LightReader

Chapter 30 - Chapter 30

🔥 CHAPTER 30 — "Latihan Gila, Taring Monster Malam, & Bayangan Frostveil Mengincar"

---

🌙 ADEGAN PEMBUKA — DAMIEN MEMBUKA MATA

Cahaya perak di mata Damien mereda perlahan.

Udara di kamar seperti berhenti sesaat.

Damien berdiri, merenggangkan tangan—

ototnya memadat, jalur nadi bergetar halus.

Ia menggumam:

Damien:

"Besok… kita mulai latihan gila."

Rex yang masih tidur tiba-tiba mengigau:

Rex:

"Jangan… jangan bro… jangan squat 500 kali lagi…"

Hana di sampingnya:

"Kalau kau ngomong lagi, kutendang."

Damien menatap mereka dengan tatapan sedikit iba.

Hanya sedikit.

Lyanna masih tidur di sofa, napasnya lembut.

Damien menatapnya beberapa detik, ekspresi dinginnya tidak berubah,

tapi sorot matanya… jauh lebih lembut dari yang ia sadari.

---

🔥 ADEGAN 1 — PAGI LATIHAN GILA DIMULAI

Matahari belum terbit.

Damien menyeret Rex dan Hana keluar seperti menyeret dua karung beras.

Rex:

"BROOO PAGI-PAGI SUDAH PUNYA NIAT PEMBUNUHAN?"

Hana:

"Aku belum sarapan…"

Damien:

"Kalian ingin kuat, bukan?"

Rex:

"Ya, tapi—"

Damien mengeluarkan tiga bola kecil perak.

Rex:

"Apa itu?"

Damien:

"Solar Pulse Weight."

Hana:

"Berapa beratnya?"

Damien:

"Yang kecil: 100 kilo."

Rex & Hana:

"APA?!"

Damien melempar satu ke masing-masing tubuh mereka—

mereka langsung tersungkur seperti rumput dipukul petir.

Rex menggelepar:

"BROOOO AKU MATI—"

Damien:

"Itu baru tahap 1."

Hana:

"SIALAN KAU—"

Damien tersenyum… tipis… tipis sekali.

Hana langsung gemetar:

"Kenapa tiba-tiba senyum?! Itu pertanda buruk!"

---

⚔️ LATIHAN SOLAR PULSE DIMULAI

Latihan Damien, Rex, dan Hana adalah neraka versi pendek:

100 push-up dengan bobot 100 kilo

Berlari mengelilingi hutan Solflare sambil membawa batu sebesar Lyanna

Menahan pukulan energi Damien (yang tidak lembut)

Rex teriak setiap detik.

Rex:

"BRO!! AKU TIDAK DIBESARKAN UNTUK INI!!"

Hana:

"Aku juga!!"

Damien tetap dingin, seperti pelatih dewa.

Damien:

"Jika kalian ingin ikut dalam kompetisi Warisan Dewa Petir bulan depan…

minimal bertahan di latihanku."

Rex terdiam.

Hana terdiam.

Keduanya saling pandang:

Rex:

"Bro… kita tidak boleh membiarkan MC pergi sendirian."

Hana:

"Betul. Kita pelengkap penderita, bukan pengecut."

Damien:

"…Aku dengar itu."

Rex dan Hana:

"MAAF BRO!"

---

❄️ ADEGAN 2 — DI TEMPAT LAIN, FROSTVEIL MULAI GERAK

Gunung Es Frostveil, Aula Tiga Salju.

Pemimpin Frostveil kembali berdiri di depan bola es kristal.

Bayangannya terpantul dingin.

Pemimpin:

"Damien Valtreos… kekuatanmu bahkan bukan milik manusia."

Di belakangnya, seorang wanita misterius berjubah biru tua muncul.

Matanya seperti salju kuno.

Wanita:

"Apakah kita benar-benar mengejar anak itu?"

Pemimpin:

"Tidak. Kita mengincar Lyanna Frostveil. Ia kunci dari tiga garis keturunan."

Wanita itu menatap bayangan di bola es.

Cahaya perak Damien terpancar samar.

Wanita:

"Dan pemuda itu?"

Pemimpin tersenyum tipis.

Pemimpin:

"Jika ia menghalangi… kita habisi.

Jika ia memenuhi syarat… kita culik."

Ruangan membeku seperti makam.

Tiga pembunuh bayangan bergerak keluar aula.

Mereka menuju Solflare.

---

🌑 ADEGAN 3 — MONSTER MALAM DI HUTAN SOLFLARE

Setelah tiga jam latihan, Damien memimpin mereka masuk ke hutan.

Rex:

"Bro… apa kita berburu ayam?"

Damien:

"Tidak."

Hutan bergemuruh.

Sebuah monster besar dengan tanduk merah muncul—

Crimson Fang Minotaur.

Hana:

"BROOO ITU BUKAN AYAM—ITU PAMAN GYM!!"

Minotaur mengaum dan menyerang.

Damien bergerak lebih cepat dari angin—

mendorong Rex dan Hana ke samping.

Damien:

"Rex. Hana. Kalian yang bunuh."

Rex:

"APAAA?!"

Hana:

"ITULAH KEMATIAN."

Damien:

"Aku di sini. Jika kalian mati… aku bangunkan kembali dan bunuh ulang."

Rex:

"INILAH ANCAMAN PALING MOTIVATIF YANG PERNAH KUDENGAR!"

Hana:

"Ayo Rex. Kita mati pun hina kalau tidak mencoba!"

Mereka berdua maju, berteriak seperti orang hilang akal—

sementara Damien menonton sambil bersedekap.

Damien (monolog):

"Ini cara terbaik menaikkan naluri bertarung mereka… sebelum kompetisi Warisan Dewa Petir."

---

🔥 ADEGAN 4 — DAMIEN MERASA ADA BAHAYA

Saat Rex dan Hana bertarung—

Damien mengangkat kepalanya perlahan.

Matanya menyipit. Aura keperakannya bergetar pelan.

Damien:

"…Ada pemburu yang mengikuti kami."

Hening.

Angin berubah dingin seperti salju tipis.

Suara Misterius berbisik:

> "Frostveil… tiga pembunuh inti bergerak ke arahmu."

Damien mengepalkan tangan.

Damien:

"Kalau mereka menyentuh Lyanna…"

Cahaya keperakan menyala di matanya.

"…hari ini juga kubunuh."

Tanah di bawah kakinya retak.

Rex dan Hana baru saja mengalahkan Minotaur, masih terengah-engah.

Rex:

"Bro… apa kita aman?"

Damien menatap ke arah hutan, dingin bagai dewa bulan.

Damien:

"Belum."

Ia melangkah maju.

"Pemburu Frostveil… sudah tiba."

---

🌙 ADEGAN TERAKHIR — TIGA BAYANGAN TURUN

Tiga siluet biru melompat dari pepohonan tinggi.

Mereka mendarat tanpa suara. Dan langsung mengunci Damien dengan tatapan membunuh.

Pembunuh Frostveil (datar):

"Target ditemukan."

Rex:

"BROOO KITA DISERANG LAGI—"

Hana:

"KENAPA HIDUP KITA TIDAK ADA TENANGNYA?!"

Damien tidak bergerak, tapi auranya memuncak seperti malam bulan penuh.

Damien:

"Jika kalian mengincar Lyanna…"

Langkah kecilnya membuat tanah meledak pelan.

"…maka kalian telah memilih kematian."

---

🔥 END CHAPTER 30

More Chapters