LightReader

Chapter 2 - chapter 2

Chapter 2: Perburuan Dimulai

Su Chen melangkah keluar dari asrama outer court dengan langkah santai, namun matanya tajam mengamati setiap sudut akademi yang luas ini. Jia Nan Academy—salah satu institusi paling prestisius di wilayah Black Corner Region. Tempat berkumpulnya para genius muda yang ingin menjadi kuat.

Dan sekarang, tempat ini akan menjadi taman berburunya.

Panel sistem masih mengambang transparan di sudut pandangannya, menampilkan informasi kedua target pertamanya. Xiao Yu dan Ruo Lin. Dua wanita dengan kepribadian berbeda, posisi berbeda, tapi keduanya menyimpan hasrat gelap yang tidak mereka sadari.

"Sistem," gumamnya dalam hati sambil berjalan melewati beberapa siswa yang meliriknya dengan pandangan penasaran. "Mana yang lebih mudah untuk didekati terlebih dahulu?"

DING!

[Analisis: Xiao Yu memiliki tingkat guard psikologis lebih rendah saat ini karena konflik internal tentang Xiao Yan. Kemungkinan keberhasilan first contact: 92%. Ruo Lin sebagai instructor memiliki posisi yang lebih sulit untuk didekati secara langsung tanpa alasan yang tepat. Rekomendasi: Mulai dengan Xiao Yu.]

Su Chen mengangguk. Masuk akal. Xiao Yu sedang dalam kondisi emosional yang rapuh—perasaan kompleks terhadap sepupunya, penolakan terhadap pria lain, dan sisi gelap yang terpendam. Kombinasi sempurna untuk dieksploitasi.

"Lokasi Xiao Yu saat ini?"

DING!

[Target: Xiao Yu berada di Perpustakaan Akademi - Lantai 2, sendirian. Tingkat kewaspadaan: Rendah. Mood: Sedikit tertekan (memikirkan Xiao Yan). Kondisi optimal untuk pendekatan.]

Senyum tipis muncul di wajah Su Chen. Sempurna. Gadis yang sedang memikirkan pria lain adalah target paling mudah—karena dia sedang haus akan perhatian, bahkan jika dia tidak menyadarinya.

Dia mengubah arah langkahnya menuju gedung perpustakaan yang megah di tengah akademi. Tubuh Incubus-nya mulai memancarkan aura pesona secara pasif—tidak terlalu kuat untuk menarik perhatian berlebihan, tapi cukup untuk membuat orang-orang yang melewatinya melirik dua kali.

"Mari kita mulai," bisiknya pelan. "Xiao Yu... wanita keras kepala yang menyimpan sisi masokis dan exhibisionis. Ini akan sangat... menghibur."

Perpustakaan Jia Nan Academy adalah bangunan megah berlantai lima yang dipenuhi dengan ribuan scroll dan buku tentang teknik Dou Qi, sejarah benua, dan pengetahuan alkemi. Lantai dua khususnya didedikasikan untuk siswa outer court yang ingin mempelajari teknik-teknik tingkat rendah hingga menengah.

Su Chen melangkah masuk dengan tenang, Tubuh Incubus-nya secara otomatis memancarkan aura pesona yang halus namun memikat. Beberapa siswi yang melewatinya tanpa sadar melirik, pipi mereka sedikit merona sebelum mereka cepat-cepat memalingkan wajah.

"Sistem, aktifkan Deteksi Keinginan Tersembunyi," bisiknya dalam hati.

DING!

Pandangan Su Chen berubah. Sekarang dia bisa melihat aura tipis di sekeliling orang-orang—warna yang merepresentasikan hasrat dan keinginan tersembunyi mereka. Sebagian besar siswa memancarkan aura hijau muda (ambisi untuk menjadi kuat) atau biru (keinginan untuk belajar).

Tapi di pojok lantai dua, dia melihatnya.

Aura merah jambu bercampur ungu gelap.

Xiao Yu.

