LightReader

Chapter 63 - Chapter 63

──────────────────────────

🔥 CHAPTER 63 — "Tiga Assassin, Darah Frostveil, & Rex–Hana Nyaris Jadian (Tapi Tidak Jadi)"

──────────────────────────

Angin lembah berputar liar ketika tiga sosok berjubah hitam mendekat.

Damien berdiri di depan Lyanna, aura Core Formation 2-nya menyala seperti badai biru.

Rex gemetar.

Hana bersiap mengambil posisi.

Zura maju setengah langkah untuk melindungi Damien.

Lyanna menatap tajam, tangan gemetar… bukan karena takut, tapi karena marah.

──────────────────────────

🔥 Tiga Assassin Bergerak

──────────────────────────

Sosok tengah menyeringai.

"Kami hanya ingin gadis Frostveil. Bocah laki-laki itu boleh mati duluan."

Damien menggerakkan lehernya sedikit.

> "Silakan coba."

Assassin kiri langsung menghilang.

SHH!!

Dalam sedetik sudah di belakang Damien—

Namun Damien sudah mengangkat tangan.

BAM!!

Pukulan tepat ke rahang assassin itu, menghempaskannya ke udara sampai menabrak batu besar.

Rex teriak: "ANJIR, KO CEPAT BANGET! AKU BELUM NGEDIP!"

Hana menendang kakinya.

"Kau ngedip 5 kali barusan, bodoh!"

──────────────────────────

🔥 Assassin Kedua — Teknik Bayangan Gelap

──────────────────────────

Assassin kedua mencabut dua belati hitam, bergerak zig-zag seperti bayangan.

Damien memicingkan mata.

…cepat, tapi bukan ancaman.

Assassin itu menusuk dari tiga arah ilusi.

Damien menapak tanah, energi biru mengalir ke lengan.

> "Wave Burst Fist."

BAAAM!!

Gelombang tinju Damien membuat seluruh area bergetar.

Assassin itu terpental tiga meter, menabrak pohon, dan tak bisa bangun.

Rex angkat tangan. "SAYA RESMI MENJADI FANS UTAMA DAMIEN."

Hana: "Diam, Rex. Kau ganggu momen kerennya."

Rex: "YA TAPI DIA KEREN BANGET! AKU MAU DIPUKUL DIA SEBENTAR BUAT SENIORITY—"

Hana menampar kepalanya.

"Jangan jadi bodoh!"

──────────────────────────

🔥 Assassin Ketiga — Target: Lyanna Frostveil

──────────────────────────

Assassin terakhir tiba-tiba menghilang dari fokus Damien.

Zura berteriak, "Master! Dia menuju—"

Lyanna.

Assassin muncul tepat di belakang Lyanna, belati hitam mengarah ke lehernya.

"Kau tak akan sempat dilindungi—"

Lyanna menarik napas.

> "Jangan sentuh aku…"

Seketika aura dingin meledak.

KRAAAK!

Tanah membeku dalam radius lima meter.

Bahkan assassin itu berhenti bergerak, kakinya terperangkap es.

Damien terkejut sesaat.

> Kutukan darah Frostveil… aktif? Tapi kenapa sekarang?

Lyanna mengangkat tangan.

Di matanya, muncul simbol kecil berbentuk es retak.

> "Aku tidak lemah lagi."

WHAAAM!!

Lyanna menampar muka assassin itu dengan es.

Laki-laki itu terbang lima meter dan pingsan.

Rex:

"BROOOO!! ITU MUKA, BUKAN PUNCHING BAG!!"

Hana memandang Lyanna kagum.

"Dia… mengamuk demi Damien? Lucu banget…"

Damien mendekat, menatap tangan Lyanna.

> "Kau membangkitkan kekuatan darahmu… tapi efeknya berbahaya untuk tubuhmu."

Lyanna tersenyum manis.

"Aku akan baik-baik saja selama bisa tetap di sampingmu."

Damien sempat melirik… lalu mengalihkan tatapan cepat-cepat.

> "…Bodoh."

Lyanna makin merah.

──────────────────────────

🔥 SETELAH PERTARUNGAN — Komedi & Romance Rex–Hana

──────────────────────────

Rex duduk di tanah sambil mengikat kaki yang lecet.

Hana menghampiri sambil bawa air.

"Ini. Buat luka kamu."

Rex tersenyum kecil, agak malu.

"Eh… makasih ya…"

Hana bantu mengoles ramuan ke kaki Rex.

Rex memandangi wajah Hana lama.

"Kau… sebenarnya cantik juga ya kalau ga marah."

Hana berhenti.

Menatap Rex.

"…oh?"

Rex tambah gugup.

"A-aku maksudnya—eh—bukan cantik doang, tapi—"

Hana memiringkan kepala, mendekat sedikit.

"Aku apa?"

Rex gulp.

"A-a-aku…"

Damien lewat di belakang mereka.

> "Hana, jangan terlalu dekat. Rex mudah salah paham."

Rex langsung meledak: "BRO, PLIS! AKU LAGI DEKET MOMENT BAGUS—!!"

Hana menyenggol bahunya sambil tertawa.

"Salah paham? Aku cuma nolong kok."

Rex terjatuh mental.

> "Ini dia… friendzone realm tingkat maksimum…"

──────────────────────────

🔥 Setelahnya — Pemburuan Rising Frostveil

──────────────────────────

Damien mengambil jubah hitam salah satu assassin.

"Organisasi ini makin agresif…

Mereka tak akan berhenti sampai Lyanna ditangkap."

Lyanna menggenggam tangan Damien.

> "Kau tidak akan membiarkan mereka, kan?"

Damien menatap balik.

> "Selama aku hidup… kau tidak akan jatuh ke tangan mereka."

Rex:

"PLIS, STOP MOMEN ROMANCENYA, AKU MASIH SINGLE."

Hana:

"SALAHMU SENDIRI."

Rex: "KENAPA?!"

Hana: "Mukamu mau ditinj—"

Damien: "Latihan lanjut."

Rex: "OH COME ON!"

──────────────────────────

🔥 TIME SKIP — 2 Minggu Berlalu

──────────────────────────

2 minggu latihan brutal Damien membuat:

✔ Zura naik stabil

✔ Hana lebih sinkron dengan pedangnya

✔ Lyanna pulih total & menguasai sedikit darah Frostveil

✔ Rex… sedikit lebih kuat (tapi tetap drama)

Dan Damien…

> Core Formation Realm – Level 3

Kini mereka berdiri di depan arena raksasa berbentuk cincin, dipenuhi patung dewa tinju kuno.

Kerumunan besar memenuhi sekeliling.

Rex menelan ludah.

"Hari ini… kompetisi Warisan Dewa Tinju dimulai…"

Damien menatap lurus ke arena.

> "Ayo kita hancurkan semuanya."

──────────────────────────

🔥 END CHAPTER 63

─────────────────────────

More Chapters