LightReader

Chapter 203 - BAB 194:ARMADA PEMERINTAH BARU

Serangan 'Void Eraser' dari Pemerintah Persatuan Baru mulai menembus perisai dimensi yang Aris ciptakan dari Thousand Sunny. Luffy melompat ke udara, cincin 'Pulse-O-Punch' di sarung tangan merahnya bersinar terang.

​"Aris, target terkunci!" teriak Luffy.

​"SINKRONISASI 99%!" balas Aris dari ruang kendali kapal. "Pukul sekarang, Kapten!"

​BOOM!

​Luffy melayangkan pukulan "Serious Series: Void Breaker" ke arah senjata utama 'Void Eraser'. Untuk sepersekian detik, senjata itu tersentak ke dimensi fisik, dan pukulan Luffy menghantamnya telak.

​Senjata itu hancur berkeping-keping.

​Kebingungan Kru dan Musuh Tak Terduga

​"BERHASIL!" teriak Franky. "Kita menghancurkannya!"

​Namun, di tengah puing-puing yang berjatuhan, armada Pemerintah Persatuan Baru tidak menunjukkan kepanikan. Malahan, sebuah kapal perang utama mereka membuka deknya, dan dari sana muncul lima sosok identik.

​Mereka semua botak, mengenakan jubah putih sederhana, dan memiliki ekspresi kosong yang mengerikan. Aura mereka... sangat mirip dengan Saitama, namun terasa 'rusak' dan tidak stabil.

​"Mode Pertahanan: Aktif," ucap salah satu kloning dengan suara robotik yang aneh. "Objek ancaman terdeteksi: Topi Jerami."

​Luffy (Mengernyit): "Apa-apaan itu? Mereka terlihat seperti si Botak, tapi... mereka tidak punya aura kemalasan!"

​Aris (Menganalisis dengan panik): "Gawat! Ini... ini adalah 'Project Bald'! Mereka mengambil sel dari sisa-sisa energi Saitama yang tercecer saat dia menutup celah dimensi, lalu menciptakan kloning! Mereka tidak sempurna, tapi mereka memiliki kemampuan adaptif yang mengerikan!"

​Pertempuran yang Membuat Frustasi

​Luffy melesat duluan, mengincar kloning terdekat. Ia melayangkan pukulan cepat yang seharusnya bisa menghancurkan gunung.

​BLAM!

​Kloning itu menangkis pukulan Luffy dengan satu tangan, tanpa bergeming sedikitpun. Jubahnya tidak robek, dan wajahnya tetap tanpa ekspresi. Bahkan tidak ada suara desisan angin.

​"Pukulan ini... tidak efisien," ucap kloning itu.

​Luffy: "APA?! Dia menangkis pukulanku?! Aku bahkan tidak merasa dia membalas! Dia cuma... diam!"

​Zoro (Melompat dengan Santoryuu): "Kalau begitu biar pedangku yang bicara!"

​CLANG!

​Zoro mengayunkan pedangnya dengan kekuatan penuh, menciptakan tebasan yang membelah udara. Namun, kloning itu hanya berdiri diam, dan pedang Zoro memantul begitu saja dari tubuhnya, tanpa meninggalkan sedikitpun goresan.

​"Senjata tajam... tidak efektif," kata kloning itu.

​Sanji (Menendang dengan Diable Jambe): "Kalau begitu rasakan tendangan nerakaku!"

​DENTUMAN BESAR!

​Tendangan api Sanji menghantam kloning itu, menciptakan gelombang kejut yang harusnya membakar dan menghancurkan. Tapi kloning itu hanya berasap sebentar, lalu asap itu hilang, dan dia tetap berdiri utuh, seolah-olah baru saja keluar dari spa.

​"Serangan elemen... tidak mengakibatkan kerusakan," ucap kloning itu.

​Kekagetan dan Keputusasaan Kru

​Seluruh kru Topi Jerami kewalahan. Setiap serangan mereka, sekuat apapun itu, selalu ditangkis, ditahan, atau diabaikan oleh kloning-kloning Saitama itu.

​Usopp: "Ini tidak mungkin! Kita tidak bisa melukai mereka sama sekali! Mereka benar-benar tidak tergores!"

​Nami: "Aris! Apa ada kelemahan mereka?! Kita tidak bisa mengalahkan sesuatu yang tidak bisa dilukai!"