Wanita muda berusia 19 tahun itu duduk di meja dekat jendela, rambut hitam panjangnya diikat kuncir kuda sederhana. Wajahnya cantik dengan garis rahang yang tegas—menunjukkan sifat kerasnya. Mata besarnya yang biasanya tajam kini fokus membaca scroll tentang teknik elemen api. Tubuhnya ramping namun berkembang sempurna—lengkungan pinggang yang indah, dada yang penuh, dan kaki jenjang yang tersembunyi di balik rok panjang akademi. Sudah tiga tahun dia di akademi ini, dan reputasinya sebagai murid favorit Instructor Ruo Ling cukup terkenal.

Aura di sekitarnya bergetar. Merah jambu untuk hasrat, ungu gelap untuk... sesuatu yang lebih gelap. Lebih twisted.

Su Chen tersenyum tipis. Sistem tidak salah. Gadis polos ini menyimpan fantasi terlarang.

Dia berjalan mendekat dengan langkah santai, melewati beberapa rak buku sebelum "kebetulan" berhenti tepat di rak yang bersebelahan dengan meja Xiao Yu. Tangannya meraih scroll tentang teknik elemen api tingkat menengah.

Xiao Yu menoleh saat mendengar langkah kaki. Matanya melebar sedikit saat melihat Su Chen.

Untuk sesaat, mereka bertatapan.

Dan di detik itu, Tubuh Incubus Su Chen mulai bekerja. Aura pesonanya yang biasanya halus kini fokus pada satu target—Xiao Yu. Gadis itu merasakan sesuatu yang aneh. Detak jantungnya sedikit lebih cepat. Pipinya terasa hangat. Ada sensasi asing yang muncul di perutnya.

"Maaf, apa aku mengganggu?" tanya Su Chen dengan suara yang dalam namun lembut. Senyum tipis di bibirnya terlihat ramah tapi ada sesuatu di matanya—sesuatu yang gelap dan memikat.

"T-tidak!" Xiao Yu cepat-cepat menggeleng, wajahnya memerah. "Aku hanya... sedang belajar."

"Teknik elemen api?" Su Chen melirik scroll di tangannya. "Kebetulan, aku juga mempelajari elemen api. Boleh aku duduk?"

Xiao Yu ragu sejenak, tapi entah kenapa dia merasa sulit menolak. Ada sesuatu tentang pria ini—cara dia berdiri, cara dia tersenyum, bahkan cara dia menatapnya—yang membuat Xiao Yu merasa... tertarik.

"S-silakan," jawabnya pelan.

Su Chen duduk di seberangnya, meletakkan scroll-nya di meja. Jarak mereka hanya sekitar satu meter. Cukup dekat untuk membuat Xiao Yu semakin merasakan aura aneh yang terpancar dari pria di hadapannya.

"Namaku Su Chen," ucapnya sambil mengulurkan tangan. "Siswa baru di outer court."

Xiao Yu menatap tangan itu. Tangannya yang besar dan kuat. Untuk alasan yang tidak dia mengerti, Xiao Yu merasa sedikit gugup saat menjabatnya.

"Xiao Yu," jawabnya.

Saat tangan mereka bersentuhan, Xiao Yu merasakan sensasi listrik menjalar di kulitnya. Hangat. Menyenangkan. Tapi juga... aneh? Seperti ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuhnya lewat sentuhan itu.

DING!

[Kontak fisik pertama tercapai]

[Korupsi Xiao Yu: 0% → 2%]

[Sentuhan Korupsi aktif. Setiap kontak fisik akan meningkatkan level korupsi sebesar 0.5%-1%]

Su Chen melepaskan jabatan tangan itu dengan santai, seolah tidak terjadi apa-apa. Tapi di dalam hatinya, dia tersenyum puas.

"Xiao Yu... nama yang bagus," komentarnya sambil membuka scroll-nya sendiri. "Kau dari klan Xiao di Wu Tan City, bukan?"

