LightReader

Chapter 129 - Chapter 129

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

❄🔥 CHAPTER 129 — "Lyanna Tak Terkendali & Duel Pemaksaan: Damien vs Sovereign's Bloodline"

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Benua Astralheim bergetar seperti disapu badai kutukan.

Salju yang sempat kacau kini bergerak… teratur.

Seakan punya kehendak.

Dan pemilik kehendak itu berdiri di atap rumah retak…

Lyanna Frostveil.

Calamity Overlord Realm 5.

Darah Sovereign Es yang sedang "terbangun sebagian".

Damien menelan ludah.

"Kita dalam masalah besar…"

Rex berteriak dari kejauhan, menggigil bukan karena dingin:

"MASALAH BESARRR BROOOO!! DIA RANAH TERTINGGI DI DUNIA INI!!"

Hana menampar pipinya sendiri.

"Damien, kita… nggak akan bisa mendekat. Sekali injak lingkup auranya aja kita langsung jadi patung es!"

Zura menatap Lyanna, pupil hitamnya menyempit.

"Darah Sovereign… di tahap pembangkitan. Jika dia tidak distabilkan—dia akan lenyap, atau menghancurkan seluruh kota ini."

Damien mengepalkan tangan.

"…jadi ini bukan cuma soal melindunginya."

Zura menoleh. "Ya. Ini soal menyelamatkan jiwanya."

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

❄ ADEGAN 1 — Lyanna Menatap Damien

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Lyanna menengok ke arah Damien.

Mata biru pucatnya seperti kristal tanpa perasaan.

Nada bicara yang keluar bukan suara Lyanna—

melainkan suara dingin Sovereign Es.

"Keturunan bulan… menghalangi jalanku?"

Damien bergidik.

"Lyanna… itu aku."

Salju di sekeliling Lyanna berputar cepat.

Aura dinginnya menekan napas semua orang.

BUAAAMMMM—!!

Gelombang es keluar dari tubuh Lyanna dan memaksa Damien terdorong mundur puluhan meter.

Rex berguling di tanah: "BROOO JANGAN DI-DEBUFF!!"

Hana: "Kita bahkan nggak boleh dekat!!"

Damien merapatkan jubahnya.

"Aku… harus."

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

🔥 ADEGAN 2 — Damien Menyalakan Lunar Mode Kedua Lagi

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Aura lunar hitam-perak kembali melingkar di pinggang Damien.

Shadowed Crescent berdenyut lemah—energinya masih setengah habis.

Zura memperingatkan:

"Damien, tubuhmu belum pulih. Jika kau memaksa—kau bisa retak dari dalam."

Damien tersenyum kecil.

"Zura, aku kan spesialis memaksa diri."

Zura: "…kau bukan contoh yang baik."

Damien maju selangkah.

Salju terbelah di depannya.

"Lyanna. Kalau kau masih bisa dengar…"

Lyanna mengangkat tangan—

dan langit membeku.

CLANGGGG—!!

Bilangan ratusan paku es raksasa muncul, semuanya mengarah pada Damien.

Rex menjerit putus asa:

"BANG BROOO ITU BUKAN SEKEDAR ES—ITU ES DEWA!!"

Damien tersenyum miring.

"…bagus. Aku suka tantangan."

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

❄ ADEGAN 3 — Duel: Damien vs Sovereign's Bloodline

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

TRAK TRAK TRAK TRAK—!!

Ratusan paku es ditembakkan.

Damien menghilang dengan Lunar Step — Shadow Fade.

Gerakannya berkedut, hilang-timbul, nyaris tidak bisa dilacak.

Tapi—

ZRRRT—

Es mengikuti keberadaannya.

Mengejar seperti makhluk hidup.

Damien menggertak.

"…serius?"

Hana memekik:

"ITUNYAAA OTAKNYA NGIKUTIN QI KAU!!"

Damien memutar tubuh, aura lunar meledak sedikit:

"Moon Veil — Reversal Burst!"

BOOOOMMM—!!

Kepingan es terpental, tapi tidak hancur.

Damien terseret ke belakang.

Lututnya goyah.

Matanya menyipit.

"…aku nggak bisa menang. Dia beda dimensi."

Tapi dia tetap maju.

Satu langkah.

Lyanna menatapnya seperti menatap serangga.

"Mundur."

Satu kata—

cukup untuk membuat seluruh tanah membeku sampai kedalaman puluhan meter.

Damien tersungkur, lutut menyentuh es.

Dingin itu menyiksa.

Menusuk sumsum tulang.

Tapi Damien tertawa kecil.

"Lyanna… kamu bener-bener… nyusahin."

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

🔥 ADEGAN 4 — Damien Mendekati Lyanna, Meski Mustahil

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Zura memejam.

"…kau gila."

Rex: "BROOO NGGAK PUNYA INSTING BERTAHAN HIDUPKAH??"

Hana menangis: "Damien tolong jangan mati bodoh—!!"

Damien tetap berjalan.

Dengan tubuh membeku, langkah demi langkah seperti mematahkan tulang sendiri.

Lyanna mengangkat tangan.

Sebuah tombak es Sovereign terbentuk.

Zura menegang.

"Jika itu mengenai tubuhmu—selesai."

Damien: "Kalau aku nggak maju… dia yang selesai."

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

❄ ADEGAN 5 — Tombak Es Diluncurkan

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Lyanna melemparkan tombak es.

WUUUUUUSHH—!!

Kecepatan itu…

bahkan Damien tak sempat menghindar.

Rex menutup mata:

"DAMIEEEEEEN—!!"

Zura berteriak:

"JANGAN—!!"

Tapi saat tombak menembus kabut lunar Damien…

CRACK—!

Tombak itu pecah sendiri.

Seolah ada entitas lain yang menghentikannya.

Suara berat turun dari langit:

"…cukup."

Langit terbelah menjadi dua.

Cahaya biru-perak turun perlahan, membentuk siluet manusia dengan jubah es panjang.

Tekanan kekuatannya menelan seluruh Aurelion Haven.

Damien tertegun.

"…siapa…?"

Zura berlutut spontan.

"Ini… mustahil… dia turun sendiri…"

Sosok itu menjejak tanah.

Aura Sovereign Es yang bahkan lebih tua dari Lyanna.

Aurelius Frostmourn.

Dewa Es. Ayah Lyanna.

Calamity Overlord Realm 4.

Wajahnya dingin, tapi matanya memandang Lyanna dengan ketenangan seorang raja.

"Anakku… kembali."

Seluruh badai es berhenti seketika.

Cliffhanger.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

❄🔥 END CHAPTER 129

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

More Chapters