​Aris (Memelototi layarnya, jarinya menari liar): "Data menunjukkan bahwa mereka memiliki 'Mode Absorpsi' yang hampir sempurna! Mereka menyerap energi kinetik, termal, bahkan energi Haki! Mereka tidak bisa tumbuh lebih kuat, tapi mereka juga tidak bisa dilukai oleh kekuatan apa pun yang ada di dunia ini!"

​Luffy (Terengah-engah, frustasi): "Sial! Ini lebih buruk dari Kizaru! Setidaknya Kizaru bisa kupukul! Tapi mereka... mereka hanya diam dan menangkis! Aku tidak bisa menyentuh mereka!"

​Salah satu kloning melangkah maju, tangannya terangkat. "Ancaman ini... tidak bisa dihentikan. Memulai prosedur 'Penghapusan Senyum'."

​Kru Topi Jerami berada dalam situasi paling putus asa. Senjata mereka tidak mempan, dan musuh tidak bisa dilukai.

.Suasana di atas dek Thousand Sunny menjadi sangat kacau. Suara dentuman logam yang memantul dan ledakan energi yang sia-sia memenuhi udara. Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, kru Topi Jerami merasa seperti semut yang mencoba merobohkan gunung baja.

​Zoro terengah-engah, memegang lengannya yang bergetar hebat. "Sialan... tanganku sampai mati rasa. Rasanya seperti menebas blok seastone raksasa yang tidak berujung. Pedangku tidak bisa menemukan 'celah' pada mereka!"

​Sanji menyeka darah di sudut bibirnya. "Tendanganku... api Ifrit Jambe-ku bahkan tidak membuat mereka berkeringat. Mereka tidak bertahan, mereka hanya 'ada' di sana, dan itu sudah cukup untuk mementalkan kita!"

​Kelimanya kloning Saitama itu mulai maju secara perlahan, langkah kaki mereka menciptakan retakan di lantai dek yang telah diperkuat Aris.

​Usopp (Bersembunyi di balik meriam): "Luffy! Kita harus lari! Ini bukan lagi pertarungan, ini bunuh diri! Kalau kita tidak bisa melukai mereka, buat apa kita di sini?!"

​Luffy (Napasnya memburu, matanya masih menatap tajam): "Tidak! Kalau kita lari, mereka akan mengejar kita ke Metropolis Aris! Kita harus mencari caranya! Aris! Katakan sesuatu!"

​Aris (Berteriak dari ruang kendali, wajahnya pucat diterangi layar merah): "Aku sedang mencoba, Kapten! Tapi masalahnya adalah... mereka diprogram dengan logika 'Ketidakmungkinan'! Mereka tidak memiliki sistem syaraf, tidak ada emosi, dan kulit mereka dilapisi partikel yang meniadakan energi kinetik! Setiap kali kau memukul, energimu justru dikembalikan ke tanganmu sendiri!"

​Nami: "Berarti kita memukul diri kita sendiri?! Itu curang!"

​Robin: "Tunggu... jika mereka menyerap energi kinetik, apakah itu berarti mereka memiliki batas kapasitas? Semua mesin pasti punya batas, kan, Aris?"

​Aris: "Secara teori, ya! Tapi batas mereka setara dengan ledakan bintang! Kita tidak punya kekuatan sebesar itu!"

​Perlawanan yang Sia-sia

​Salah satu kloning melayangkan pukulan "Normal" ke arah Franky. Franky mencoba menangkis dengan perisai General Franky miliknya yang paling kuat.

​KRAAAKK!

​Perisai baja masa depan itu hancur berkeping-keping seperti kerupuk. Franky terlempar jauh ke belakang.

​"FRANKY!" teriak Chopper sambil berubah ke wujud Monster Point untuk menangkapnya, namun saat Chopper mencoba memukul balik kloning itu, ia justru merasa tulang tangannya retak. "Aduh! Ini sakit sekali! Rasanya seperti memukul dinding dimensi!"

​Zoro: "Jangan menyerang secara fisik! Gunakan serangan jarak jauh!"

​Zoro melepaskan tebasan angin, Nami melepaskan petir Zeus, dan Usopp menembakkan berbagai tanaman Pop Green. Namun, kelima kloning itu hanya berjalan menembus semua serangan itu seolah-olah sedang berjalan di bawah gerimis hujan ringan. Tidak ada satu pun yang lecet. Bahkan debu tidak menempel pada jubah mereka.

