LightReader

Chapter 60 - Chapter 60

──────────────────────────

🔥 CHAPTER 60 — "Ibu Pemburu, Kakak Es yang Angkuh, dan Lompatan Damien Menuju Core Formation 2"

──────────────────────────

Suasana sore di lembah menjadi tenang setelah Damien membawa Lyanna yang setengah pingsan.

Namun, ketenangan itu hanya bertahan 15 detik.

Karena tiba-tiba—

ZRAAAASSHH!!

Sebuah garis cahaya biru membelah langit, turun secepat meteor.

Hana teriak, "IT—ITU ORANG?!"

Rex sudah pasang posisi melarikan diri.

Zura mengencangkan pedangnya.

Damien menatap santai.

> "Bukan orang… itu masalah."

Sosok wanita berambut putih perak, gaun biru aristokrat, turun dengan aura membekukan tanah.

Matanya tajam seperti ratu.

Eris Valenia — Duchess Frostveil

Ibu Lyanna.

Wanita yang dikenal sebagai Pemburu Es yang Tak Pernah Gagal.

Ia menghilang—

dan muncul di belakang Damien dalam satu langkah.

"Kembalikan putriku."

Suaranya lembut, tapi membekukan darah.

Damien tak bergerak.

Ia hanya mengangkat Lyanna lebih stabil di pelukannya.

> "Kalau mau mengambilnya, jawab dulu.

Kenapa kau biarkan suamimu hampir membunuhnya?"

Tatapan Eris berubah sedikit terkejut.

Hanya sedikit.

Rex bisik ke Hana:

"Dia ngomel ke ibunya LYANNA…? Dia gila."

Hana:

"Dia bodoh sekali… atau terlalu keren…"

Lyanna membuka mata lemah.

"Ibu… jangan salahkan Damien… Ayah melatihku…"

Eris mendekat, aura membekukan udara.

"Latihan atau tidak, anakku pulang dalam kondisi seperti akan mati."

Ia memegang wajah Lyanna.

Sentuhannya lembut, namun dingin.

"Putriku… apa kau memaksa dirimu karena bocah ini?"

Lyanna memerah.

"Aku… ingin kuat. Untuk berjalan di sampingnya."

Rex teriak: "DAMN, KALIAN NIAT BIKIN AKU JOMBLO SUMPAH!"

Hana menendang lututnya.

"Diam."

──────────────────────────

🔥 Kemunculan Arcelian Frostveil

──────────────────────────

DUUUM!!!

Suara berat turun dari langit.

Seorang pemuda gagah, berambut perak panjang, memakai baju zirah ringan es.

Arcelian Frostveil — Kakak tertua Lyanna

Star Ascension Realm 2

Dingin. Elegan. Angkuh.

Ia menatap Damien seakan melihat serangga.

"Jadi kau Damien Valtreos."

Alisnya terangkat.

"Kau membuat adikku hampir mati untuk mengejar kekuatanmu."

Damien mengerling.

"Kalau aku mau membahayakan Lyanna… kau pikir dia masih hidup?"

Arcelian memijit pedangnya.

Udara retak.

Matanya berubah membeku.

"Lancang."

Damien menatap balik tanpa takut.

> "Kau menakut-nakuti orang yang salah."

Zura hendak maju, tapi Damien mengangkat tangan menyuruhnya mundur.

Kael Arclight tertawa di dalam kepala Damien.

> Kael: "HEI, BOY. Dia level Star Ascension, kau mau mati?"

Suara Misterius: "Diam, Kael. Anak ini butuh pengalaman menatap predator."

Damien memijam mata… lalu membuka.

Aura Core Formation Realm 1-nya naik seperti aliran air biru.

FWOOM.

Damien berbisik:

> "Kalau kau kakaknya… jaga dia lebih baik."

Arcelian tentu saja tersinggung.

"Beraninya—"

Namun Eris Valenia mengangkat tangan.

"Cukup, Arcelian. Kita datang untuk menjemput Lyanna, bukan berkelahi dengan bocah."

Arcelian mengembus napas dingin.

"Hmph."

Lyanna menatap Damien dengan kecemasan.

Damien tersenyum tipis pada Lyanna.

> "Dua minggu lagi ada Warisan Dewa Tinju.

Kalau kau mau ikut… jangan mati sebelum itu."

Lyanna tersenyum lemah namun bahagia.

"Aku tidak akan mati… aku berjanji."

Eris mendekat Damien.

"Meskipun aku keberatan…

anak ini memandangmu seperti matahari."

Damien:

"Aku bukan matahari. Aku hanya jalan yang dia pilih."

Eris tersenyum tipis.

"Dan itu membuat semuanya lebih rumit."

Dalam cahaya es, Eris mengangkat Lyanna dan melesat pergi.

Arcelian mengikuti dari belakang, masih menatap Damien seperti ingin bertarung.

Dalam satu kedipan, mereka menghilang.

──────────────────────────

🔥 Setelah Mereka Pergi — Damien Naik Ranah

──────────────────────────

Begitu aura mereka hilang, Damien duduk di tanah.

Rex: "Lu baru ngelawan CALAMITY calon masa depan. Kau gila."

Hana:

"Dia memang gila sejak lahir."

Zura:

"Master… aura Anda berubah."

Damien menutup mata.

Di dalam tubuhnya, inti energi berputar cepat seperti badai tersedot.

WUUUUM—

Sebuah cahaya biru naik dari tubuh Damien.

Kael Arclight:

"HOH! Kau naik karena tekanan dari ibunya Lyanna dan si kakak sombong itu!"

Suara Misterius:

"Begitulah kultivasi. Tekanan menghasilkan lompatan."

[Damien Valtreos telah menembus:]

🔥 Core Formation Realm — Level 2

Damien membuka mata perlahan.

> "Bagus. Kita punya dua minggu."

"Dua minggu sebelum Warisan Dewa Tinju…"

"Dan dua minggu sebelum aku hancurkan Raviel."

Rex menatap Damien dengan ngeri.

"…Kenapa terdengar seperti akhir dunia setiap kali kau bicara?"

Damien berdiri, matanya dingin.

> "Karena memang begitu."

──────────────────────────

🔥 END CHAPTER 60

──────────────────────────

More Chapters