LightReader

Chapter 31 - Chapter 31

🔥 CHAPTER 31 — "Pertarungan Gila di Hutan, Segel Terbuka, & Bayangan Kompetisi Petir"

---

🌙 ADEGAN PEMBUKA — TIGA PEMBUNUH FROSTVEIL TURUN

Tiga siluet biru berdiri seperti patung salju hidup.

Aura dingin mereka membuat hutan Solflare perlahan membeku.

Pembunuh 1 (bersuara datar):

"Target: Lyanna Frostveil."

Damien menatap mereka tanpa emosi.

Namun, aura keperakannya mulai bergetar seperti bulan yang bersiap pecah.

Rex (gemetar):

"Bro… itu yang kemarin kita lawan? Atau versi upgrade?"

Hana:

"Ini versi 'kita-pulang-dalam-peti' kalau Damien nggak ikut turun tangan."

Damien:

"Kalian mundur."

Suara Damien rendah, tetapi Rex & Hana langsung menurut.

Damien maju selangkah.

Tanah di bawahnya pecah seperti kaca tipis.

---

⚔️ ADEGAN 1 — AWAL PERTARUNGAN

Pembunuh 2 melesat seperti bayangan es.

Seni serangan Frost Step—terkenal karena kecepatan gila.

Tapi—

CLANGG!

Damien menangkap pisau es itu dengan dua jari.

Pembunuh itu terkejut.

"Bagaimana—?"

Damien mengangkat kepalanya, mata peraknya bersinar halus.

Damien:

"Kalian semua… tidak sebanding."

BOOM!

Damien menendang pembunuh itu hingga mental menembus tiga pohon raksasa.

Rex:

"BROOO ITU SATU PUKULAN MATI!"

Hana:

"Belum mati. Lihat gerakannya masih kayak cacing kedinginan."

---

❄️ ADEGAN 2 — TEKNIK PEMBUNUH FROSTVEIL

Pembunuh 1 dan 3 saling tatap.

Pembunuh 1:

"Kita pakai Formasi Tiga Salju."

Tiga lingkaran es muncul di tanah, menciptakan badai salju kecil.

Suara Frostveil bergaung:

> "Bekukan jiwa… retakkan tubuh… hancurkan aliran energi."

Damien berdiri di tengah badai salju—

baju dan rambutnya berkibar, tetapi tubuhnya tidak membeku sedikit pun.

Pembunuh 3 (bingung):

"Kenapa… ia tidak beku?"

Damien mengangkat tangannya.

Aura keperakannya menyelimuti tubuhnya.

---

🌑 ADEGAN 3 — DAMIEN MELEPAS SEGEL TINGKAT PERTAMA

Suara Misterius muncul, bergema di kepalanya:

> "Damien… jika ingin membunuh mereka dalam satu pukulan, lepaskan Segel Lunar Core tingkat pertama."

Damien:

"Efeknya?"

> "Naik 2 tingkat realm untuk 30 menit… dengan konsekuensi tubuhmu terasa seperti dihajar naga setelahnya."

Damien:

"…boleh."

HUMMM—!

Segel perak di punggungnya terbuka seperti retakan bulan.

Cahaya putih keperakan menyebar ke seluruh tubuhnya.

Status naik:

Mortal Rein Realm tingkat 7 → Mortal Rein Realm tingkat 9 (sementara)

Rex ternganga:

"BROOO KAU NAIIK–DUA–TINGKAT?!"

Hana:

"Ini cheat. Ini jelas cheat!"

---

⚡ ADEGAN 4 — DAMIEN MEMPERCEPAT DUNIA

Damien mengayunkan tangannya.

Di matanya, dunia menjadi lambat…

salju membeku di udara…

napas pembunuh terdengar seperti gema jauh…

Damien:

"Sekarang giliran kalian."

BOOM!

Ia menghilang.

Dalam satu kedipan mata—

—Pembunuh 1 terlempar ke langit.

—Pembunuh 3 terjatuh dengan tulang lengan patah.

—Pembunuh 2 yang bangkit kembali, dipukul kembali hingga tanah retak.

Damien muncul di tengah-tengah mereka lagi, tanpa goresan.

---

🔥 ADEGAN 5 — DAMIEN MENYAMPAIKAN PESAN

Ia menatap tiga pembunuh itu.

Tatapannya dingin.

Lebih dingin dari es mereka sendiri.

Damien:

"Pergi dari Solflare.

Katakan pada pemimpin kalian…"

Cahaya keperakan dari matanya berkedip seperti bulan yang murka.

"…jika kalian menyentuh Lyanna Frostveil lagi…"

Ia meretakkan tanah hanya dengan dorongan kakinya.

"…aku akan datang ke istana es kalian… dan menghancurkannya."

Tiga pembunuh Frostveil langsung kabur dengan sisa tenaga mereka.

Rex mengangkat tangan:

"DAMAIEN BROOO! TADI KAU NGANCAM SATU KLAN BESAR?!"

Hana:

"Kau benar-benar MC di sini."

Damien hanya menghela napas dan segelnya kembali menutup.

Tubuhnya langsung terasa berat.

Damien (lelah):

"Huff… 30 menit selesai."

Suara Misterius:

> "Tubuhmu akan terasa seperti kereta ditabrak harimau. Siap-siap saja."

Damien:

"…terlambat."

---

🌙 ADEGAN TERAKHIR — TANDA KOMPETISI PETIR

Langit tiba-tiba bergetar.

Awan hitam pekat muncul seperti badai kuno.

Rex:

"Bro… kenapa awan tiba-tiba marah?"

Hana:

"Itu bukan awan biasa."

Lyanna keluar dari pondok, matanya melebar.

Lyanna:

"Damien… itu tanda dimulainya Kompetisi Warisan Dewa Petir."

Di dada Damien muncul kilatan kecil berbentuk simbol petir.

Seperti tato yang bercahaya.

Suara Misterius:

> "Kau dipilih. Kompetisi akan dimulai dalam 30 hari.

Hanya 100 orang. Hanya 1 pemenang."

Damien mengepalkan tangan.

Tubuhnya bergetar lelah, tapi matanya… sangat dingin.

Damien:

"Baik.

Kalau ini jalan menuju balas dendamku…"

Cahaya kilat ungu menyambar di belakangnya.

"…aku akan menang."

---

🔥 END CHAPTER 31

More Chapters