LightReader

kelanjutan cerita raja sepertega

Raja_Ratu_ku
7
chs / week
The average realized release rate over the past 30 days is 7 chs / week.
--
NOT RATINGS
152
Views
Table of contents
VIEW MORE

Chapter 1 - Tanpa nama

RAJA TEGA

BAB 26: PENEMUAN RAHASIA

Suatu pagi, pasukan penjaga menemukan gua tersembunyi di lereng Gunung Api Sinar Hitam. Di dalamnya ada ruang rahasia dengan dinding yang penuh tulisan kuno tentang asal-usul klan iblis dan kekuatan tersembunyi yang bisa menjaga keseimbangan alam semesta.

Zarakiel segera datang bersama Raphael dan Ratu Marina untuk menyelidiki. Tulisan tersebut mengatakan bahwa setiap ratusan tahun, sebuah batu mistik bernama "Batu Keseimbangan" akan muncul dan harus diperbarui dengan energi dari berbagai alam agar tetap aktif. Jika tidak, kekacauan akan kembali menghantui dunia.

"Kita harus menemukan batu ini sebelum waktunya habis," kata Zarakiel dengan tegas.

BAB 27: PERJALANAN MENEMUKAN BATU

Berkat petunjuk dari tulisan kuno, mereka mengetahui bahwa Batu Keseimbangan berada di ujung alam semesta, di antara dunia nyata dan dunia bayangan. Zarakiel, Rian, dan tim khusus berangkat dalam perjalanan yang penuh bahaya.

Mereka melewati Gurun Pasir Bergerak yang bisa membalikkan arah waktu, dan Sungai Air Biru yang bisa membaca rahasia terdalam di hati setiap orang. Di tengah jalan, mereka diserang oleh kelompok makhluk yang tidak senang dengan perdamaian yang telah tercipta.

Dengan kerja sama yang baik, tim berhasil mengalahkan mereka tanpa harus membunuh siapa pun—mereka hanya membungkus makhluk-makhluk itu dengan energi perlindungan hingga mereka tenang.

BAB 28: MENEMUKAN BATU KESEIMBANGAN

Setelah beberapa hari perjalanan, mereka akhirnya menemukan Batu Keseimbangan yang bersinar dengan warna-warni di tengah sebuah danau kristal. Namun batu tersebut sudah mulai menggelap, menandakan bahwa waktunya hampir habis.

Zarakiel mengeluarkan energi gelapnya, Raphael memberikan energi cahaya, dan Rian menambahkan energi yang dia pelajari dari berbagai kerajaan. Bersama-sama, mereka mengisi batu dengan energi yang seimbang, membuatnya bersinar kembali dengan terang.

"Sekarang batu ini akan menjaga keseimbangan untuk ratusan tahun ke depan," ujar Zarakiel dengan lega.

BAB 29: KEMBALI KE KERAJAAN

Saat mereka kembali ke Kayangan Gelap, seluruh kerajaan telah menunggu dengan antusias. Kabar keberhasilan mereka menyebar dengan cepat, dan rakyat merayakan dengan penuh kegembiraan.

Pada malam perayaan, Zarakiel berdiri di atas panggung dan mengatakan, "Kemenangan ini bukan milikku sendirian, melainkan milik semua orang yang telah bekerja sama dan mempercayai saya. Perubahan dimulai dari diri kita sendiri, dan dengan kerja sama kita bisa mengatasi segala rintangan."

Rian kemudian naik ke panggung dan memberikan penghargaan khusus kepada Zarakiel dari Liga Perlindungan Alam Semesta—medali dengan simbol batu keseimbangan sebagai bentuk terima kasih atas jasanya.

BAB 30: MASA DEPAN YANG TERANG

Beberapa bulan kemudian, kehidupan di alam semesta semakin damai dan makmur. Sekolah Balan telah memiliki ribuan murid dari berbagai alam, dan program pertukaran budaya membuat hubungan antar kerajaan semakin erat.

Zarakiel menghabiskan paginya dengan mengajar anak-anak, siangnya bekerja dengan liga untuk menangani masalah kecil yang muncul, dan malamnya menghabiskan waktu bersama ibunya dan rakyatnya.

Saat melihat matahari terbit dari atas menara istana, dia tersenyum dan berbisik, "Aku pernah berpikir bahwa kekerasan adalah satu-satunya jalan. Tapi sekarang aku tahu—cinta dan kerja sama adalah kekuatan terbesar yang pernah ada."