LightReader

Chapter 10 - BAB 10: DOMINASI CAMBUK DAN PEDANG SANG KANDIDAT

Ruang simulasi kembali bergetar, kali ini menciptakan replika sebuah taman tradisional Jepang yang sangat luas di bawah sinar bulan purnama. Kelopak bunga sakura berguguran ditiup angin malam, menciptakan suasana yang indah namun mematikan.

Di tengah jembatan kayu merah yang melengkung, Meiko Shiraki berdiri dengan postur yang sangat tegak. Seragam hitam ketatnya menonjolkan kewibawaannya, dan kacamata yang ia kenakan berkilat memantulkan cahaya bulan. Di tangan kanannya, ia menggenggam gagang cambuk hitam kelam, Ouroboros, yang ujungnya menjuntai di lantai kayu.

"Sistem," suaraku bergema dari balik bayangan pohon sakura. "Muat Proyeksi: Gion (Momousagi). Level: Kandidat Admiral."

[Memproses... Memuat Proyeksi Simulasi: Salah satu Pendekar Pedang Wanita Terkuat di Angkatan Laut. Peringatan: Target memiliki penguasaan Haki Persenjataan yang sangat tajam.]

Sesosok wanita cantik dengan rambut hitam yang disanggul rapi muncul di ujung jembatan. Ia mengenakan mantel Angkatan Laut yang tersampir di bahunya, memperlihatkan kaki panjangnya yang jenjang dengan tato laba-laba kecil. Di pinggangnya, tersampir pedang legendaris, Meito Kinkumpo.

Gion menatap Meiko, lalu perlahan menghunuskan pedangnya. Cahaya bulan terpantul pada bilah pedang yang sangat jernih itu. "Seorang pengguna cambuk? Jarang sekali melihat senjata seperti itu di era bajak laut ini. Kau tahu, cambuk memiliki banyak celah bagi seorang pendekar pedang."

Meiko menyesuaikan letak kacamatanya dengan satu jari, lalu memberikan senyum dingin yang penuh otoritas. "Celah hanya ada bagi mereka yang tidak tahu cara mendominasi lawan. Di depanku, kau hanya akan menjadi seekor kelinci yang terperangkap."

CETARRRR!

Meiko mengayunkan cambuknya ke udara, menciptakan ledakan suara yang membelah keheningan malam.

[Shunpo]

Dalam sekejap, Meiko sudah berada di udara. Cambuk Ouroboros-nya melesat seperti ular hitam yang lapar, mengincar leher Gion. Kecepatan cambuk itu melampaui batas penglihatan manusia karena setiap ayunannya didorong oleh kekuatan fisik murni Meiko.

Sring!

Gion menangkis ujung cambuk itu dengan ujung pedangnya. Namun, ia terkejut saat merasakan berat dari serangan tersebut. Cambuk Meiko bukan sekadar tali; setiap inci dari Ouroboros telah dilapisi Busoshoku Haki yang sangat padat, membuatnya sekeras baja namun selentur air.

"Kuat sekali," gumam Gion. Ia melesat maju, menggunakan Soru versi Angkatan Laut untuk mendekati Meiko. Pendekar pedang selalu menang jika jarak diperpendek.

Namun, Meiko tidak membiarkan itu terjadi. Ia memutar tubuhnya di udara, mengayunkan cambuknya dalam pola melingkar yang menciptakan zona terlarang di sekelilingnya.

"Ouroboros: Prison of Thorns!"

Cambuk itu mendadak memanjang secara tidak wajar, melilit pilar-pilar jembatan dan menciptakan jaring-jaring Haki yang tajam di udara. Gion terpaksa melakukan manuver akrobatik di udara untuk menghindari lilitan tersebut.

"Teknik yang merepotkan," ucap Gion. Ia memusatkan Haki-nya ke pedang Kinkumpo. Bilah pedangnya mendadak bersinar keemasan. "Kinkumpo: Moon Slicer!"

Gion melepaskan tebasan Haki vertikal yang sangat tajam. Tebasan itu memotong jaring cambuk Meiko dan terus melesat ke arah jantung Meiko.

Meiko tidak menghindar. Ia memegang cambuknya dengan kedua tangan, menyatukan frekuensi Haki-nya dengan jiwa senjata tersebut.

"Bankai... Ouroboros: Empress of Dominance!"

Cambuk hitam itu mendadak terbagi menjadi delapan cabang, masing-masing memiliki mata pisau kecil di ujungnya yang dilapisi petir ungu Haki. Delapan cabang cambuk itu bergerak secara mandiri, menangkis tebasan Gion dan langsung menyerang balik dari delapan arah yang berbeda.

