LightReader

Chapter 127 - Chapter 127

━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 🔥 CHAPTER 127 — "Kebangkitan Pewaris Es & Tarikan Pertama Ritual Eclipse"

(MC: Damien Valtreos — Spirit Manifest Realm 10) ━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Cahaya putih-biru itu tidak berhenti.

Justru semakin kuat… semakin liar…

seperti badai salju purba yang dipaksa bangun sebelum waktunya.

Angin membekukan menyapu seluruh kota Aurelion Haven. Dalam sekejap, udara yang tadinya hangat berubah menggigit sampai membuat napas keluar sebagai kabut.

Hana bergetar. "Aku… aku tidak pernah merasakan energi es sekuat ini…"

Rex memeluk dirinya sendiri. "BRO… ini dinginnya kaya Kulkas Dewa tingkat 9…"

Zura menelan ludah, pupilnya mengecil. "Ini… bukan es biasa. Ini kekuatan garis beku murni."

Sementara itu, Pengawas Voidstep menatap ke arah cahaya biru itu dengan wajah tegang—bukan marah, bukan sombong… tapi takut.

Damien mendengar itu dan langsung berhenti bergerak. "…kau takut?"

Pengawas Voidstep bergumam, suara bergetar halus.

"Pewaris Frost Sovereign… seharusnya baru bangun sepenuhnya dua puluh tahun lagi. Ini… ini tidak mungkin."

Damien mengerutkan alis.

"Kalau begitu… siapa yang membangunkan dia sekarang?"

Pengawas itu berbalik menatap Damien… dan sebuah jawaban dingin jatuh seperti pedang.

"Kau."

Damien: "…hah?"

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

❄ ADEGAN 1 — Resonansi yang Tidak Terencana

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Pengawas Voidstep menunjuk dada Damien.

"Energi lunar-mu… saat memasuki tahap pertumbuhan… secara tidak sengaja bersinggungan dengan pecahan garis beku di tubuh gadis itu."

Damien menatap kosong.

"…jadi aku… secara tidak sengaja bikin Lyanna bangun?"

Pengawas: "Ya. Kau adalah pemicu kebangkitannya. Dan itu… membuatmu musuh kami."

Damien: "Bro aku cuma napas. Gimana ceritanya napas bisa bangunin keturunan Sovereign?"

Rex: "Aku aja gak ngerti bro… tapi kedengeran salahmu."

Damien memeluk wajah. "…kalian ini."

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

❄ ADEGAN 2 — Kejutan dari Timur Kota

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Cahaya biru itu akhirnya memuncak.

BULUUUAAAAAR—!!

Ledakan energi membelah langit. Salju turun dalam spiral besar, membentuk simbol kuno:

Rune Es Sovereign — "Tiga Belenggu Pecah".

Damien menegang.

"Belenggu… pecah…?"

Pengawas Voidstep maju satu langkah. Aura ruangnya mengalir seperti kabut kelam.

"Dia telah melewati tiga segel pertama garis beku. Jika dibiarkan, dia akan menjadi ancaman bagi seluruh dunia ini."

Hana berdesis marah. "Lyanna bukan ancaman—dia temanku!"

Pengawas Voidstep tidak peduli.

"Ancaman tetap ancaman. Dan ritual Eclipse membutuhkan energi garis beku murni. Kami tidak akan melewatkan kesempatan sebesar ini."

Damien mengerutkan alis.

"…jadi kau mau menculik dia?"

Pengawas mengangguk tipis. "Bukan menculik. Mengambil hak milik kami kembali."

Damien mengepalkan tangan.

"…hak milik?"

Matanya meredup.

"Dia bukan barang. Dia bukan punya siapa-siapa."

Pengawas Voidstep tersenyum tipis.

"Kalau begitu… rebut dia dariku."

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

🔥 ADEGAN 3 — Saat Damien Menolak Mundur

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Pengawas Voidstep menghilang.

Satu kedipan.

Dan tiba di belakang Damien.

CENGKRAM!

Bahunya hampir ditarik paksa ke dimensi berlipat.

Hana menjerit. "DAMIEENNN!!"

Rex memekik. "BRO BRO BRO—!!"

Damien… terseret dua meter.

Tapi langsung menghentikan tarikan itu dengan menjejak tanah keras-keras.

BAM.

Meski kakinya tergelincir, ia masih berdiri.

Pengawas Voidstep tampak sedikit terkejut.

"Tubuh kecilmu… cukup keras."

Damien mendecak.

"Iya. Dilatih bapakku tiap pagi.

Kadang dilempar ke jurang buat pemanasan."

> Suara Kael Arclight: "AKU MELATIH DENGAN CINTA."

Damien: "…tapi jurang, Ayah."

Kael: "ITULAH CINTA."

Pengawas Voidstep mendengus, lalu menurunkan tangannya.

"Cukup main. Aku akan mengambil gadis itu."

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

🔥 ADEGAN CLIFFHANGER BESAR — Tarikan Eclipse Pertama

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Ruang di sekitar Pengawas melengkung membentuk lingkaran hitam-ungu.

Rune-rune muncul.

"Voidstep Art — Eclipse Pull."

Tarikannya langsung meluas.

Bangunan retak.

Atap runtuh.

Debu tersapu seperti ditelan langit.

Semua orang—Rex, Hana, Zura—terseret mundur secara brutal.

Namun…

Damien berdiri paling depan. Tubuhnya bergetar keras, tapi dia tidak mundur.

Matanya menatap lurus ke cahaya biru yang masih meledak dari timur kota.

Dan dengan suara rendah penuh tekad:

"…Lyanna… tunggu aku."

Aura lunar hitam-perak perlahan naik dari kedua bahunya…

Mode lunar tingkat kedua mulai terbentuk.

Pengawas Voidstep tersenyum tipis.

"Bagus. Tunjukkan perlawananmu… sebelum kau hancur."

Salju biru turun dari langit.

Dan Chapter 127 berakhir.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 END CHAPTER 127

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

More Chapters