LightReader

Chapter 2 - Pengungkapan...

(Suara Langkah kaki)

Di benaknya, 'Bagaimana ya dia yang sekarang?'

"BUDI!", teriak Girang dari kejauhan.

(Tersentak) "Ada apa Girang? Mengapa teriak begitu?" (Sambil duduk di dekat Yoga)

"Justru kau yang kenapa? Melamun begitu saat berjalan."

"Ada hal yang mengganggumu Budi?", tanya Kanya.

"Bukan apa-apa. Omong-omong, pidato yang bagus, Yog. Kau berhasil mencuri semua perhatian "perempuan" yang baru tiba di sekolah ini, sekarang kesempatan Girang akan semakin kecil."

"Makna tersirat apa yang coba kau sampaikan, penyair?", keluh Girang sambil melipat lengan bajunya.

Sementara Kanya tertawa kecil melihat mereka.

"Ya, terimakasih. Aku pikir siswi baru tahun ini hebat. Mereka semua terlihat cantik!", ucap Yoga.

Kanya membalas dengan semangat, "Ya, mereka semua terlihat cantik. Mereka juga sangat rendah hati, aku sampai malu sendiri saat mereka memujiku cantik." (Kanya malah memerah)

"Itu benar, Kanya. Kau memang can-" Girang tersenyum lebar

Makasih. Jawab Kanya dengan datar

Ja…jahatnya…Kanya… Girang tertampar

...

..

.

"Aku mau bilang sesuatu", ucap Budi.

.

..

Semua terdiam

(Menarik napas panjang)

Huft.....

..

"Adikku…...

masuk sekolah ini."

..

.

"HAAAAAAAH?!"

"ADIKMU MASUK SEKOLAH INI?" Iya

"TIDAKKAH SEBAIKNYA KITA RAYAKAN BERSAMA?" >Tidak usah

"KAPAN KITA DAPAT BERTEMU DENGANNYA? >Tidak akan

"Apa-apaan semua jawaban itu?"

pikir mereka bertiga sambil memberi tatapan sinis

"boleh kutau siapa namanya?", timpal Kanya.

Cika Raono

...

...

..

"Yang ingin kukatakan adalah…..

..jangan dekati dia."

"Cih, Siscon" Girang dengan nada meledek

"Dasar Siscon!" Teriak Kanya dengan wajah yang sedikit memerah

"APA KATAMU?!" Berjalan ke arah Girang dan mengangkat kerah baju Girang

"HEI AMPUN! BUKAN AKU SAJA YANG MENGATAKANNYA! KANYA JUGA!"

Di sisi lain…

Kanya melihat ke arah Yoga, ia terlihat sedikit gugup…

"Kamu kenapa Yog? Keringatan begitu?", ucap Kanya.

Gugup Ah….gapapa. Baru ingat kalo aku harus rapat bersama Bu Reti....du-luan…ya!" Berlari tergesa, dan hampir terjatuh

"Yoga kenapa ya?", Kanya bingung.

"Aku yakin dia setakut itu sama bu Reti", timpal Girang dalam posisi masih diancam Budi.

"Memang Bu Reti siapa?", tanya Budi.

"Kau gak tau?! Beliau adalah guru PKN sekaligus Pembina OSIS sekolah kita!"

"owh, jadi dia juga guru PKN?"

"Seriusan? Apa yang kau lakukan selama di sekolah, sih?"

..

.

Ini…

…sungguh malapetaka!

More Chapters