Gion terbelalak. Ia harus menggunakan Kenbunshoku Haki (Observasi) tingkat tingginya untuk membaca gerakan kedelapan cambuk tersebut. Suara benturan logam memenuhi taman sakura itu.

CLANG! CLANG! CLANG!

Gion bermanuver dengan sangat indah, pedangnya menangkis setiap serangan cambuk Meiko dengan presisi luar biasa. Namun, Meiko memiliki kendali mutlak atas areanya. Setiap kali Gion mencoba menyerang, salah satu cambuk Meiko akan mengikat kaki atau tangannya, memaksanya untuk terus bertahan.

"Kau sangat ulet untuk seorang kandidat," ucap Meiko, auranya semakin mendominasi. "Tapi dominasi tidak membutuhkan waktu lama."

Meiko menarik seluruh cambuknya, lalu menyatukannya menjadi satu tombak cambuk raksasa yang dilapisi Haki Persenjataan tingkat tinggi hingga mengkilap hitam.

"Imperial Judgement!"

Meiko melesat jatuh seperti tombak dari langit. Gion, menyadari bahwa ini adalah serangan final, mengumpulkan seluruh kekuatannya ke pedang Kinkumpo, melapisinya dengan Haki pengerasan maksimal.

BOOOOOOOOOOMMMMM!!!

Benturan antara tombak cambuk Meiko dan pedang emas Gion menciptakan gelombang kejut yang menghancurkan seluruh jembatan kayu dan merontokkan semua bunga sakura di taman simulasi. Tanah di bawah mereka retak sedalam beberapa meter.

Saat debu dan kelopak bunga sakura mengendap, Meiko berdiri dengan napas sedikit terengah. Kacamata di wajahnya retak sedikit, dan ada luka gores di bahunya yang mengeluarkan darah. Di depannya, Gion berdiri tegak, namun pedangnya tertahan oleh lilitan cambuk Meiko tepat di depan lehernya. Di saat yang sama, ujung pedang Gion juga berada tepat di depan perut Meiko.

Keduanya saling menatap dengan napas yang memburu. Tekanan Haki mereka masih saling beradu di udara, menciptakan percikan listrik statis.

Ting!

[Simulasi Dihentikan.] [Analisis Data: Karakter Meiko Shiraki mampu mendominasi dan menyeimbangkan kekuatan tempur Target Kandidat Admiral.] [Hasil Akhir: SERI (Kualifikasi Lulus).]

Pemandangan taman sakura menghilang, kembali ke ruang putih yang sunyi. Meiko menarik kembali cambuknya, menyatukannya kembali menjadi satu bagian, lalu menyesuaikan kacamatanya yang retak dengan gaya anggunnya yang biasa.

"Hah... wanita itu benar-benar tahu cara menggunakan pedang," gumam Meiko. Ia menoleh ke arahku, senyum tipisnya kembali. "Tapi sepertinya dia butuh lebih banyak latihan untuk lepas dari cambukku, Arthur."

Aku melompat turun, memberikan sapu tangan padanya. "Luar biasa, Meiko. Menahan kandidat Admiral berarti kau sudah berada di ambang kekuatan tertinggi lautan ini."

Aku menoleh ke arah krunya yang tersisa. Vladilena Milize berdiri dengan tenang, namun tatapannya sangat tajam. Di sampingnya, tiga dewi utama—Unohana, Yoruichi, dan Tsunade—sudah mulai memancarkan aura yang berbeda.

"Lena," panggilku. "Hanya kau yang tersisa sebelum kita masuk ke babak para Dewi. Lawanmu bukan hanya sekadar kuat secara fisik, tapi dia adalah veteran yang telah melewati ribuan pertempuran."

Aku menatap layar sistem. "Sistem! Muat Proyeksi: Tokikake (Chaton). Berikan dia seluruh pengalaman tempur dan Haki veteran yang dia miliki."

Vladilena Milize mengangguk pelan, ia memperbaiki posisi topi komandonya. "Taktik melawan veteran, ya? Aku akan menunjukkan padanya bahwa medan perang tidak hanya dimenangkan oleh pengalaman, tapi oleh perhitungan yang sempurna."

Status Karakter (End of Training):

Meiko Shiraki: Level Kandidat Admiral (Setara Gion/Tokikake).

Skill Spesialis: Crowd Control & Dominance (Mengendalikan seluruh area pertarungan dengan cambuk).

Haki: Busoshoku (Tingkat Tinggi), Kenbunshoku (Menengah).

More Chapters