Xiao Yu mengangguk, sedikit terkejut. "Kau tahu?"

"Aku dengar ada siswa berbakat dari klan Xiao yang diterima tahun ini. Sepupumu, Xiao Yan, juga cukup terkenal," jawab Su Chen dengan nada netral. Matanya seolah fokus pada scroll, tapi sebenarnya dia memperhatikan setiap gerakan Xiao Yu.

Wajah Xiao Yu berbinar sedikit saat mendengar nama sepupunya, meski ada kerutan kecil di dahinya. "Ya... Xiao Yan. Dia... sekarang berbeda dari dulu." Nada suaranya kompleks—ada kebanggaan, tapi juga sesuatu yang lebih rumit. "Dia sudah berjanji akan datang ke akademi setelah menyelesaikan urusan dengan Nalan Yanran."

Ada jeda sejenak, lalu Xiao Yu melanjutkan dengan suara lebih rendah. "Kami... hubungan kami tidak selalu baik. Dulu aku membencinya. Setelah dia kehilangan kekuatannya, aku—" dia menggigit bibir, seolah malu mengakui masa lalunya. "Aku mungkin terlalu keras padanya. Dan dia... dia pernah melakukan hal-hal yang membuatku sangat marah."

Su Chen menangkap emosi kompleks di wajah Xiao Yu. Dendam lama yang bercampur dengan... sesuatu yang lain. Ketertarikan? Rasa bersalah?

"Tapi sekarang?" tanyanya dengan nada penasaran yang tulus.

"Sekarang..." Xiao Yu menatap keluar jendela. "Dia sangat kuat. Lebih kuat dari yang kukira. Dan aku... aku tidak tahu bagaimana harus bersikap padanya lagi."

"Urusan dengan Nalan Yanran?" Su Chen melirik dengan senyum tipis. "Duel tiga tahun itu cukup terkenal. Dan kurasa... hubungan kalian juga cukup menarik untuk didengar."

Xiao Yu mengangguk, wajahnya sedikit memerah—entah karena malu atau marah, Su Chen tidak bisa memastikan. Tapi dia bisa merasakan ada sejarah kelam di sana. Sejarah yang melibatkan dendam, rasa malu, dan mungkin... sesuatu yang lebih intim.

Xiao Yu mengangguk dengan ekspresi kompleks. Dia mulai sedikit lebih rileks berbicara, meski topiknya jelas sensitif baginya. Su Chen mendengarkan dengan sabar, sesekali memberikan komentar atau pertanyaan yang membuat Xiao Yu semakin terbuka—tanpa sadar menceritakan perasaan kompleksnya tentang Xiao Yan. Tentang bagaimana dia pernah membenci sepupunya itu. Tentang insiden-insiden memalukan di masa lalu. Tentang bagaimana sekarang dia tidak bisa berhenti membandingkan pria lain dengan Xiao Yan.

Tanpa disadari Xiao Yu, setiap menit yang berlalu, aura pesona Su Chen semakin meresap ke dalam dirinya. Tubuh Incubus bekerja secara pasif—memancarkan feromon supernatural yang tidak terdeteksi oleh indra normal tapi sangat mempengaruhi alam bawah sadar.

Setelah sekitar 15 menit, Xiao Yu mulai merasakan sesuatu yang berbeda. Tubuhnya terasa sedikit lebih sensitif. Setiap kali Su Chen bergerak atau berbicara, perhatiannya langsung tertarik. Dan yang paling aneh... ada perasaan hangat yang mulai muncul di bawah perutnya.

"Kau tahu," Su Chen tiba-tiba menutup scroll-nya dan menatap langsung ke mata Xiao Yu. "Aku sedikit penasaran tentang sesuatu."

Xiao Yu tersentak sedikit, detak jantungnya kembali berdetak cepat. "A-apa?"

Su Chen bersandar di kursi, posturnya santai namun dominan. "Kenapa gadis semanis kamu belajar sendirian di sini? Apa tidak ada teman yang menemani?"

