LightReader

Chapter 28 - Kebangkitan penjaga menara

Langit dipenuhi api.

Ratusan meteor hitam jatuh dari angkasa seperti hujan kehancuran.

Setiap meteor membawa satu makhluk dari luar dunia.

Tubuh mereka aneh.

Ada yang seperti serangga raksasa dengan sayap tajam.

Ada yang seperti bayangan hidup tanpa bentuk tetap.

Ada pula yang menyerupai manusia… namun dengan wajah kosong tanpa mata.

Aldren menggenggam pedangnya erat.

"Apa dunia benar-benar akan hancur sekarang?"

Penjaga pertama berdiri di tepi puncak menara.

Matanya yang bercahaya menatap langit.

"Belum."

Ia mengepalkan tangan batu raksasanya.

"Selama menara masih berdiri… dunia masih punya kesempatan."

BOOOM!

Salah satu meteor menghantam tanah tidak jauh dari menara.

Gelombang kejutnya membuat tanah bergetar.

Dari kawah besar itu—

keluar makhluk tinggi dengan tubuh seperti logam hitam cair.

Ia mengangkat kepalanya.

Mulutnya terbuka lebar seperti retakan.

"Lacak… ditemukan…"

Makhluk itu menunjuk menara.

"Kunci… berada di sini."

Aldren melangkah maju.

"Kalau kalian mencari Raka…"

Ia mengangkat pedangnya.

"...kalian datang ke tempat yang salah."

Makhluk itu tertawa dengan suara seperti besi digesek.

"Kunci tidak hilang."

Ia menunjuk langit.

"Kunci… menjadi jaringan."

Penjaga pertama langsung menyerang.

BOOOOOM!

Tinju batunya menghantam makhluk itu dan menghancurkannya menjadi serpihan hitam.

Namun serpihan itu bergerak lagi.

Menyatu kembali seperti cairan hidup.

Makhluk itu berdiri lagi.

"Kami tidak bisa dihancurkan oleh dunia ini."

Makhluk dari jantung menara yang berdiri di belakang tiba-tiba tertawa kecil.

"Benarkah?"

Ia mengangkat tangannya.

Energi hitam kecil muncul di telapak tangannya.

"Lalu bagaimana kalau dihancurkan oleh sesuatu yang bukan dari dunia ini juga?"

Ia menembakkan energi itu.

BLAAAST!

Makhluk logam hitam itu langsung hancur dan tidak menyatu kembali.

Aldren menatapnya dengan heran.

"Kau membantu kami?"

Makhluk dari jantung menara mengangkat bahu.

"Aku masih ingin hidup."

Ia menatap langit.

"Dan kalau para pemburu itu menang…"

"...dunia ini juga akan hancur."

Tiba-tiba—

semua menara di dunia menyala bersamaan.

Cahaya merah raksasa menembus langit.

Penjaga pertama langsung menoleh.

"Itu…"

Suara Raka bergema di seluruh jaringan menara.

Bukan dari satu tempat.

Tapi dari semua menara sekaligus.

"Aldren."

Aldren membeku.

"Raka?!"

Cahaya merah di langit mulai berkumpul.

Seperti pusaran bintang.

Suara Raka terdengar lebih kuat.

"Aku tidak bisa kembali seperti dulu."

Energi menara semakin bergetar.

"Tapi aku bisa melakukan ini."

Cahaya merah itu tiba-tiba membentuk sesuatu di udara.

Sosok raksasa.

Terbuat dari energi menara.

Mirip manusia—

namun tingginya hampir setara dengan menara itu sendiri.

Penjaga pertama berbisik kagum.

"Avatar Penjaga…"

Sosok energi itu membuka matanya.

Mata merah yang bersinar seperti matahari.

Suara Raka keluar dari tubuh raksasa itu.

"Jika mereka datang untuk menghancurkan dunia…"

Ia menatap meteor yang masih jatuh dari langit.

"...maka mereka harus melewati penjaganya dulu."

Meteor lain menghantam tanah.

Puluhan makhluk pemburu keluar sekaligus.

Mereka semua menatap avatar Raka.

Lalu salah satu dari mereka berkata.

"Target ditemukan."

"Mulai perburuan."

Raka mengangkat tangannya.

Energi dari seluruh menara berkumpul di telapak tangannya.

Sebuah tombak cahaya raksasa terbentuk.

Ia tersenyum kecil.

"Baik."

Tombak itu menyala semakin terang.

"Kalau kalian ingin berburu…"

Ia melemparkannya ke langit.

BOOOOOOOOM!

"...mari kita lihat siapa yang menjadi mangsa."

Ledakan cahaya merah menembus awan.

Puluhan makhluk pemburu langsung hancur.

Namun—

di langit yang jauh di atas sana—

sesuatu yang jauh lebih besar dari semua pemburu itu mulai bergerak.

Makhluk dari jantung menara menatap langit dengan wajah berubah.

"Oh tidak…"

Aldren menoleh.

"Apa lagi?"

Makhluk itu berbisik pelan.

"Itu… komandan mereka."

Di balik awan—

bayangan raksasa mulai menutupi bulan.

Dan perang untuk dunia…

baru saja memasuki tahap yang sebenarnya.

More Chapters