LightReader

Chapter 201 - BAB 192 : MENULIS ULANG KODE DUNIA

Lantai Aula Bunga yang megah itu tiba-tiba retak. Bukan karena ledakan, melainkan karena pergeseran mekanis raksasa yang sudah tidak bergerak selama delapan abad. Im-sama mundur satu langkah, wajahnya yang tersembunyi di balik bayangan memancarkan kebencian yang murni.

​"Kalian pikir teknologi bocah itu dan kekuatan 'Satu Pukulan' yang kau tiru bisa meruntuhkan pondasi dunia?" Im-sama mengangkat tangannya tinggi-tinggi. "Gozenshu... Bangkitlah!"

​Dari bawah lantai Mary Geoise, muncul sepuluh peti mati logam berukuran raksasa yang dialiri listrik hitam. Saat peti itu terbuka, muncul "Pasukan Kuno: The Void Knights". Mereka adalah prajurit-prajurit dari Abad Kekosongan yang tubuhnya telah dimodifikasi menjadi cyborg abadi, menggunakan teknologi yang bahkan Vegapunk pun takut untuk mempelajarinya.

​Setiap prajurit memegang senjata yang memancarkan aura kegelapan yang sama dengan Mother Flame.

​Keributan di Atas Sunny Go

​Usopp (Hampir pingsan): "OI! OI! OI! Kenapa mereka terlihat seperti ksatria hantu dari neraka?! Aris! Katakan padaku meriammu bisa menghancurkan benda-benda itu!"

​Aris (Jarinya menari di atas hologram dengan panik): "Gawat! Sensor-ku membaca energi mereka... Itu adalah Dark Matter! Mereka bukan makhluk hidup, tapi mereka juga bukan robot biasa. Mereka adalah 'Kesalahan Sejarah' yang diberi bentuk fisik! Kapten Luffy! Jangan biarkan mereka menyentuh kapal, atau molekul Sunny Go akan terurai!"

​Zoro (Menyeringai, auranya memuncak): "Menarik. Prajurit dari 800 tahun lalu, ya? Mari kita lihat apakah baja mereka lebih kuat dari tekadku!"

​Sanji (Menyalakan rokok, kakinya membara biru): "Aris, jaga Nami dan Robin di dalam pelindung dimensi. Biarkan para monster ini berhadapan dengan monster yang asli!"

​Dialog Im-sama dan Aris: Perang Intelektual

​Im-sama: "Bocah jenius... Aris. Kau adalah anomali yang seharusnya tidak lahir. Kau memberikan sayap pada monyet-monyet ini. Tapi kau lupa, akulah yang memegang kendali atas kode sumber dunia ini!"

​Aris (Berteriak balik, wajahnya penuh keberanian): "Kode sumbermu sudah usang, Im! Kau mengunci dunia dalam 'Loop' penderitaan karena kau takut akan masa depan! Pasukan kunomu itu hanyalah sampah data yang seharusnya sudah dihapus! Aku sudah memasukkan virus 'Kebebasan' ke dalam sistem navigasimu saat kami mendarat!"

​Im-sama: "Berani sekali kau!"

​Salah satu Void Knight melesat dengan kecepatan cahaya ke arah Aris, namun Luffy tiba-tiba muncul di depannya dengan wujud Gear 5 yang sangat tenang.

​Teknik Baru Luffy "Jeda: Zero Impact"

​Luffy ingin memukul. Ia hanya mengangkat telapak tangannya. Saat pedang Void Knight menghantam tangan Luffy, tidak ada suara dentuman. Senjata itu justru tertahan di udara, seolah-olah menabrak dinding tak terlihat.

​Luffy: "Aris bilang kalian ini 'Sampah Data', ya? Kalau begitu... biar kubantu menghapusnya."

​Luffy membayangkan gaya Saitama saat memukul musuh yang sangat kuat namun dengan wajah yang sangat bosan.

​Luffy: "Gomu Gomu no... DELETED!"

​FWOOOSHH!

​Berlaku ledakan, melainkan ksatria itu perlahan-lahan memudar, menjadi piksel-piksel cahaya yang menghilang ditiup angin. Luffy menggunakan kekuatan dimensinya untuk "meng-uninstall" keberadaan prajurit kuno itu dari realitas.