"A-aku..." Xiao Yu sedikit terkejut dengan pertanyaan itu. Biasanya dia akan menjawab dengan tajam, tapi entah kenapa di hadapan Su Chen, sifat kerasnya seolah melunak. "Aku lebih suka belajar sendiri. Dan... aku sudah cukup lama menolak semua yang mencoba mendekatiku."

"Menolak?" Su Chen memiringkan kepala sedikit. "Kenapa?"

Xiao Yu terdiam. Wajahnya sedikit memerah. "Karena... mereka semua tidak—" dia menggigit bibir, tidak melanjutkan kalimatnya.

Tidak seperti Xiao Yan. Kata-kata itu nyaris terucap, tapi dia menahannya.

"Hmm," Su Chen mengangguk pelan, matanya tidak lepas dari Xiao Yu. "Aku mengerti. Kadang kesendirian itu lebih nyaman. Tidak ada yang menghakimi. Tidak ada yang tahu... apa yang kita pikirkan."

Ada penekanan halus di kata-kata terakhir itu. Dan entah kenapa, Xiao Yu merasa seolah Su Chen tahu sesuatu tentang dirinya. Sesuatu yang bahkan dia sendiri tidak berani akui.

Pipinya memanas. Pandangannya jatuh ke meja.

"Xiao Yu," suara Su Chen terdengar lebih rendah, lebih intim. "Boleh aku bertanya sesuatu yang mungkin... sedikit pribadi?"

Xiao Yu mengangkat kepala, matanya bertemu dengan mata kelam Su Chen. Dia tahu seharusnya dia menolak. Mereka baru saja bertemu. Tapi ada sesuatu di tatapan pria itu—sesuatu yang membuatnya tidak bisa menolak.

"A-apa?" tanyanya dengan suara nyaris berbisik.

Su Chen tersenyum tipis—senyum predator yang halus. "Apa kau pernah... merasakan sesuatu yang seharusnya tidak kau rasakan? Keinginan yang seharusnya tidak ada? Fantasi yang... berbahaya?"

Tubuh Xiao Yu menegang. Napasnya tertahan. Bagaimana... bagaimana dia bisa tahu?

Wajahnya langsung memerah padam. Dia ingin menjawab tidak, ingin menyangkal, tapi kata-kata tidak keluar dari mulutnya. Yang ada malah... rasa malu bercampur sesuatu yang lain. Sesuatu yang lebih gelap.

DING!

[Manipulasi emosional berhasil]

[Target merasakan Exposure pertama terhadap sisi gelapnya]

[Korupsi Xiao Yu: 2% → 5%]

Su Chen melihat perubahan di mata Xiao Yu. Dari kaget, menjadi malu, lalu... ada kilau kecil di sana. Kilau ketertarikan. Kilau rasa ingin tahu.

Sempurna.

"Tidak perlu malu," ucap Su Chen dengan nada yang seolah pengertian. "Semua orang punya sisi gelap. Keinginan yang tidak bisa mereka ungkapkan. Dan tahukah kau apa yang paling menyakitkan?"

Xiao Yu menggeleng pelan, tatapannya terpaku pada Su Chen.

"Harus menyembunyikannya selamanya," jawab Su Chen. Dia berdiri perlahan, mengambil scroll-nya. "Tapi... kadang kita bertemu seseorang yang bisa mengerti. Seseorang yang tidak akan menghakimi."

Dia berjalan melewati Xiao Yu, tapi berhenti tepat di sampingnya. Tangannya dengan santai menyentuh bahu gadis itu—sentuhan ringan, hampir tidak terasa.

Tapi bagi Xiao Yu, sentuhan itu seperti api.

"Kalau kau ingin berbicara tentang... apa pun," bisik Su Chen tepat di telinga Xiao Yu, suaranya mengirim getaran di tulang punggung gadis itu. "Aku akan ada di training ground setiap sore. Sendirian."

