"Sebelah kananmu."
Ketika pak tua itu muncul di sebelah kanannya, dia langsung mengangkat kedua tangannya dan membuat posisi bertahan. Ketika tinju Netero terkoneksi, dia langsung terpental dan jatuh ke punggungnya sambil terus tergeret sejauh lima meter.
"Baiklah, cukup untuk hari ini. Kamu telah meningkat banyak, Biscuit." Netero berkata sambil menepuk tangannya.
"Apakah kamu tidak apa-apa, Biscuit?" Ives datang dan menanyakan keadaannya.
"Aku tidak apa-apa, aduh, hanya sedikit sakit." Bangun, dia menepuk-nepuk area belakang pinggangnya yang agak sakit.
"Kamu menjadi lebih cepat, kesadaran bertempurnya juga meningkat. Kerja bagus." Kata Netero.
"Terima kasih, Master." Dia memberi anggukan senang setelah mendengar kabar bagus ini. Walaupun pertumbuhannya tidak bisa dibandingkan dengan Ives dan kebangkitan Nen-nya, tapi setidaknya dia masih bisa mengejar.
"Anu, tentang sesuatu."
"Ya, aku akan mulai mengajarimu cara membangkitkan Nen." Seakan tahu keinginannya, Netero mengangguk sambil tersenyum.
"Benarkah?!" Sungguh? Apakah dia bisa mempelajarinya sekarang?!
"Benar, dan tidak seperti Ives yang mempelajarinya secara meraba-raba, aku akan menunjukkanmu cara tercepat dan aman."
"Bagus! Aku sudah menanti-nantikan hari ini sejak aku melihat keajaiban Nen." Menoleh ke pria-nya, dia berpose akimbo dan berkata dengan riang, "Ives, lihat, aku akan segera menyusulmu!"
"Benar-benar bersemangat, eh? Yah, aku sendiri akan merasa sedih jika kamu terus tertinggal, hahaha!" Kata pria itu sambil merangkul pundaknya dan tertawa.
"Oke, kalian berdua, mari kembali ke Dojo. Dan Ives, walaupun kamu sudah membangkitkan Aura-mu, tapi aku masih ingin kamu mempelajari teknik meditasi yang Shingen-ryu ajarkan. Hal ini dapat memperhalus Auramu, dan secara sepenuhnya lebih bagus dari apa yang kamu ketahui, kamu akan menyukainya."
"Baik, Master!"
"Mari kembali dan berlati Nen!" Biscuit mengangkat tinjunya dengan penuh semangat.
"Ooo!" Ives ikut berteriak dan membuat gerakan semangat yang sama.
"Hohoho, begitu muda dan penuh semangat." Berjalan di belakang, Netero terkekeh.
Di dojo.
Tiga orang duduk saling berhadapan, mereka menutup mata dan membuat tarikan napas tenang dan berirama.
Setelah menerima pengajaran Netero, Biscuit dan Ives langsung mempraktikkannya. Teknik pernapas ini jujur saja agak unik dan aneh, umumnya ketika Anda menarik napas, Anda mengembungkan perut lalu mengempiskannya saat mengeluarkan napas tersebut, kan? Di sini justru sebaliknya. Saat menarik napas perut ditarik ke dalam, kemudian dikembangkan saat napas dihembuskan.
Awalnya Biscuit sempat ragu-ragu, tapi beberapa puluh menit dalam meditasi, dia mulai bisa merasakan perubahan dalam tubuhnya. Secara perlahan dia merasakan tubuhnya berubah hangat, bukan karena hawa panas, tapi karena sesuatu yang tidak bisa dia jelaskan.
Dalam hati dia bertanya-tanya apakah ini yang dimaksud dengan tenaga dalam? Senang karena merasakan sesuatu yang nyata, dia kembali berkonsentrasi dan melanjutkan meditasinya.
Mungkin yang paling menerimam manfaat besar dari teknik ini adalah Ives. Dia dapat merasakan perubahan Auranya secara nyata, meskipun bukan perubahan drastis, tapi dia bisa merasakannya. Netero sebelumnya menjelaskan bahwa meditasi ini dapat membuat Auranya lebih tenang dan sulit dibaca dalam pertempuran.
Menurut ingatannya, Biscuit seharusnya sudah bisa menggunakan Nen dan mulai berlatih secara serius pada bulan April tahun ini, dan sekarang masih Maret. Apakah dia bisa membangkitkannya lebih awal?
Access 40 extra chapters here: patréon.com/mizuki77
Use code: SUMMER for 50% Discount. Valid till July 26, 2026.
