Setelah debu pertempuran di Mary Geoise mereda, suasana kemenangan yang meriah tiba-tiba terhenti saat Aris menatap layar tabletnya dengan dahi berkerut. Sensor dimensinya menangkap sinyal frekuensi yang sangat ganjil frekuensi yang terasa sangat familiar namun tidak logis.
"Tunggu dulu... semuanya, diam sejenak!" teriak Aris, membuat Usopp yang sedang menari langsung terpeleset.
Penemuan Artefak Misterius
Aris: "Kapten Luffy, saat Saitama-san melakukan pukulan terakhir untuk menutup celah dimensi tadi, ada massa materi yang tertinggal. Secara teknis, ini adalah 'Anomali Fisika Padat'. Sesuatu dari dunianya tidak ikut kembali bersamanya!"
Luffy (Sambil mengunyah daging sisa pertempuran): "Hah? Si Botak meninggalkan sesuatu? Apa itu? Pedang baru untuk Zoro? Atau piring emas?"
Aris: "Bukan... ini lebih aneh. Berdasarkan koordinatnya, benda ini jatuh di titik terdalam di bawah reruntuhan Red Line yang baru saja kau 'jahit'. Sinyalnya memancarkan aura ketenangan yang mutlak. Jika benda ini jatuh ke tangan yang salah, seseorang bisa memiliki pertahanan yang tidak bisa ditembus oleh siapa pun!"
Zoro: "Pertahanan mutlak? Maksudmu seperti kulit si Botak itu?"
Sanji: "Kalau itu benar-benar bagian dari kekuatan Saitama, kita tidak bisa membiarkannya terkubur begitu saja atau ditemukan oleh sisa-sisa agen Pemerintah Dunia."
Pencarian di Kedalaman Laut
Dengan bantuan teknologi kapal yang sudah dimodifikasi Aris, Thousand Sunny menyelam ke celah laut yang baru terbentuk.
Di sana, di antara reruntuhan bangunan kuno Mary Geoise yang tenggelam, mereka menemukan sebuah kotak kecil berwarna kuning yang bersinar redup.
Franky: "Oooo! Itu dia! Sangat SUPER bercahaya!"
Robin: "Hati-hati, Luffy. Tekanan energi di sekitar kotak itu sangat besar. Seolah-olah ruang di sekitarnya menolak untuk hancur."
Luffy mendekati kotak itu dan membukanya dengan santai. Seluruh kru menahan napas, membayangkan sebuah senjata pemusnah massal atau kitab rahasia kekuatan Dewa.
Saat kotak terbuka... isinya hanyalah sebuah Sarung Tangan Karet Berwarna Merah yang sudah agak lecet.
Usopp: "APA?! SARUNG TANGAN CUCI PIRING?!"
Chopper: "Hah? Itu... itu artefak yang bisa menguasai dunia? Aris, apa kau yakin tidak salah baca radar? Ku pikir karena memiliki kotak seperti harta karun adalah benda yang berharga, ternyata hanyalah beda tak berguna!"
Aris (Memeriksa dengan alat scannernya, wajahnya pucat pasi): "Ini bukan sarung tangan biasa! Serat kainnya mengandung partikel 'Unlimited Force'. Ini adalah sarung tangan yang dipakai Saitama-san saat dia menghadapi musuh-musuh terkuatnya.
Karena sarung tangan ini sering bersentuhan dengan pukulannya, benda ini menyerap konsep 'Kemenangan Mutlak'."
Aris melanjutkan dengan nada serius: "Siapa pun yang memakai sarung tangan ini, meskipun dia orang paling lemah di dunia, serangannya akan memiliki 0,001% kekuatan Saitama.
Kedengarannya kecil, tapi 0,001% dari kekuatan pria itu cukup untuk membelah benua!"
Nami: "Berapa harganya jika dijual?!"
Sanji: "Nami-san, fokus! Ini berbahaya!"
Pesan Tersembunyi
Di dalam sarung tangan itu, terdapat secarik kertas kecil yang ditulis dengan tulisan tangan yang sangat buruk. Robin mengambilnya dan membacakannya untuk semua orang.
"Untuk anak karet... Aku lupa membawa ini kembali. Ini sudah bolong di bagian jempol. Pakailah untuk latihan atau untuk membersihkan kapal. Ingat, kekuatan itu membosankan kalau kau tidak punya hobi lain. Sampai jumpa di hari diskon daging internasional. "Saitama."
Luffy (Tertawa terbahak-bahak): "SHISHISHI! Dia benar-benar meninggalkan sampah pribadinya di sini! Tapi dia benar, ini sangat cocok untukku!"
