LightReader

Ch.??? (Bayangan)

Dibawah hujan lebat Manas yang badannya penuh dengan luka berlarian mencari Sarira yang hilang entah kemana, ia terus berlarian kesana-kemari tanpa menghiraukan semua lukanya.

"Sarira!!! Dimana kau? Kalau kau dengar suara ku tolong Jawablah, ini waktu yang buruk untuk berbuat konyol". Ucap Manas dengan perasaan campur aduk karena Sarira tidak merespon teriakan nya sama sekali.

Manas berlarian kesana kemari, mencari dibawah reruntuhan puing-puing, dan hampir semua area sudah ia jelajahi tapi sama sekali tidak membuahkan hasil.

"Sial, dimana lagi aku harus mencarinya? Aku sudah mengelilingi

area ini tapi sama sekali tidak ketemu."

Setelah cukup lama mencari ia akhirnya mendengar suara teriakan Sarira

"itu suara Sarira, suaranya berasal dari gedung sebelah sana. Semoga tidak terjadi Hal buruk kepadanya".

Manas berlari kearah suara Sarira berasal dan dari kejauhan ia melihat Sarira yang tidak sadarkan diri serta didepan mereka terdapat sosok misterius yang berselimut kegelapan

"Sarira!!, Sarira.... Ouy bangun Sarira...."

Manas terus berusaha membangunkan Sarira yang tidak sadarkan diri, tapi sama sekali tidak dapat membangunkannya dan sosok tersebut hanya menatap mereka dengan dingin kemudian Manas bertanya kepada sosok tersebut sambil merangkul Sarira untuk menjaga tubuhnya tetap hangat

"Siapa kau dan apa yang lakukan padanya?".

Tetapi sosok itu hanya diam dan Manas telah sepenuhnya termakan emosi karena melihat Sarira yang tidak sadar kan diri, ia bangun dengan sisa tenaga nya serta kembali bertanya kepada sosok tersebut dan memutuskan untuk menyerangnya sembari berusaha mendesak sosok itu untuk bicara

"SIAPA KAU DAN MAU MU APA HAH? KALAU KAU ADA URUSAN DENGAN KU, JANGAN LIBATKAN DAN GANGGU DIA!!!".

"JAWAB AKU!!!".

Manas mengerahkan semua tenaga nya tetapi tak ada satupun yang berhasil.

"Sial, dengan kondisi ku yang sekarang hanya akan menghabiskan seluruh tenaga ku dengan sia-sia, aku sama sekali tidak bisa membuat nya bicara dan parahnya lagi serangan tadi sama sekali tidak berefek". Karena sudah mencapai batas Manas jatuh tersungkur ke tanah sosok misterius itu mengeluarkan energi gelap dari sekujur tubuh dan memfokuskan semua energi nya pada satu titik.

Tiba-tiba sosok misterius tersebut mengucapkan satu kalimat "Kau yang sekarang sama sekali tidak layak untuk melindungin semua orang yang kau sayangi". Sosok itu melepasnya serangannya ke arah Sarira.

"Ah, kenapa hal merepotkan selalu saja menghampiri ku".

Tanpa pikir panjang Manas kembali bangkit berlari kearah Sarira dan menahan serangannya dengan pedang milik Manas

"Augh.... Ayolah tubuhku, kerahkan seluruh tenaga mu, lampaui semua batas mu, lindungi hal yang berharga dalam hidupmu".

"(Seandainya aku menepati janji ku, mungkin aku tidak akan berusaha sekeras ini) "

"Maaf Sarira sepertinya aku tidak bisa melindungi satupun hal yang berharga dihidupku".

"Mungkin ini akhir kita, jadi biarkan aku jujur kepada mu".

"Sarira, walaupun kau menyebalkan tapi anehnya aku sama sekali tidak bisa membenci mu."

Manas mengerahkan semua kemampuannya tetapi serangan itu jauh lebih kuat dari dirinya.

Disaat terakhir ia membuat janji kepada dirinya walaupun janji tersebut mungkin tidak bisa ia ditepati

"Tak peduli apapun yang terjadi kepada diriku, aku akan selalu berusaha melindungi nya."

("Bukannya itu hanya janji kosong saja, Kau hanya seseorang yang selalu menggunakan orang lain untuk menjadi pelarian mu, kau hanyalah seorang yang lari dari tanggung jawab").

("Kalau ia benar-benar sangat berharga kenapa kau melarikan diri darinya dan memilih untuk membuang tanggung jawab yang telah diberikan kepada mu? Dan sekarang kamu menyesali pilihan mu sendiri".)

"......"

"Mungkin kau benar, dan aku mengakuinya".

****

More Chapters