​Puncak Ketegangan

​Im-sama (Gemetar hebat)

"Bagaimana mungkin... kau menghapus prajuritku seolah mereka tidak pernah ada?!"

​Aris: "Sekarang, Luffy! Im-sama sedang mengalami System Crash! Gunakan serangan dimensi penuh untuk menghancurkan Tahta Kosong itu sekali dan untuk selamanya!"

​Nami: "Semuanya! Meriam Dimensi sudah mencapai 100%! Tembak sekarang!"

​Luffy: "BAIKLAH! SEMUANYA, BANTU AKU!"

​Zoro, Sanji, Franky, dan kru lainnya menyalurkan seluruh energi mereka ke arah meriam pusat yang dikendalikan Aris. Di depannya, Luffy menyiapkan tinju raksasa yang bersinar seperti bintang.

Saat serangan gabungan kru Topi Jerami meluncur, dunia seolah berhenti berdetak. Namun, tepat sebelum tinju Luffy dan laser dimensi Aris menghantam, Im-sama mengeluarkan pekikan yang bukan berasal dari pita suara manusia.

​"Kalian ingin melihat kebenaran di balik takhta ini?!" suara Im-sama berubah menjadi jutaan gema yang tumpang tindih. "Maka tataplah KEHAMPAAN YANG SEBENARNYA!"

​Tubuh Im-sama meledak, bukan hancur, melainkan meluas. Jubah hitamnya menelan seluruh Aula Bunga, menelan Mary Geoise, dan terus merambat hingga menelan langit. Dalam sekejap, dunia One Piece yang penuh warna berubah menjadi Dimensi Nol ruang hampa tanpa cahaya, tanpa suara, dan tanpa gravitasi.

​Terjebak dalam Kegelapan Total

​Di dalam kegelapan ini, Thousand Sunny mengapung tak tentu arah. Lampu-lampu kapal mati. Hanya pelindung dimensi milik Aris yang bersinar redup, melindungi mereka dari penguapan eksistensi.

​Usopp (Suaranya bergetar di kegelapan): "L-Luffy? Nami? Aku tidak bisa melihat tanganku sendiri! Apa kita sudah mati? Apa dunia sudah kiamat?!"

​Nami: "Log Pose-ku... hancur! Bukan hanya berputar, tapi jarumnya menghilang! Aris, apa yang terjadi?!"

​Aris (Napasnya tersengal, wajahnya diterangi layar tablet yang berkedip merah): "Ini buruk... Im-sama bukan lagi makhluk hidup. Dia memutarbalikkan konstanta fisika dunia. Dia mengubah seluruh dunia One Piece menjadi 'File Rusak'. Jika kita tidak segera keluar, kita semua akan terhapus dari memori alam semesta!"

​Zoro (Mencoba menebas kegelapan, tapi pedangnya tidak menyentuh apa pun): "Sial! Tidak ada apa pun untuk ditebas! Rasanya seperti mencoba memotong bayangan di dalam sumur yang dalam!"

​Sanji: "Bahkan api di kakiku padam... Oksigen di sini perlahan menghilang. Aris, lakukan sesuatu!"

​Munculnya Wujud Asli Im-sama: "The Great Eraser"

​Di tengah kegelapan, muncul sepasang mata merah raksasa yang menatap mereka dari segala arah.

Itu adalah Im-sama dalam wujud aslinya: Entitas Kegelapan Tanpa Bentuk.

​Im-sama: "Di sini, aku adalah segalanya. Aku adalah awal dan akhir. Joy Boy, kau ingin bebas? Inilah kebebasan sejati... kebebasan dari keberadaan. Tidak ada lagi rasa sakit, tidak ada lagi tawa, tidak ada lagi impian. Hanya... KESUNYIAN."

​Luffy berdiri di dek, rambut putihnya adalah satu-satunya sumber cahaya yang tersisa. Ia terlihat sangat kecil di hadapan kegelapan itu.

​Luffy: "Kesunyian itu membosankan, Im. Kau tahu apa yang paling kubenci? Pesta yang tidak ada musiknya. Dan dunia tanpa warna ini... adalah pesta paling buruk yang pernah kudatangi!"

​Perang Dimensi Aris dan Luffy Bersatu

​Aris: "Kapten! Im-sama menggunakan energi Anti-Matter untuk mengunci kita! Tapi dia punya satu kelemahan... dia masih terhubung dengan 'Ingatan Dunia'! Kita butuh kejutan yang lebih besar dari kegelapannya!"