​Luffy (Berhenti sejenak, menatap sarung tangan merahnya): "Aris... Ingat apa yang dikatakan si Botak di suratnya? Dia bilang... 'Kekuatan itu membosankan kalau kau tidak punya hobi lain'."

​Aris: "Ya, kenapa?"

​Luffy: "Lihat mereka. Mereka kuat, tapi mereka tidak punya 'hobi'. Mereka cuma robot yang melakukan apa yang diperintahkan. Mereka tidak 'bosan'. Padahal si Botak asli selalu menang karena dia bosan dan ingin cepat pulang!"

​Aris (Matanya membelalak, otaknya mulai bekerja secepat kilat): "Tunggu... kau benar, Kapten! Kloning ini tidak sempurna karena mereka hanya mengambil 'Kekuatan' Saitama, tapi mereka tidak mengambil 'Kemanusiaan'-nya! Saitama asli bisa dilukai secara emosional dia bisa kesal kalau kalah main game, dia bisa panik kalau ketinggalan diskon!"

​Zoro: "Lalu apa hubungannya dengan mengalahkan monster-monster ini?!"

​Aris: "Logika pertahanan mereka didasarkan pada 'Ancaman'. Jika kita menyerang dengan niat membunuh, sistem mereka akan menganggap itu sebagai energi yang harus ditangkis. Tapi... bagaimana jika kita memberikan sesuatu yang TIDAK dianggap ancaman oleh sistem mereka?!"

​Sanji: "Maksudmu... kita harus berhenti bertarung?"

​Luffy (Nyengir lebar, mulai mengerti): "Bukan berhenti... tapi kita harus membuat mereka 'Bingung'!"

​Perubahan Taktik

​Luffy melepaskan kuda-kuda bertarungnya. Ia berdiri tegak, memasukkan tangannya ke saku, dan menatap kloning yang paling depan.

​Luffy: "Oi, Botak Palsu! Kau tahu tidak? Di pulau seberang sana, ada toko yang sedang menjual daging diskon 90%... tapi hanya tinggal lima menit lagi!"

​Kloning itu berhenti melangkah. Kepalanya miring ke samping. Lampu indikator di matanya berkedip kuning.

​"Informasi: Daging. Diskon. 90%. Menghitung prioritas..."

​Aris (Berteriak senang): "BERHASIL! Sistem mereka sedang mencoba memproses informasi yang 'Saitama banget' tapi tidak ada dalam protokol militer mereka! Itu menciptakan Bug dalam pertahanan mereka!"

​Strategi ini benar-benar gila, tapi dalam dunia yang dipengaruhi oleh logika Saitama, hal gila adalah satu-satunya yang berhasil. Aris segera mengeksekusi rencana darurat yang ia beri nama: Protokol 0-Yen.

​Distraksi Digital: "Supermarket Madness"

​Aris (Berteriak panik tapi bersemangat): "Semuanya, lindungi aku selama 10 detik! Aku akan membajak reseptor optik mereka melalui gelombang frekuensi rendah!"

​Jemari Aris menari di atas hologram. Tiba-tiba, dari menara Thousand Sunny, terpancar proyeksi raksasa yang menutupi seluruh area pertempuran. Proyeksi itu bukan gambar naga atau monster, melainkan sebuah supermarket raksasa bernama "Masa Depan Sale".

​Suara speaker supermarket yang berisik mulai menggema: "PERHATIAN! DISKON 99% UNTUK SEMUA JENIS DAGING, KUBIS, DAN SUSU! HANYA UNTUK 10 PEMBELI PERTAMA! CEPAT SEBELUM HABIS!"

​Kelima kloning itu tiba-tiba mematung. Mata mereka yang tadinya merah tajam berubah menjadi kuning berkedip-kedip dengan sangat cepat.

​Kloning 1: "Mendeteksi... Diskon 99%."

Kloning 2: "Kalkulasi sisa waktu: 30 detik. Lokasi: Dekat."

Kloning 3: "Kesalahan Protokol. Prioritas Pertempuran vs Prioritas Belanja... Terjadi konflik data!"

​Usopp: "LIHAT! Mereka gemetar! Mereka benar-benar tidak bisa memproses informasi itu!"

