---
š„ CHAPTER 77
"Pelarian Dari Frostmourn, Pelukan Lyanna, & RexāHana Super Romantic Tapi Tetap Konyol"
---
āļø ADEGAN PEMBUKA ā Hutan Beku Jauh Dari Frostmourn
Damien berlari cepat sambil menggendong Lyanna di punggungnya.
Nafas Lyanna hangat di leher Damien, membuat bulu kuduk Damien sedikit naik.
Zura membersihkan jalan dengan dark aura,
sementara Rex & Hana di belakang menjaga ekor.
Rex ngoceh sambil ngos-ngosan:
Rex:
"AKU⦠TIDAK⦠DIBUAT⦠UNTUK MARATHON⦠DI SUHU MINUS 30!!!"
Hana:
"Hentikan drama. Kau kuat kok."
Hana menggenggam tangan Rex.
Rex langsung berhenti ngomel dan malah tersenyum tolol.
Zura:
"ā¦Manusia jatuh cinta memang bodoh."
Rex:
"Zura, aku mencintaimu juga kalau kau mau."
Zura:
"Diam."
---
š ADEGAN 1 ā DAMIEN Ć LYANNA (Romansa Halus)
Lyanna sedikit mengangkat wajahnya dari punggung Damien.
Lyanna:
"ā¦Damien, kau datang sangat cepat."
Damien menatap lurus ke depan, suaranya datar namun lembut.
Damien:
"Kau pikir aku membiarkanmu disiksa lebih lama?
Jangan bercanda."
Lyanna tersenyum kecil.
Ia memeluk Damien lebih erat dari belakang, tubuhnya gemetar kelelahan.
Lyanna:
"Hangatā¦"
Damien terdiam sedikit, lalu:
Damien:
"ā¦Jangan terlalu erat. Aku bisa jatuh."
Lyanna malah semakin erat.
Lyanna:
"Aku tidak peduli."
Damien:
"ā¦."
Zura dari samping berkomentar:
Zura:
"Romansa manusia⦠mengganggu fokus."
Damien:
"Diam."
---
āļø ADEGAN 2 ā TIM FROSTVEIL MULAI MEMBURU
Di Frostmourn, Arcelian memukul dinding es hingga retak.
Arcelian:
"KE MANA PUN KAU LARIāaku akan menyeretmu kembali, Damien!"
Eris Valenia menenangkan suaminya.
Eris:
"Kita akan kirim unit Shadow Frost. Mereka tidak mungkin meleset."
Aurelius Frostmourn memejamkan mata.
Aurelius:
"Kirim 50 pemburu. Jangan bunuh Lyanna.
Damien⦠boleh mati."
---
š„ ADEGAN 3 ā DAMIEN MENINGKAT RANAH
Begitu mereka mencapai area hutan yang amanā¦
Aura emas-bulan Damien bergetar keras.
Zura menoleh cepat.
"Damien, kauā"
Tiba-tiba tatto primordial di punggung Damien menyala.
Energi menyeruak naik seperti badai kecil.
Damien:
"ā¦Tch. Naik sendiri?"
BOOOOMā!!
Tanah retak.
Cahaya keemasan memancar.
Naik ranah:
Spirit Manifest Realm ā Level 3
Damien menghela napas, wajahnya tenang.
Damien:
"Cukup."
Lyanna menatapnya dengan mata berbinar.
"ā¦Kau benar-benar semakin kuat."
Damien:
"Hari ini aku marah. Naik satu level itu wajar."
Rex tepuk tangan dramatis.
Rex:
"BROOO!! KAU BAHKAN NAIK LEVEL KALAU MARAH?!
Ajari aku!!!"
Damien:
"Menjadi dirimu sendiri sudah cukup susah."
Hana:
"Dia benar."
Rex:
":("
---
š ADEGAN 4 ā ROMANTIS REX Ć HANA (yang kamu minta lebih intim & lucu)
Rex duduk bersandar di pohon es kecil, napasnya terengah.
Hana datang membawa selimut tipis.
Hana:
"Kau kedinginan, kan?"
Rex:
"T-tidak, aku pria kuat!
Aku cuma⦠sedikit⦠menggigilā¦
karena⦠uh⦠cinta?"
Hana memukul pelan dadanya.
"Omong kosong."
Hana melingkarkan selimutnya ke Rex dan duduk sangat dekat.
Rex langsung membeku seperti robot rusak.
Hana:
"Kau selalu melindungiku tadi.
Sekarang giliranku menjaga kamu."
Rex tersipu sampai kupingnya merah.
"Kalo begini⦠aku mau diserang 100 assassin lagiā¦"
Hana:
"Tidak."
Rex:
"Oke."
Hana bersandar di bahu Rex.
Rex menatap langit sambil senyum bodoh.
Zura melihat dan menghela napas.
Zura:
"Cinta membuat manusia idiot."
Damien:
"Setuju."
---
āļø ADEGAN 5 ā BAYANGAN PEMBURU FROSTVEIL MUNCUL
Zura tiba-tiba berhenti.
Aura dingin, sangat tipis, menyentuh permukaan hutan.
Zura:
"ā¦Mereka datang."
Damien mengusap rambut Lyanna.
Nadanya berubah dingin, membunuh.
Damien:
"Lyanna, tetap di belakangku."
Lyanna mengangguk.
Di kejauhanā¦
50 bayangan tampak di puncak pohon.
Semua memakai topeng es.
Shadow Frost Unit ā Pulse Awakening Realm Lv.10 ā Conduit Frost Realm Lv.2
Rex menelan ludah.
Rex:
"Bro⦠ini bukan pemburu sembarangan."
Damien tersenyum tipis.
Damien:
"Bagus. Pemanasan."
---
šØļø ADEGAN PENUTUP ā CLIFFHANGER
Pemimpin pasukan pemburu berdiri maju.
Topengnya retak, memperlihatkan mata biru yang kejam.
Pemimpin:
"Damien Valtreos.
Atas perintah Raja Frostveil, kau akan dikembalikanā¦
dalam peti es."
Damien menarik napas.
Moon Primordial tato menyala kuat.
Damien:
"Ayo.
Aku sedang ingin menghancurkan sesuatu."
Zura:
"Aku ikut."
Rex:
"AKU TIDAK IKUT TAPI AKU DISINI!!"
Hana:
"Dia ikut."
Rex:
"... baik."
Lyanna berdiri di belakang Damien, mata berkaca-kaca namun penuh keyakinan.
Lyanna:
"Kalahkan mereka⦠Damien."
Damien tersenyum lembut untuknya.
Lalu tatapannya berubah menjadi dingin membunuh.
---
š„ END CHAPTER 77š„