Luffy memakai sarung tangan merah itu di tangan kanannya. Seketika, aura 'Jeda' Luffy menjadi jauh lebih stabil. Ia tidak merasa ingin menghancurkan sesuatu, ia justru merasa sangat... santai.
Aris: "Luffy... dengan artefak itu, kau bukan lagi sekadar Raja Bajak Laut. Kau adalah 'Penjaga Keseimbangan Antar Dimensi'. Selama sarung tangan itu ada padamu, celah dimensi tidak akan pernah terbuka secara liar lagi."
Akhir yang Baru
Luffy: "Baiklah! Kita sudah menemukan hartanya! Aris, sekarang kau punya tugas baru. Gunakan teknologimu untuk memastikan tidak ada orang jahat yang bisa melacak jejak si Botak lagi!"
Aris: "Siap, Kapten! Aku akan membangun 'Firewall Dimensi' di sekitar kapal ini!"
Zoro: "Jadi, ke mana sekarang? Dunia sudah berubah, tidak ada lagi Pemerintah Dunia yang mengejar kita."
Luffy berdiri di haluan kapal, tangan merahnya berkilau di bawah sinar matahari.
"Ke mana lagi? Kita akan pergi ke ujung dunia yang belum pernah kita lihat! Dan kali ini, kalau kita bertemu musuh yang sombong, aku hanya perlu memberikan satu tepukan dengan sarung tangan ini! SHISHISHI!"
Thousand Sunny pun melesat menjauh dari Red Line, menuju lautan yang kini benar-benar bebas, dipimpin oleh seorang raja dengan sarung tangan karet merah yang melegenda.
("-")
Sepuluh tahun telah berlalu sejak hari di mana langit Mary Geoise retak dan "sarung tangan merah" ditemukan. Dunia tidak lagi sama. Red Line yang dulunya merupakan dinding pemisah yang angkuh, kini telah berubah menjadi "Sabuk Transmisi Dunia", sebuah jalur transportasi dan energi yang menghubungkan semua lautan menjadi satu.
Di pusat pulau Egghead yang kini telah direstorasi total dan dinamakan "Metropolis Aris", sang jenius muda yang dulu penakut kini telah tumbuh menjadi pria dewasa yang karismatik.
Di Dalam Laboratorium Inti: Proyek "Global Ether"
Aris berdiri di depan sebuah reaktor berbentuk bola kaca raksasa yang melayang tanpa penyangga. Rambutnya sedikit berantakan, dan ia mengenakan jubah putih yang dirancang dengan serat nano. Jemarinya menari di atas udara, menggeser ribuan baris kode hologram yang bersinar biru safir.
"Sedikit lagi..." gumam Aris, suaranya kini berat dan penuh wibawa. "Jika frekuensi ini stabil, tidak akan ada lagi desa di South Blue yang kegelapan saat malam tiba. Energi ini harus murni, tanpa limbah, dan gratis untuk semua orang."
Di sampingnya, seorang asisten robotik yang bentuknya terinspirasi dari Franky memberikan laporan. "Tuan Aris, kestabilan molekul pada sektor 4 mulai goyah. Tekanan dimensi meningkat 0,02%."
Aris: "Itu karena sisa-sisa energi 'Jeda' milik Kapten Luffy masih tertinggal di atmosfer. Jangan dilawan. Biarkan energi itu mengalir. Kita tidak membangun senjata untuk menaklukkan alam, kita membangun jembatan agar manusia bisa hidup selaras dengan alam."
Kenangan Masa Lalu
Seorang wanita dengan buku catatan kuno masuk ke ruangan Nico Robin, yang kini sering berkunjung untuk mendokumentasikan sejarah teknologi baru.
Robin: "Kau masih bekerja terlalu keras, Aris. Kau sudah memberikan sistem irigasi otomatis untuk seluruh Alabasta dan mesin pemurni air untuk setiap pulau di Grand Line. Apa itu belum cukup?"
Aris (Tersenyum tipis tanpa mengalihkan pandangan dari reaktornya): "Nona Robin, saat aku bertemu Saitama-san dan Kapten Luffy, aku melihat kekuatan yang bisa menghancurkan dunia dalam sekejap. Sejak hari itu, aku berjanji bahwa jika otakku adalah kekuatanku, maka aku harus menciptakan sesuatu yang bisa membangun dunia dalam sekejap."
Ia berhenti sejenak, lalu menyentuh sebuah alat di mejanya sebuah replika kecil dari sarung tangan merah Saitama.
