LightReader

Chapter 34 - Chapter 34

🔥 CHAPTER 34 — "Dimensi Petir: Dunia Kecil, Ujian Pertama, & Kebangkitan Kekuatan Asli Damien"

---

⚡ ADEGAN PEMBUKA — INSIDE THE THUNDER REALM

Saat Damien masuk ke dalam Gerbang Dimensi Petir, cahaya keperakan langsung menyelimuti tubuhnya.

Dalam sekejap—

WUSS!!

Ia menghilang dari dunia luar dan muncul di sebuah ruang hampa.

Petir berwarna hitam, emas, dan biru bergerak di sekelilingnya seperti ular galak.

Damien sempat mengernyit.

Damien:

"Ini… bukan arena kompetisi biasa."

Tiba-tiba sebuah suara berat bergema dari seluruh penjuru dimensi.

> "SELAMAT DATANG DI DUNIA KECIL—

MINIATURE THUNDER REALM."

Damien terkejut sedikit.

"Dunia kecil?"

Suara itu melanjutkan:

> "Semua peserta ditempatkan secara acak."

"Hanya satu dari sepuluh yang akan bertahan."

"Di dunia kecil ini, hukum petir diperkuat 30 kali lipat."

"Dan setiap orang akan menghadapi ujian berbeda sesuai garis darah mereka."

Damien menghembuskan napas. "Jadi ini dunia seleksi."

Petir keperakan di tubuhnya merespon, seolah sangat cocok dengan dunia kecil ini.

---

⚡ ADEGAN 1 — THE THUNDER WASTELAND: Dunia Kecil Damien

Tanah retak.

Gunung hitam yang dipenuhi petir.

Langit tanpa batas dengan ribuan kilat liar.

Damien berdiri di tengahnya.

> "Ujianmu dimulai."

BOOOOM!!!

Dari langit turun tubuh raksasa petir, seperti Titan berukuran 60 meter—

matanya bersinar ungu pekat.

Damien tidak bergerak.

Titan Petir meraung:

> "PEWARIS BULAN—

TUNJUKKAN NILAI DIRIMU!!"

Damien mengepalkan tangan. Petir keperakan meledak.

Damien:

"Aku sudah lama ingin menguji kekuatan baruku."

---

⚡ ADEGAN 2 — DAMIEN VS TITAN PETIR

Titan mengangkat tangan raksasanya.

ZRAAAAMMM!!!

Petir ungu berdiameter 5 meter jatuh menghantam Damien.

Tetapi—

SUUUUUUT!!

Damien bergerak, menghilang.

Rex biasanya akan bilang "BROO?? TELEPORT??"

Tapi ini murni kecepatan.

Damien muncul di bahu Titan.

Damien:

"Lambat."

Ia meninju.

BOOOM!!!

Tubuh Titan hancur separuhnya.

Titan:

"TAK MASUK AKAL—"

Damien mengangkat tangan.

> "Void Thunder Collapse."

Petir keperakan bercampur kehampaan meledak.

BOOOOOM!!

Titan punah seketika, berubah menjadi jutaan partikel petir.

Setelah monster itu lenyap, partikel-partikel petir menyatu membentuk sebuah benda.

Sebuah kotak kecil hitam, dengan segel petir dan kehampaan.

Damien mengambilnya.

Damien:

"Hadiah ujian pertama?"

Ketika dia membuka sedikit, cahaya ungu pekat keluar.

---

⚡ ADEGAN 3 — ITEM LANGKA MINIATURE THUNDER REALM

Di dalam kotak itu terdapat tiga harta:

1. Pil 'Heavenquake Thunder Pill' — Grade: Divine

Pil ini hanya bisa ditemukan di dimensi legendaris.

Efeknya:

> "Meningkatkan realm Mortal Rein → Tempest Core langsung 2 tingkat jika tubuh mampu menahan."

Damien menghela napas kecil.

"Kalau Rex lihat ini, dia pingsan."

2. Bahan Alkimia Langka — Serpihan Inti Petir Void

Batu kecil hitam yang memancarkan petir sunyi.

> Bahan ini bisa dipakai untuk:

• membuat jimat petir

• meracik pil tingkat tinggi

• atau… membangkitkan kembali darah garis keturunan tertentu

Damien memutar batu itu.

"Bahkan ayahku dulu mencari benda ini."

3. Gulungan Teknik — Void Thunder Steps (Tahap 1–3)

Teknik pergerakan yang cocok dengan darah bulan dan petir.

Hanya yang berbakat ekstrem bisa mempelajarinya.

Damien menatapnya.

"Ini… hadiah yang terlalu bagus."

Suara Misterius muncul lagi.

> "Itu bukan hadiah."

"Itu adalah hakmu sebagai pewaris dua garis ilahi."

---

⚡ ADEGAN 4 — DI TEMPAT LAIN, PESERTA LAIN MULAI MATI

Miniature Thunder Realm — Lokasi berbeda

Peserta-peserta dari berbagai kerajaan berlari dikejar makhluk petir.

Ada yang terbakar hidup-hidup.

Ada yang tersambar dan menghilang tanpa sisa.

95 peserta tersisa → turun menjadi 78 → 64 → 51…

Penjaga Dimensi di dunia luar mencatat.

Penjaga:

"Peserta nomor 44… mati.

Peserta 13… mati.

Peserta 98… mati."

Saat nama Damien muncul—

tidak ada perubahan warna.

Tanda bahwa dia masih hidup… dan stabil.

Sementara peserta lain stres dan panik.

---

⚡ ADEGAN 5 — DAMIEN MENEMUKAN PETUNJUK BARU

Ketika Damien mulai berjalan lebih jauh ke dunia kecil, tanah di bawahnya bergetar.

Sebuah prasasti batu muncul dari bawah tanah.

Damien menyentuhnya dan sinar emas dan hitam memancar.

Prasasti:

> "Pewaris Dewa Petir & Kehampaan—

Ujian keduamu akan membangkitkan sesuatu yang tersegel dalam dirimu."

Damien mengernyit.

"Yang tersegel?"

Suara Misterius di kepalanya berbicara pelan.

> "…Saat kau lahir, sebagian kekuatanmu disegel oleh ayahmu."

"Ujian ini akan membuka salah satu segel itu."

Damien berhenti berjalan.

Damien:

"Kalau segel terbuka… kekuatan apa yang keluar?"

Suara Misterius tersenyum samar.

> "Kekuatan… yang bahkan dunia ini tidak mampu menahan."

---

❄️ ADEGAN TERAKHIR — FROSTVEIL MEMPERLUAS MISI

Lokasi: Istana Es Frostveil.

Pemimpin Frostveil kini duduk di singgasananya dikelilingi 12 bayangan pembunuh elit.

Pembunuh 1:

"Target utama: Damien — masuk ke dimensi."

"Target kedua: Lyanna — belum ditemukan."

Pemimpin Frostveil mengerutkan mata.

Pemimpin:

"Cari sampai dapat."

"Jika dia bersembunyi di satu kerajaan pun… bakar kerajaan itu."

Semua pembunuh berlutut.

Pemimpin Frostveil berdiri, aura es membeku memenuhi seluruh ruangan.

> "Dan mulai hari ini… Lyanna Frostveil menjadi target buruan nomor satu Frostveil."

---

🔥 END CHAPTER 34

More Chapters