​Aris mulai mengetik dengan gila-gilaan. "Aku akan membuka jalur ke dimensi 'Pria Botak' itu sekali lagi, tapi bukan untuk memanggilnya! Aku akan meminjam KONSEP kekuatannya untuk mengubah Sunny Go menjadi Suar Realitas!"

​Luffy: "Lakukan, Aris! Aku akan menahan matanya!"

​Luffy melompat ke tengah kegelapan. Ia tidak menyerang dengan fisik. Ia menggunakan teknik Jeda tingkat akhir.

​Luffy: "Gomu Gomu no... WHITE OUT!"

​Luffy meledakkan seluruh energinya menjadi cahaya putih yang murni. Dalam kegelapan total itu, Luffy menjadi satu-satunya titik terang yang menolak untuk padam.

​Im-sama: "Berhenti melawan! Kau hanya satu titik cahaya kecil di samudera kegelapan!"

​Aris: "DIA TIDAK SENDIRIAN, DASAR PENGHAPUS!"

​Aris menekan tombol terakhir di tabletnya. "Franky! Tembakkan Gaon Cannon yang sudah diisi dengan energi Serious Punch yang tersisa di mesin!"

​Serangan Pembalik Keadaan

​Franky: "DENGAR ITU, BAJINGAN GELAP! INI ADALAH CAHAYA DARI MASA DEPAN! DIMENSIONAL BIG BANG... FIRE!!!"

​Ledakan cahaya dari Sunny Go bersatu dengan aura Luffy. Cahaya itu bukan hanya menerangi, tapi mulai "melukis" kembali dunia. Lautan, awan, dan pulau-pulau mulai muncul kembali seperti sketsa yang diwarnai dengan cepat.

​Luffy (Sambil meluncur di tengah cahaya): "Im! Dunia ini terlalu bagus untuk kau hapus! Dan aku... aku punya banyak janji makan daging yang harus kutepati!"

​Cahaya Luffy dan teknologi Aris mulai merobek kegelapan Im-sama.

Kegelapan Im-sama mulai retak. Cahaya putih dari Luffy yang berpadu dengan teknologi Aris bertindak seperti penghapus yang membersihkan noda tinta hitam di atas kertas. Namun, sang penguasa tertinggi tidak akan jatuh tanpa membawa seluruh dunia bersamanya.

​"Jika aku tidak bisa memiliki dunia ini sebagai kanvas kosongku," raung Im-sama, suaranya kini pecah seperti kaca yang hancur, "maka tidak akan ada tempat bagi kalian untuk berpijak! URANUS FINAL JUDGMENT!"

​Im-sama tidak lagi menyerang Luffy. Ia mengalihkan seluruh massa kegelapannya ke bawah, tepat ke arah Red Line dinding raksasa yang membelah dunia. Ia berniat menghancurkan struktur benua itu sepenuhnya, yang akan memicu tsunami setinggi langit dan kiamat global.

​Panik di Ambang Kehancuran Dunia

​Nami (Berteriak sambil menunjuk radar): "Gawat! Aris! Massa energinya tidak lagi menyerang kita! Dia mencoba meruntuhkan seluruh Red Line! Kalau Red Line hancur secara tidak terkendali sekarang, seluruh lautan akan menelan daratan!"

​Usopp: "DIA BENAR-BENAR GILA! DIA INGIN MENENGGELAMKAN SEMUA ORANG!"

​Aris (Wajahnya memucat, jemarinya bergetar di atas hologram): "Kalkulasiku menunjukkan kehancuran total dalam 60 detik! Kapten Luffy! Jika Red Line hancur oleh kegelapan itu, dunia tidak akan terlahir kembali sebagai 'All Blue', tapi akan menjadi kuburan air tanpa akhir!"

​Luffy menatap ke bawah. Ia melihat retakan besar mulai muncul di Red Line, mengeluarkan cahaya ungu yang mengerikan. Ia teringat kembali pada ketenangan Saitama.

​Luffy: "Dia benar-benar tidak tahu cara berhenti, ya? Aris... kau bilang kau bisa menjahit celah dimensi, kan?"

​Aris: "B-bisa! Tapi aku butuh jangkar yang sangat kuat di titik pusat ledakan!"

