LightReader

Chapter 35 - Chapter 35

🔥 CHAPTER 35 — "Segel Pertama Darah Ilahi, Kekuatan Kosmik & Musuh Pertama di Dunia Kecil"

---

⚡ ADEGAN PEMBUKA — DI DALAM MINIATURE THUNDER REALM

Damien berdiri di depan prasasti raksasa yang kini bergetar semakin kuat. Retakan-retakan petir hitam muncul, seolah sesuatu yang mengerikan akan dilepas dari dalamnya.

Suara Misterius kembali bergema di pikirannya.

> "Bersiaplah, Damien. Segel pertamamu… akan terbuka."

Damien menggenggam tangan. Petir keperakan di tubuhnya mulai berubah—menjadi lebih gelap… lebih padat… seperti petir milik entitas kosmik, bukan manusia.

WUUUUUUMMM—

Prasasti bercahaya ungu-emas. Angin petir menyapu daratan.

Damien mengangkat kepalanya.

"Baiklah. Aku sudah menunggu ini."

---

⚡ ADEGAN 1 — PEMBUKAAN SEGEL PERTAMA DARAH ILAHI

Prasasti meledak dengan cahaya.

BOOOOM!!!

Gelombang energinya membuat ruang itu retak seperti kaca.

Damien menutup mata saat petir hitam masuk ke tubuhnya.

Tubuh Damien bergetar keras.

Nafasnya tersengal.

Damien:

"Tch… ini… panas… tapi dingin sekaligus…"

Suara Misterius:

> "Itu darah ilahimu bangkit."

"Darah Bulan Kosmik… hanya bisa terbangun di dunia penuh petir."

Tiba-tiba—

ZRAAAAAAMMMMM!!!

Setetes darah perak-hitam muncul dari dada Damien.

Kecil.

Hanya sebesar titik.

Tapi kekuatannya seperti 10 gunung menekan.

Damien terjatuh berlutut.

Seluruh dunia kecil bergetar.

> Darah Ilahi Bulan — Terbangkitkan: 0,1%

Efek: Semua energi meningkat drastis.

Realm naik → Pulse Awakening Realm tingkat 3.

WUSSSHH—!!!

Aura Damien berubah total.

Petir keperakan berubah menjadi petir bulan kosmik: hitam–perak–ungu.

Matanya memancarkan cahaya seperti bulan sabit.

Damien berdiri perlahan.

"…0,1% saja sudah seperti ini?"

Suara Misterius tertawa pelan.

> "Jika 1% saja bangkit… dunia kecil ini akan runtuh."

---

⚡ ADEGAN 2 — HUKUM DUNIA MULAI MENGGILA

Langit di atas Damien mendadak pecah.

Ratusan petir hitam turun seperti hujan.

Tapi…

semuanya menghindari Damien.

Seolah takut.

Seolah tunduk.

Damien mengepalkan tangan, merasakan kekuatan barunya.

"Ini… luar biasa."

Energi di dalam tubuhnya mengalir seperti sungai bulan, pekat dan dingin.

Petir liar di sekitarnya malah tersedot masuk, menambah kekuatannya.

> Void Thunder Steps — otomatis naik ke tahap 2

Karena keserasian darah ilahi.

Damien menatap langit.

"Dengan ini, aku bisa menghadapi apa pun yang ada di ujian kedua."

---

⚡ ADEGAN 3 — MUSUH PERTAMA: PEMBUNUH BERDARAH ILAHI

Bumi berguncang.

BOOOOM!!!

Dari kejauhan, seseorang muncul.

Siluet ramping namun berbahaya.

Pakaian hitam dengan simbol petir di dadanya.

Matanya emas pekat.

Aura pembunuh menekan udara.

Rex di dunia luar mungkin bakal teriak:

"BROOO—SIAPA NIH KARAKTER BOSS??!"

Damien menyipitkan mata.

"Manusia?"

Sosok itu tersenyum tipis.

> "Damien Kael… Pewaris Bulan Kosmik."

"Akhirnya… aku menemukannmu."

Damien mengernyit.

"Kau siapa?"

Sosok itu menundukkan kepala sedikit.

> "Pemegang Garis Darah Dewa Petir Keempat."

"Dan… pembunuh yang dikirim organisasi kami."

Ia mengangkat tangan. Petir emas pekat muncul, jauh lebih padat dari peserta lain.

Aura itu… bukan sekadar pembunuh.

Ini bakat level dunia atas.

Damien tersenyum kecil.

"Jadi aku tidak hanya diincar Frostveil… tapi juga kalian."

Pembunuh itu menghilang.

SUUT—!!!

Damien langsung menangkis dengan siku.

BOOOM!!

Tubuh pembunuh terpental 10 meter.

Ia menatap Damien, kaget.

> "Kau baru saja… naik ke Pulse Awakening Realm?"

Damien:

"Baru 0,1% darahku bangkit."

Senyum pembunuh membeku.

---

⚡ ADEGAN 4 — PERTARUNGAN KOSMIK PERTAMA DAMIEN

Petir kedua pihak bertabrakan.

Hitam–perak vs emas–petir murni.

Langit kecil retak seperti cermin.

Maksudnya jelas — dua darah ilahi bentrok.

Pembunuh:

> "Kalau begitu… mari kita lihat apakah pewaris bulan sekuat legenda!"

Damien menurunkan kuda-kudanya.

"Kalau kau ingin membunuhku…

Cobalah."

Keduanya menghilang.

ZRAAAMMMM—!!!

Adegan penuh cahaya petir.

Tanah meledak.

Gunung hancur.

Suara dentuman terdengar ke seluruh Miniature Realm.

Ini baru awal.

---

❄️ ADEGAN PENUTUP — FROSTVEIL MENDAPAT INFORMASI BARU

Lokasi: Ruang Pertempuran Suci Frostveil

Seorang mata-mata muncul berlutut di depan Pemimpin Frostveil.

Mata-mata:

"Laporan baru."

"Lyanna… terlihat di wilayah barat."

Pemimpin Frostveil menyipitkan mata.

"Siapkan 20 pembunuh."

Pembunuh 1:

"Untuk menangkapnya hidup-hidup?"

Pemimpin Frostveil:

"Tidak."

"Jika dia bersama Damien, bunuh saja."

Suasana segera membeku.

> "Dan mulai hari ini… semua fokus diarahkan pada Damien.

Jika dia lulus Miniature Thunder Realm… Frostveil akan dalam bahaya besar."

Pemimpin Frostveil berdiri.

> "Cari. Tangkap. Atau bunuh."

Dan aroma perang pun mulai menyebar.

---

🔥 END CHAPTER 35

More Chapters