Lalu dia pergi, meninggalkan Xiao Yu yang duduk dengan tubuh gemetar dan wajah merah padam.

DING!

[First Encounter selesai]

[Korupsi Xiao Yu: 5% → 8%]

[Benih keraguan dan ketertarikan telah ditanam]

[Target akan mulai memikirkan Host secara obsesif dalam 24 jam ke depan]

Xiao Yu duduk sendirian di perpustakaan, tapi pikirannya sama sekali tidak bisa fokus pada scroll di hadapannya.

Wajah Su Chen. Suaranya. Sentuhan tangannya di bahu. Kata-katanya yang seolah bisa membaca pikirannya.

Dan yang paling mengganggu... cara dia menatapnya. Bukan seperti pria-pria lain yang takut dengan reputasinya. Bukan seperti mereka yang mencoba mendekat dengan rasa hormat berlebihan. Su Chen menatapnya dengan... kepercayaan diri. Dominasi. Seolah dia tahu sesuatu tentang Xiao Yu yang bahkan Xiao Yu sendiri tidak mau akui.

"Keinginan yang seharusnya tidak ada..."

Xiao Yu menelan ludah, tangannya mencengkeram rok dengan erat.

Dia ingat fantasi-fantasi itu. Fantasi yang membuatnya malu sejak dulu. Fantasi tentang rasa sakit yang anehnya terasa nikmat. Tentang dipermalukan, dilihat orang, tentang... diserang dengan cara yang salah tapi entah kenapa terasa benar.

Bahkan fantasinya tentang Xiao Yan pun gelap. Bukan romantis seperti gadis-gadis lain. Tapi... twisted. Dia membayangkan sepupunya itu mendominasinya, membalaskan dendam atas semua yang pernah Xiao Yu lakukan padanya. Dan dalam fantasi itu... Xiao Yu menyukainya.

"Tidak, tidak, tidak," gumamnya pelan, menggelengkan kepala keras. "Aku tidak boleh memikirkan hal itu. Itu salah. Itu—"

Tapi bayangan Su Chen terus muncul, menggantikan Xiao Yan dalam fantasinya. Dan entah kenapa... itu terasa lebih nyata. Lebih menakutkan. Lebih... menggairahkan.

Tapi semakin dia mencoba menolak, semakin kuat bayangan Su Chen muncul di pikirannya.

Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Xiao Yu merasa... mungkin, hanya mungkin, ada seseorang selain Xiao Yan yang bisa membuatnya merasakan... sesuatu. Seseorang yang bahkan lebih berbahaya. Karena berbeda dengan Xiao Yan yang punya sejarah panjang dengannya, Su Chen adalah orang asing. Orang asing yang entah kenapa bisa membaca sisi tergelapnya hanya dalam satu pertemuan.

Sementara itu, Su Chen berjalan santai keluar dari perpustakaan dengan senyum tipis di wajahnya.

"Terlalu mudah," gumamnya dalam hati. "Gadis itu sudah setengah jatuh. Tinggal sedikit lagi dorongan, dan dia akan datang sendiri padaku."

DING!

[Analisis Target: Xiao Yu menunjukkan tanda-tanda keinginan kuat untuk bertemu lagi dengan Host. Kemungkinan datang ke training ground dalam 1-2 hari: 87%]

Su Chen mengangguk puas. Sistem tidak pernah salah.

"Baik. Sekarang saatnya bertemu dengan target kedua," gumamnya sambil mengubah arah menuju training ground outer academy.

Ruo Lin.

Instructor yang lembut dan hangat seperti air. Guru favorit para siswa. Wanita yang bahkan tidak menyadari bahwa jauh di lubuk hatinya, dia menyimpan hasrat gelap untuk didominasi dan dipermalukan.

"Mari kita lihat seberapa lembut 'air' itu ketika mulai mendidih," bisik Su Chen dengan senyum predator.

Perburuan baru saja dimulai.

Bersambung...

More Chapters