​Pengorbanan dan Strategi "Jeda" Terakhir

​Luffy: "Kalau begitu, jadikan aku jangkarnya. Zoro! Sanji! Jaga Aris dan kapal! Aku akan turun ke bawah sana dan memberikan 'Jeda' yang tidak akan pernah dia lupakan!"

​Zoro: "Luffy! Apa kau gila?! Kau akan terjebak di pusat ledakan anti-materi itu!"

​Sanji: "Bodoh! Kau tidak akan bisa kembali kalau dimensinya meledak!"

​Luffy (Tersenyum lebar, jempolnya terangkat): "Tenang saja. Aku punya 'guru' yang bisa menghancurkan meteor dengan satu tangan. Menahan dinding batu ini seharusnya bukan masalah besar!"

​Luffy meluncur turun dari Sunny Go, jatuh bebas menuju pusat energi Im-sama yang sedang menggerogoti Red Line. Di tengah jalan, ia masuk ke mode Gear 5: World Peace. Tubuhnya membesar hingga menjadi raksasa putih yang menyilaukan.

​Im-sama: "Mati kau, Nika! Hancurlah bersama sejarah yang kau banggakan!"

​Luffy: "Im... Kau terlalu banyak bicara soal kehancuran. Aris! SEKARANG!"

​Aris menekan tombol merah besar di tabletnya. "PROYEKSI DIMENSI: STITCHING MODE!"

​Luffy merentangkan kedua tangannya. Ia tidak memukul Red Line. Ia memeluknya. Dengan kekuatan karetnya yang kini melampaui logika, ia mengubah seluruh benua Red Line yang sedang retak menjadi karet yang lentur.

​Luffy: "Gomu Gomu no... DIMENSIONAL BANDAGE!"

​Ledakan dahsyat dari Im-sama terjadi, namun alih-alih menghancurkan batu, ledakan itu hanya membuat Red Line memuai dan membal kembali seperti balon. Energi kegelapan Im-sama justru terjebak di dalam struktur karet yang dibuat Luffy.

​Aris: "BERHASIL! Im-sama tersedak oleh energinya sendiri yang memantul kembali! Dia tersedot ke dalam Loop dimensinya sendiri!"

​Im-sama: "TIDAK! INI TIDAK MUNGKIN! AKULAH PENGUASA"

​Suara Im-sama menghilang saat tubuhnya terhisap masuk ke dalam lubang hitam kecil yang ia ciptakan sendiri, terkunci di dalam dimensi tanpa akhir yang tidak bisa ia kendalikan lagi.

​POP!

​Kegelapan menghilang. Langit Mary Geoise kembali cerah. Red Line tetap berdiri, namun kini memiliki bekas luka putih yang bersinar tanda bahwa ia pernah dijahit oleh kekuatan Dewa Matahari.

​Kepulangan Sang Kapten

​Luffy jatuh dari langit, kembali ke ukuran normalnya, pingsan karena kelelahan yang luar biasa. Sanji melompat dan menangkapnya sebelum ia menghantam laut.

​Aris terduduk lemas di dek, air mata mengalir di wajahnya. "Kita melakukannya... kita benar-benar menulis ulang kode dunia."

​Franky: "Oiii... lihat itu!"

​Dari kejauhan, reruntuhan Mary Geoise mulai runtuh, tapi di bawahnya, laut mulai mengalir dengan cara yang aneh namun indah. Kehancuran sebagian Red Line akibat serangan tadi justru membuka jalur yang selama ini tertutup.

​Robin: "Mungkinkah... itu adalah awal dari All Blue yang sebenarnya?"

​Zoro (Menyimpan pedangnya, menatap Luffy yang tertidur pulas): "Mungkin. Tapi yang jelas, kapten kita baru saja memberikan 'Jeda' paling lama bagi Pemerintah Dunia... selamanya."

​Dunia kini tanpa penguasa rahasia. Aris masih bersama kru, memegang kunci teknologi dimensi.

​Mengadakan pesta terbesar di atas reruntuhan Red Line yang dihadiri oleh seluruh dunia.

​Aris mendeteksi bahwa Saitama meninggalkan "sesuatu" di dunia ini sebelum pergi, sebuah artefak yang harus mereka temukan.

​Ke mana kru akan berlayar

More Chapters