🔥 CHAPTER 24 — "Sosok Jubah Putih, Jalan Menuju Solflare, & Awal Destinasi Besar Damien"
(Lanjutan langsung dari akhir Chapter 23 — tanpa mengulang apa pun)
---
🌌 ADEGAN PEMBUKA — Sang Jubah Putih Mengawasi
Kabut tipis menyelimuti tepi hutan.
Sosok berjubah putih itu masih berdiri di atas cabang pohon tinggi—tak bergerak, tak bersuara.
Hanya matanya yang memantulkan cahaya bintang.
"Damien Valtreos… umur tujuh belas, Mortal Rein Realm tingkat empat," gumamnya sambil menyibak sedikit jubahnya.
"Aku tidak menyangka… kau bisa naik realm secepat itu hanya dalam beberapa hari."
Angin malam berputar mengelilinginya.
Ia menatap ke arah Lyanna.
"Dan gadis itu… pewaris es murni. Masa depan Frostveil akan mengejarnya seperti hyena lapar."
Sosok itu tersenyum tipis—senyum yang bukan jahat… tapi penuh perhitungan.
"Waktunya semakin dekat."
Ia menghilang tanpa suara, meninggalkan jejak cahaya bintang.
Identitasnya…
masih tersembunyi.
Dan sangat penting untuk masa depan Damien.
---
🌙 DAMIEN & TEMAN-TEMAN BERJALAN KELUAR HUTAN
Rex berjalan di depan sambil memegang peta terbalik.
Rex:
"Menurut peta, kita harus ke kiri—"
Hana langsung memukul kepalanya pelan.
"Itu peta kebalik, Rex."
Rex: "O-oh… pantes gunungnya kelihatan di bawah…"
Lyanna tertawa kecil.
Damien hanya menggeleng pelan.
Tak lama kemudian, suara misterius dalam kepala Damien kembali berbicara.
---
🌓 [Suara Misterius:]
"Damien. Kau tidak bisa menuju Frostveil sekarang."
Damien menghentikan langkahnya dalam sekejap.
Lyanna menoleh.
"Ada apa?"
Damien: "…Tidak apa-apa. Terus jalan."
Tapi suaranya terdengar serius.
---
🌑 SUARA MISTERIUS MENJELASKAN
[Suara dalam kepala Damien]
"Tujuan pertamamu adalah Kerajaan Solflare.
Di sana… ada satu bagian warisan primordial yang tertutup oleh api purba."
Damien mengerutkan kening.
"Kenapa Solflare?"
Suara itu menjawab dengan nada tegas:
"Karena raja Solflare menjaga sesuatu milik tuan lamaku.
Dan kau… satu-satunya pewaris yang bisa membukanya."
Damien terdiam beberapa detik.
"Berarti… kita menuju barat."
---
🔥 REAKSI TEMAN-TEMAN
Rex langsung bersinar seperti lampu.
"SOLFLARE?? Itu rumahku bro! Aku tahu jalan semuanya! Aku bahkan punya SIM unta gurun!"
Hana: "…Aku tidak mau tahu soal SIM unta."
Lyanna mendekat ke Damien.
Matanya lembut.
"Kalau tujuanmu ke Solflare… aku ikut. Dimana pun kau pergi, aku akan berada di sampingmu."
Damien menatapnya.
Tak ada senyum di wajahnya, tapi suaranya hangat.
"Baik. Jangan tinggalkan kelompok."
Rex berteriak:
"AARRRGHHH!! KALIAN COUPLE BANGET—!!"
Lyanna memanggil es tipis.
Rex langsung membeku setengah.
---
🌋 PERJALANAN MENUJU SOLFLARE DIMULAI
Mereka berjalan melalui rute panjang.
Hutan → lembah → dataran panas → gurun awal.
Semakin jauh berjalan, suhu meningkat.
Lyanna mulai berkeringat.
Damien melepas jubahnya dan menyampirkannya pada Lyanna.
Lyanna memerah.
"D-Damien… kamu gak kepanasan?"
Damien: "Aku tahan."
Rex: "AKU JUGA PANAS!! BAGI JUBAH—"
Hana melempar Rex ke pasir.
---
🌠 DAMIEN MERASAKAN SESUATU
Saat mereka melewati lembah, Damien berhenti.
Aura bulan di tubuhnya bergetar.
Suara Misterius:
"Damien. Perhatikan tubuhmu."
Damien menatap tangannya.
Tubuhnya bersinar lembut warna perak.
"Ini…?"
[Suara Misterius]
"Kau bertarung melawan pengguna bayangan dan ilusi. Tubuh Primordial Lunarmu menyerap sebagian energinya."
"Dan sekarang…"
Cahaya perak berputar, mengalir di seluruh meridiannya—
🔥 Damien naik realm!
→ Mortal Rein Realm — Tingkat 5
Damien merasakan kekuatannya meningkat drastis.
Rex jatuh dari batu.
"BRO?! Kau naik realm sambil JALAN?!?"
Lyanna tersenyum bangga.
"Luar biasa, Damien…"
Hana menatap Damien dalam-dalam.
"…Ini tidak normal. Dia memang pewaris primordial…"
Damien hanya menghela napas.
"Perjalanan masih panjang."
---
🌋 ADEGAN TERAKHIR — SOLFLARE SUDAH MENUNGGU
Malam tiba.
Dari kejauhan… cahaya merah membara terlihat dari langit.
Kerajaan Solflare.
Rex melonjak kegirangan.
"Ituuuu rumahku!!! Kerajaan api ter-epic di dunia!!!"
Lyanna menatapnya, sedikit cemas.
"Damien… apa kita aman di sana?"
Damien menjawab dengan tatapan dingin namun yakin:
"Jika ada yang menyentuh kita…
maka kerajaan itu akan menjadi masalah, bukan kita."
Lyanna terdiam.
Pipi memerah sedikit.
Hana menghela napas. "Aroma masalah sudah terasa…"
---
🌌 CUT TO — SOSOK JUBAH PUTIH (JARAK JAUH)
Di puncak bukit…
sosok itu kembali muncul.
Ia menatap Damien yang berjalan menuju Solflare.
"Pergilah… Damien Valtreos."
"Kita akan bertemu segera."
Angin membawa bisikannya.
"Aku ingin melihat seberapa jauh… pewaris primordial bisa melampaui dunia ini."
---
🔥 END CHAPTER 24