​Aris: "Luffy! Sekarang! Sistem pertahanan 'Absorpsi Kinetik' mereka sedang OFFLINE karena energi mereka dialihkan ke modul navigasi pencarian supermarket! Mereka tidak lagi menangkis!"

​Zoro: "Cepat, Luffy! Proyeksi ini tidak akan bertahan lama sebelum mereka sadar itu cuma cahaya!"

​Sanji: "Pukul mereka sebelum mereka sadar tidak ada daging di sana!"

​Luffy (Menarik napas panjang, wajahnya menjadi sangat serius): "Kalian sudah salah karena mencuri kekuatan temanku... dan kalian lebih salah lagi karena mencoba menipu perasaan seorang pahlawan soal diskon!"

​Eksekusi "Serious Series - Bug Exterminator"

​Luffy melompat tinggi. Sarung tangan merah di tangan kanannya mengeluarkan uap panas yang membara. Energi "Jeda" yang ia pelajari selama bertahun-tahun kini terfokus pada satu titik bukan untuk menghancurkan fisik, tapi untuk menghancurkan "kesalahan" di depan matanya.

​Luffy: "Aris bilang kalian punya Bug... kalau begitu, aku adalah pembasminya! SERIOUS SERIES... BUG EXTERMINATOR PUNCH!"

​BUUUUUUUUUUUUMMMMMMMMM!!!!

​Pukulan itu menghantam kloning pertama tepat di wajahnya. Kali ini, tidak ada energi yang terpental balik. Karena sistem pertahanan mereka sedang bingung, pukulan Luffy masuk telak menembus inti energi mereka.

​Efeknya berantai. Seperti barisan kartu domino yang jatuh, gelombang kejutan dari sarung tangan merah itu merambat dari satu kloning ke kloning lainnya melalui koneksi jaringan mereka.

​Kloning-Kloning: "EROR... DISKON TIDAK DITEMUKAN... SISTEM CRASH... SAITAMA-SAMA... MAAF..."

​KRAAAK! PRYAAAARR!

​Kelima kloning itu pecah menjadi ribuan partikel cahaya digital. Mereka tidak meledak dengan api, melainkan terurai menjadi kode-kode pemrograman yang hilang ditiup angin laut.

​Pasca Pertempuran Kelegaan yang Luar Biasa

​Suasana mendadak hening. Proyeksi supermarket menghilang. Kru Topi Jerami terengah-engah di atas dek yang hancur sebagian.

​Franky: "SUUUUPPEEERRRR! Mereka benar-benar hilang! Aris, kau benar-benar jenius yang sangat licik!"

​Aris (Jatuh terduduk sambil menyeka keringat): "Hah... hah... hampir saja. Jika mereka sempat memproses bahwa diskon itu tidak masuk akal di tengah laut, kita semua sudah jadi sejarah."

​Nami (Sambil memegang jantungnya): "Luffy, jangan pernah lakukan itu lagi. Aku hampir mati jantungan melihat mereka menangkis serangan Zoro tadi."

​Luffy (Mendarat di dek, memandangi sarung tangan merahnya yang kini sedikit berasap): "Shishishi! Aku lapar sekali! Aris, rencanamu hebat! Tapi lain kali, kalau kau buat pengumuman diskon 99%, pastikan ada daging sungguhan, ya!"

​Sanji: "Tenanglah, Kapten. Setelah ini, aku akan memasak pesta besar yang lebih nyata dari proyeksi Aris tadi."

​Di kejauhan, armada Pemerintah Persatuan Baru tampak mundur dengan terburu-buru. Senjata pamungkas mereka hasil riset bertahun-tahun dihancurkan oleh kombinasi tinju bajak laut dan kupon diskon palsu.

​Kemenangan mutlak diraih. Namun, Aris menyadari sesuatu saat memeriksa data kloning yang tersisa.

​Aris: "Kapten... ada satu hal. Data kloning ini menunjukkan mereka dikirim dari sebuah fasilitas rahasia yang letaknya bukan di dunia ini, tapi di 'Bulan'. Mungkinkah Pemerintah Baru punya markas di sana?"

​Luffy: "Bulan? Oh, maksudmu tempat si pria petir itu pergi? Baiklah! Kita punya tujuan baru! Aris, bisakah Sunny Go terbang ke Bulan?!"

More Chapters