LightReader

Chapter 899 - Penguasa Kehampaan

Di lautan gugus galaksi...

Kehampaan telah menyebar semakin jauh.

Di antara gugus-gugus galaksi yang sebelumnya dipenuhi cahaya, kini terlihat wilayah gelap yang luas.

Beberapa gugus bahkan telah kehilangan hampir seluruh isinya.

Tidak ada planet.

Tidak ada asteroid.

Tidak ada bintang.

Tidak ada cahaya.

Hanya ruang kosong yang membentang tanpa akhir.

Di tengah wilayah tersebut, armada Bootes Void bergerak.

Jumlah mereka begitu banyak hingga terlihat seperti ribuan laba-laba kosmik yang merayap di antara gugus-gugus galaksi.

Kapal-kapal gelap mereka bergerak tanpa suara.

Mereka menyebar ke berbagai arah.

Satu wilayah demi satu wilayah ditelan oleh Cosmic Void.

Dan salah satu gugus yang hampir sepenuhnya berada dalam kekuasaan mereka adalah Abell 2029.

Di kapal utama Bootes Void...

seorang pria berdiri di hadapan jendela raksasa.

Soul Void 900.

Pemimpin Bootes Void.

Ia mengenakan jubah hitam panjang.

Jubah tersebut berkibar perlahan meskipun tidak ada angin kosmik di dalam ruang hampa.

Di hadapannya terlihat pemandangan yang luar biasa.

Satu per satu galaksi mulai kehilangan cahaya.

Beberapa bagian ruang perlahan berubah menjadi kehampaan.

Soul Void 900 tertawa.

"Ha... ha... ha..."

Tawanya terdengar menggema di dalam kapal.

"Begitu banyak galaksi."

Ia mengangkat tangannya.

"Dan semuanya akan menjadi milikku."

Salah satu layar kapal menampilkan peta Abell 2029.

Sebagian besar wilayah telah berubah menjadi hitam.

Soul Void 900 tersenyum puas.

"Sebentar lagi..."

Ia menatap peta tersebut.

"...gugus ini akan sepenuhnya menjadi wilayah Cosmic Void."

Namun tawanya tiba-tiba berhenti.

Wajahnya menjadi serius.

Ia teringat sesuatu.

Atau lebih tepatnya...

seseorang.

Supercluster.

Para penjaga besar Universe.

Soul Void 900 mengetahui bahwa mereka bukan musuh biasa.

Mereka adalah kekuatan yang menjaga struktur kosmik pada tingkat yang jauh melampaui galaksi.

Dan salah satu dari mereka...

adalah Laniakea.

Soul Void 900 mengepalkan tangannya.

"Supercluster..."

Ia masih mengingat pertemuannya dengan Laniakea.

Kekuatan yang ditunjukkan Laniakea membuatnya tidak mampu bertahan lama.

Soul Void 900 bukanlah sosok yang mudah gentar.

Namun menghadapi Laniakea secara langsung adalah perkara berbeda.

Ia tahu dirinya tidak bisa mengalahkannya dengan mudah.

Bahkan dalam pertemuan sebelumnya...

ia terpaksa memilih untuk melarikan diri.

Soul Void 900 menatap tangannya sendiri.

"Laniakea..."

Ia tersenyum tipis.

"Suatu hari nanti, aku akan kembali."

Namun untuk saat ini...

ia tidak berniat menghentikan ekspansinya.

Tujuannya jauh lebih besar.

Ia ingin mengubah Universe menjadi sesuatu yang berbeda.

Sebuah Universe tanpa kehidupan.

Tanpa cahaya.

Tanpa peradaban.

Tanpa batas antara ruang dan kehampaan.

Kehampaan total.

Itulah ambisi Soul Void 900.

Dan untuk mencapainya, Bootes Void tidak bekerja sendirian.

Kelompok-kelompok Cosmic Void lainnya telah menyebar ke berbagai penjuru Universe.

Masing-masing mengambil wilayah.

Masing-masing memperluas kehampaan.

Mereka tidak perlu menaklukkan seluruh Universe sekaligus.

Cukup mengubah satu wilayah demi satu wilayah.

Sampai suatu hari...

tidak ada lagi tempat yang tersisa.

Soul Void 900 tersenyum.

"Jika kita terus menyebar..."

Ia memandang peta Universe.

"...bahkan para Supercluster akan kesulitan menghentikan semuanya."

Namun tiba-tiba...

sebuah bayangan melintas di kejauhan.

Soul Void 900 langsung terdiam.

Bayangan itu sangat besar.

Terlalu besar.

Ia bergerak melewati lautan galaksi dengan kecepatan tinggi.

Untuk sesaat, beberapa gugus galaksi bahkan tampak seperti titik-titik kecil di dekat bayangan tersebut.

Soul Void 900 mempersempit pandangannya.

"Apa itu?"

Sistem kapal mencoba memperbesar objek tersebut.

Namun jaraknya masih terlalu jauh.

Bentuknya belum dapat terlihat dengan jelas.

Hanya sebuah siluet raksasa.

Bergerak menuju wilayah Abell 2029.

Soul Void 900 tidak mengetahui siapa yang datang.

Apakah sekutu?

Atau lawan?

More Chapters