Di lain tempat.
Saat ini berita Global merilis berita terbaru. Dunia saat ini memburu seorang pemuda bernama Storm Realms. Namun, kali ini Dooms Wlenleys... Secara langsung turun tangan.
Perbincangan hangat segera menyebar luas di berbagai dunia.
Sang Hero terkuat APH, akhirnya menampakkan batang hidungnya. Konon, Dooms adalah penjaga keseimgan dimensi ruang dan waktu.
Langka sekali momen ini. Dimana Hero terkuat APH, harus repot memburu ancaman bagi dunia maupun alam semesta ini.
Di sebuah Mansion yang megah.
Tampak Arabels duduk di kursi taman dengan raut wajah sedih. Tangannya memeluk erat fotonya bersama Rem... Arabels memeluknya dengan erat didadanya.
Sudah hampir satu minggu lamanya. Rem tidak dia temukan... Bahkan hilang kabar.
"Kamu dimana kak Rem? Apa kamu lebih mementingkan menghadapi musuh... Daripada kekasihmu ini."
Arabels menatap langit dengan lesu.
Sebenarnya dia tahu jika kekasihnya adalah seorang Hero. Dia pasti sedang bertarung menghadapi musuh.
Namun, rasanya Arabels rindu sekali bertemu dengannya lagi. Mungkinkah, ini adalah bagian dari arti cinta.
Bahwa kekasih tak selalunya bisa bersama. Arabels bisa merasakan jika ada ambisi kuat darinya.
"Sebenarnya... Apa kak Rem mencintaiku? Kenapa dia tidak pernah merasa bahagia bila bersamaku?"
Pertanyaan yang tidak pernah terjawab, dia tanyakan didalam hatinya.
Tiba tiba saja. Ayahnya muncul... Sontak Arabels kembali bersikap seperti biasanya. Dia tidak mau terlihat lemah didepan ayahnya.
Arabels yakin jika ada alasan kuat mengapa Rem bersikap seperti itu.
"Apa yang terjadi denganmu, putriku?" Robert mengamati wajah putrinya itu yang tampak murung.
Arabels menggeleng.
"Tidak ada ayah... Hanya saja Ara rindu kak Rem."
Robert menghela nafasnya.
"Ketahuilah, Arabels. Rem Scraster bukanlah manusia biasa... Dia pasti menyelesaikan masalahnya sendiri."
"Ayah yakin jika Rem tidak mungkin tidak memikirkanmu juga."
Ucapan ayahnya itu ada benarnya juga.
"Ayah benar, seharusnya aku memberi dukungan pada kak Rem... Bukan bersedih seperti ini."
Arabels sedikit tersenyum... Kini dia tidak lagi tidak mempercayainya.
Mungkin ini sudah jalannya, dan jalan takdir akan terputus jika memang bukan takdirnya.
Arabels bisa merasakan jauh didepan sana. Rem juga pasti merindukannya... Rindu yang terasa berat baginya.
