Napas.
Han-eol tersentak bangun. Paru-parunya menghirup oksigen dengan rakus. Dia tidak merasakan lantai dingin, melainkan kasur empuk.
"Ayah! Mana dasiku?! Paman Do-jun bilang hari ini dia mau mengajakku beli mainan baru kalau aku rapi!"
Suara cempreng itu. Han-eol menoleh. Di ambang pintu berdiri Si-woo yang masih berusia 8 tahun. Di belakangnya, Ji-soo berdiri dengan setelan kantor yang tajam, menatap Han-eol dengan tatapan dingin yang sudah sangat dia kenali.
"Kau bangun terlambat lagi," ucap Ji-soo datar. "Cepat siapkan dirimu. Do-jun akan menjemput anak-anak ke sekolah karena aku ada rapat pagi."
Han-eol terpaku. Dia melihat kalender di meja samping tempat tidur. 15 Mei 2024.
Dia kembali ke masa lalu. Masa di mana racun itu baru saja mulai menyebar.