Aris: "Pemerintah Dunia dulu ingin aku membuat senjata pemusnah massal. Mereka pikir ketakutan adalah cara menguasai manusia. Tapi lihat sekarang... dengan alat 'Teleportasi Logistik' yang baru saja kuselesaikan, tidak akan ada lagi kelaparan karena masalah pengiriman. Manusia tidak perlu berperang memperebutkan sumber daya jika sumber daya itu bisa sampai ke meja mereka hanya dengan satu klik."
Kesibukan di Bengkel: Alat untuk Kebebasan
Aris berjalan menuju meja kerja mekaniknya yang dipenuhi dengan baut-baut melayang. Ia sedang mengerjakan sebuah alat kecil berbentuk gelang yang disebut "The Navigator's Will".
Aris: "Ini untuk Nami. Dia mengeluh cuaca di New World semakin tidak menentu setelah Im-sama kalah. Gelang ini bisa memprediksi badai dimensi tiga jam sebelum terjadi. Dan ini..."
Ia mengangkat sebuah tabung kecil berisi cairan emas.
Aris: "Ini adalah 'Nutrient-Burst'. Satu tetes bisa membuat tanaman tumbuh dalam satu malam di tanah gersang. Aku sedang mencoba mengirimkan ini ke penduduk di pulau-pulau terpencil. Aku ingin teknologi tidak lagi menjadi rahasia para elit di Mary Geoise, tapi menjadi alat dapur bagi setiap ibu di dunia."
Tiba-tiba, alarm berbunyi. Layar peringatan merah muncul. "Penyusup terdeteksi di sektor luar. Sisa-sisa kelompok ekstremis pengikut Gorosei mencoba mencuri Core Energi."
Aris tidak panik. Ia tidak mengambil pedang atau senjata api. Ia hanya menekan sebuah tombol di jam tangannya.
Aris: "Mereka tidak pernah belajar. Mereka masih menginginkan kekuatan untuk memerintah."
Dari balik bayangan laboratorium, muncul sepasang robot penjaga yang memiliki pola gerakan sangat aneh gerakan yang sangat santai, malas, namun efisien.
Aris: "Aku telah memprogram algoritma 'Saitama' ke dalam sistem pertahanan ini. Mereka tidak akan menyerang dengan ledakan besar. Mereka hanya akan memberikan satu dorongan lembut yang membatalkan seluruh niat jahat penyusup itu."
Di layar monitor, terlihat para penyusup itu tiba-tiba terpental dengan sangat pelan namun dengan kekuatan yang membuat mereka tidak bisa berdiri lagi, seolah-olah ruang di sekitar mereka menolak keberadaan mereka.
Aris berjalan ke balkon laboratoriumnya yang menghadap ke laut luas. Di kejauhan, ia bisa melihat Thousand Sunny yang sedang berlabuh untuk kunjungan rutin.
Aris: "Dunia sudah aman dari para Dewa, tapi tugas jenius adalah memastikan manusia tidak menjadi Dewa baru yang kejam bagi sesamanya. Teknologi hanyalah alat, tapi kehendak untuk menggunakannya demi kebaikan... itulah warisan sejati dari Kapten Luffy dan Pria Botak itu."
Ia menarik napas panjang, menghirup udara dunia baru yang bersih.
Aris: "Baiklah, asisten! Lanjutkan simulasi Proyek 'All Blue Artificial'. Aku ingin air tawar dan air asin bisa bersatu di laboratorium ini sore nanti!"
Dunia telah menjadi utopia teknologi berkat dedikasi Aris.
Matahari terbenam di ufuk Metropolis Aris, memantulkan cahaya keemasan pada gedung-gedung kaca yang megah. Di puncak menara tertingginya, Aris yang kini berusia 20 tahun, sedang menatap layar hologram yang menunjukkan pergerakan armada laut yang sangat asing.
"Pemerintah Persatuan Baru..." gumam Aris, suaranya berat dan penuh kekhawatiran. "Mereka tidak belajar dari sejarah. Mereka menciptakan sesuatu yang lebih buruk dari Mother Flame."
Tiba-tiba, udara di balkonnya bergetar. Sebuah bayangan meluncur dari langit dan mendarat dengan suara tap yang sangat ringan suara yang hanya dimiliki oleh seseorang yang telah menguasai gravitasi tubuhnya sendiri.
