LightReader

Chapter 120 - Chapter 120

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 CHAPTER 120 — "Pemilik Bayangan, Identitas Mengejutkan & Kebangkitan Damien"

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌫️ ADEGAN 1 — Langkah yang Membuat Gua Membeku

Angin dingin masuk ke dalam gua seperti pisau yang mengiris tulang.

Es di dinding berubah menjadi kristal tajam.

Rex menelan ludah sampai terdengar jelas: "Bro… bro… aura-nya… kayanya ini bukan manusia biasa…"

Hana diam, tapi tangannya gemetar memegang pedang. "Ini… setidaknya Arcane Spirit Realm… atau lebih tinggi."

Zura yang baru pulih langsung berlutut dengan tubuh membeku. "Tuan Damien… aura ini… aku mengenalinya…"

Damien memicingkan mata. "Dari mana?"

Zura: "Ini aura… salah satu Pemilik Bayangan Lunar… pemilik asli pemburu kelas tinggi itu."

Rex: "BROOO YANG KITA LAAAAWAN ITU CUMA ANAK BUAHNYA?!"

Hana: "Aku… aku nggak siap mental kalau gitu…"

Damien tidak menjawab. Langkah itu semakin jelas—pelan, berat, teratur.

TEK.

TEK.

TEK.

Sampai akhirnya, sebuah siluet muncul di gerbang es.

Sosok itu tinggi, rambut putih kebiruan terurai, mengenakan jubah es gelap yang tampak hidup.

Matanya—benar-benar lunar kosong, seperti tidak ada emosi… tapi juga seperti menyimpan kemarahan ribuan tahun.

Sosok itu mengangkat tangannya, dan Devourer yang tadi hampir membunuh Damien langsung bersimpuh seperti binatang kecil.

Pemilik Bayangan: "Menarik… kau berani menyentuh lunar-fragmenku, bocah."

Rex berbisik: "BROOO DIA NGOMONG…"

Hana makin pucat: "Bahasa… kuno lunar…"

Damien berdiri tegak. "Aku tidak menyentuh warisanmu. Aku menyelamatkan temanku."

Pemilik Bayangan memperhatikan Zura.

"…Ah. Lunar vessel yang rusak. Kau menyelamatkannya dengan ritual Belasa Lunaris."

Damien tidak kaget. "Kau tahu banyak."

Pemilik Bayangan: "Aku yang menciptakannya."

Hening.

Rex hampir jatuh pingsan: "BROOO— JADI YANG BIKIN RITUAL ITU… BOSNYA PARA PEMBURU?!"

Hana membanting kening ke tanah. "Damien… ini… ini level dunia lain…"

Zura menunduk dalam. "T-Tuan Damien… ini sosok yang dulu disebut dalam catatan lunar… Sovereign of the Hollow Moon…"

Damien mengingatnya. Salah satu entitas terkuat di jalur lunar kuno.

Damien menatap lurus pada sosok itu.

"Kenapa kau datang?"

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌘 ADEGAN 2 — Tujuan Sebenarnya: Lyanna Frostveil

Pemilik Bayangan tidak menatap Damien.

Ia menatap Zura, lalu ke arah belakang gua, seolah menerawang jauh.

"Kau… membawa aura seorang gadis…"

"…Aura darah beku kuno."

"…Yang memiliki garis darah Aurelius Frostmourn."

Rex langsung pucat: "LY—LYANNA??"

Hana: "Kenapa… kenapa mereka mencari Lyanna?"

Damien menggenggam tinjunya. "Jawab."

Pemilik Bayangan menatap Damien dengan mata kosong tapi mematikan.

"Karena gadis itu… memiliki kunci untuk membuka makam lunar Frostmourn."

"Aura beku khusus itu tidak muncul selama 700 tahun."

"Warisan itu… milik kami."

Damien: "Kau ingin mengambilnya."

Pemilik Bayangan: "Aku tidak peduli apakah dia setuju atau tidak."

Rex: "BROOO—NYAWANYA MAU DIAMBIL NIH??"

Damien menatap lurus tanpa ekspresi—tapi ada bulu halus aura kemarahan naik dari pundaknya.

"Aku tidak akan membiarkanmu."

Hening panjang.

Lalu pemilik bayangan tertawa kecil, suara seperti retakan es.

"Aku melihat… murid kecil warisan kuno mencoba menantangku."

Damien mengangkat dagu sedikit.

"Aku Damien Valtreos. Dan siapapun yang menyentuh Lyanna… aku patahkan."

Rex: "BROOOO JADI BOSS!!"

Hana: "Ini bukan waktu untuk bangga… tapi… aku juga bangga…"

Zura menatap Damien dengan mata gemetar. "T-Tuan Damien… kekuatan Anda… sedang meningkat…"

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌙 ADEGAN 3 — Kebangkitan Damien: Mortal Rein Realm Tingkat 1

Aura Damien meledak pelan—tidak mengganggu ritual Zura, tapi terasa sangat pekat.

Hana terbelalak. "Ini… auranya berubah! Damien… naik ranah!"

Rex meloncat: "BROOOO AKHIRNYA NAIK JUGA!! MORTAL REIN REALM TINGKAT 1!!"

Zura: "Tuan Damien… Anda menyerap fragmen lunar lebih banyak dari yang kupikir…"

Damien merasakan tubuhnya— aliran energi semakin stabil, kontrol meningkat, dan rasa dingin lunar masuk ke tulangnya.

Pemilik Bayangan mengangkat alis. "Menarik. Kau baru saja menembus Mortal Rein Realm… tanpa inti bantuan apa pun."

Damien: "Tidak perlu inti. Cukup tekad."

Pemilik Bayangan: "…Tekad? Atau kau punya sesuatu… yang lebih tua dari lunar-fragmen?"

Damien tetap diam. Tidak ada gunanya memberikan informasi tentang suara misterius di kepalanya.

Pemilik Bayangan mendekat satu langkah.

TEK.

TEK.

TEK.

"Baik. Aku akan mengujimu."

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

❄️ ADEGAN 4 — Ujian Sang Sovereign

Sebelum Damien sempat bergerak, Sovereign mengangkat satu jari.

Seluruh gua membeku.

Waktu seakan melambat.

Suhu jatuh ke minus ratusan derajat.

Hana, Rex, dan Zura membeku di tempat.

Damien sendirian yang mampu bergerak walau sangat lambat.

Pemilik Bayangan: "Jika kau mampu menahan satu sentuhan jari ini… aku akan pergi tanpa mengambil nyawa kalian."

"…Tapi jika kau gagal…"

"Kepala gadis beku itu akan menjadi milikku."

Damien tidak bicara. Ia hanya menatap jari itu.

Rex (dalam bekunya, suara kecil): "BROOO… JANGAN MATI YA…"

Damien mengatur napas.

"Mari kita mulai."

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌕 ADEGAN TERAKHIR — "Suara Misterius" Ikut Bergerak

Ketika jari Sovereign hampir menyentuh Damien—

—ada getaran kecil di kepala Damien.

Suara itu kembali muncul.

"Jangan mundur, bocah. Itu hanya bayangan rendah."

"Aku sudah menandai rambut gadis itu. Tidak ada yang bisa mengambilnya tanpa seizinmu."

Aura Damien tiba-tiba melonjak.

Pemilik Bayangan membuka mata lebar. "APA—?"

Damien tersenyum tipis.

"…Kau menyentuh wilayah yang salah."

━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 🔥 END CHAPTER 120 ━━━━━━━━━━━━━━━━━━

More Chapters