 Pemusnahan Klan Valtreos Resmi Dimulai

──────────────────────────────

Damien menancapkan pedangnya ke tanah.

Energi lunar-cosmic menyebar seperti gelombang.

Seluruh bangunan klan retak.

Langit di atas mereka berubah ungu.

> "Klan Valtreos…"

"Tidak pernah layak ada."

BOOOOOOM—!!!

Dalam satu serangan besar, area klan beberapa kilometer runtuh, menjadi kawah.

Damien mengusap darah di pipinya.

> "Sudah selesai."

Zura: "Apa langkah selanjutnya, Master?"

Damien menatap ke utara.

> "Kita menyelamatkan Lyanna."

Suara Dewa Tertinggi bergema di kepalanya.

> "Dan setelah itu… kau akan menuju dunia berikutnya, Damien. Kau butuh kekuatan lebih besar."

Kael Arclight juga berbicara lembut.

> "Ingat… balas dendam hanyalah awal. Perjalananmu masih panjang."

Damien mengangguk.

> "Aku siap."

──────────────────────────────

🌑🔥 Sementara Itu, Jauh di Hutan Nethergloom… Villain Baru Muncul

──────────────────────────────

Di hutan hitam yang dipenuhi kabut ungu, seekor monster humanoid muda berdiri di atas batu.

Tubuhnya ramping, mata emas-pupus seperti makhluk surgawi yang jatuh ke dunia bawah.

Tanduk kecil hitam melengkung di kepalanya.

Aura Essence Flow Realm tingkat 9 memancar liar.

Namanya…

RAVIEL — Beastborn Prodigy.

Ia membuka matanya perlahan.

"Aku mendengar… ada manusia muda yang membantai satu klan sendirian."

Tawa kecil keluar dari bibirnya.

"Heh… menarik."

Ia mencengkeram batu di bawahnya.

Batu itu meledak menjadi debu.

"Aku ingin bertemu dengannya…"

Raviel menjilat bibirnya, senyum predator muncul.

"Damien Valtreos… mari bermain."

──────────────────────────────

🌑🔥 PENUTUP CHAPTER 55

──────────────────────────────

Damien memandang kawah tempat klannya dulu berdiri.

Zura, Rex, dan Hana berdiri di belakangnya.

Suara Dewa Tertinggi kembali berbisik:

> "Perjalananmu baru dimulai, puncak kultivasi adalah takdirmu."

Damien menutup mata.

> "Dan aku akan mencapainya."

Ia melangkah pergi…

Menuju petualangan besar berikutnya.

──────────────────────────────

CHAPTER 55

More Chapters