Aris berbalik dan matanya membelalak. Di hadapannya berdiri seorang pria dengan jubah kapten yang berkibar ditiup angin, mengenakan topi jerami yang sudah usang namun bersih, dan di tangan kanannya melingkar Sarung Tangan Merah yang melegenda.
"Sudah lama sekali ya, Aris," ucap Luffy. Suaranya tidak lagi melengking kekanak-kanakan, melainkan dalam, tenang, dan penuh otoritas seorang Raja.
"Kapten Luffy!" Aris melangkah maju, hampir tidak percaya. "Kau terlihat... jauh lebih kuat dari terakhir kali kita bertemu di Egghead."
Luffy tersenyum tipis, tipe senyum yang mengingatkan Aris pada Saitama. "Aku sudah banyak belajar tentang 'Jeda'. Tapi kali ini, aku tidak bisa hanya diam. Orang-orang di Pemerintah Baru itu... mereka menciptakan sesuatu yang mereka sebut 'Void Eraser'. Itu adalah senjata yang tidak menghancurkan pulau, tapi menghapus keberadaan semua orang di dalamnya dari garis waktu."
Ancaman Senjata Pemusnah Massal
Luffy mendekat ke meja kerja Aris, menatap skema senjata yang sedang dilacak Aris.
Luffy: "Aku sudah mencoba memukulnya kemarin di perbatasan West Blue. Tapi tinjuku hanya menembusnya. Senjata itu ada di dimensi yang berbeda meski wujudnya terlihat di sini. Itulah sebabnya aku datang padamu. Aku butuh otakmu, Aris."
Aris (Menghela napas, wajahnya menjadi sangat serius): "Mereka menggunakan teori 'Lapis Dimensi' yang pernah aku tulis di jurnal rahasiaku. Mereka mengubah senjata itu menjadi objek yang tidak memiliki massa fisik. Tinjumu, sekuat apa pun, tidak akan bisa menyentuh sesuatu yang secara teknis 'tidak ada' di dunia ini."
Luffy: "Lalu, apa yang harus kita lakukan? Aku tidak bisa membiarkan mereka menghapus desa-desa itu hanya karena mereka menolak tunduk pada aturan baru."
Aris: "Kita harus melakukan apa yang disebut sebagai 'Dimensional Anchoring'. Aku butuh kau untuk menggunakan sarung tangan merah itu bukan untuk memukul, tapi sebagai konduktor. Aku akan membuatkanmu sebuah perangkat yang disebut 'Pulse-O-Punch'."
Persiapan Senjata Balasan
Aris dengan cekatan merakit sebuah alat kecil berbentuk cincin logam yang harus dipasang di pergelangan sarung tangan Luffy.
Aris: "Alat ini akan menyinkronkan frekuensi Haki-mu dengan frekuensi senjata Pemerintah Baru itu. Saat kau memukul, alat ini akan memaksa senjata itu masuk kembali ke dimensi fisik selama 0,001 detik. Itulah jendela waktumu untuk menghancurkannya."
Luffy: "Hanya 0,001 detik? Itu lebih dari cukup. Si Botak bilang, pertarungan yang terlalu lama itu membosankan karena kita bisa melewatkan acara diskon di toko."
Aris (Tertawa sedikit): "Kau benar-benar tidak berubah soal itu. Tapi ingat, Kapten, serangan ini akan menguras seluruh energi dimensimu. Setelah itu, kau akan sangat lapar."
Luffy: "Shishishi! Sanji sudah menyiapkan pesta raksasa di Sunny Go yang sedang menunggu di bawah. Jadi, Aris... maukah kau ikut bersamaku sekali lagi? Aku butuh operator terbaik untuk memastikan tembakannya tepat sasaran."
Menuju Pertempuran Terakhir
Aris mengambil jubah teknisinya dan memasang kacamata pintarnya. "Aku tidak akan membiarkan penemuan yang terinspirasi dari duniaku digunakan untuk pembunuhan massal. Ayo, Kapten. Mari kita ajarkan pada Pemerintah Baru ini kenapa dunia ini disebut sebagai dunia yang bebas."
Keduanya melompat dari menara, meluncur menuju Thousand Sunny yang sudah menunggu dengan mesin yang menderu. Di cakrawala, armada Pemerintah Baru mulai menembakkan cahaya hitam 'Void Eraser', namun kali ini, mereka akan menghadapi kombinasi antara Otak Terjenius di Dunia dan Tinju yang Melampaui Takdir.
Pertempuran melawan "Void Eraser" dimulai! Bisakah serangan sinkronisasi Aris dan Luffy akan berhasil menghapus ancaman Pemerintah Reuni Dua Legenda.
