LightReader

Chapter 3 - Chapter 2: Melepaskan Beban yang Tak Pernah Dimiliki

Han-eol tidak marah. Dia tidak berteriak. Rasa sakit selama puluhan tahun di kehidupan sebelumnya telah mengubah kemarahannya menjadi sebuah kekosongan yang damai.

​Selama seminggu, dia mengamati. Dia melihat bagaimana istrinya tersenyum lebar saat menelepon Do-jun, senyum yang tak pernah diberikan padanya. Dia melihat anak-anaknya berlari memeluk Do-jun di halaman rumah, seolah pria itu adalah pahlawan mereka, sementara Han-eol dianggap sebagai gangguan.

​Cukup, pikir Han-eol. Jika kalian menginginkannya, ambillah.

​Malam itu, Han-eol duduk di ruang kerjanya. Dia tidak menyusun laporan bisnis. Dia menyusun dua dokumen: Surat Cerai dan Surat Penyerahan Hak Perwalian & Posisi Direktur Operasional.

​Keesokan harinya, saat makan malam—momen langka di mana mereka semua berkumpul karena Do-jun juga hadir—Han-eol meletakkan amplop cokelat di atas meja.

​"Apa ini?" tanya Ji-soo, alisnya bertaut.

​"Kebebasan kalian," jawab Han-eol tenang. Dia menyesap tehnya, merasa sangat ringan. "Ji-soo, aku memberikanmu perceraian yang kau inginkan secara tersirat selama ini. Dan untukmu, Do-jun..."

​Han-eol menatap pria yang dulu dia sebut sahabat itu.

​"Aku menyerahkan posisiku, hak-hakku, dan tanggung jawab atas keluarga ini padamu. Kau sudah berperan sebagai ayah dan suami lebih baik dariku di mata mereka. Jadi, silakan. Ambil alih secara resmi."

​Suasana meja makan mendadak hening. Si-woo dan Seo-yeon menatapnya bingung, sementara wajah Do-jun memucat.

​"Han-eol, apa maksudmu? Jangan bercanda—"

​"Aku tidak bercanda," potong Han-eol dengan senyum tulus. Senyum pertama yang benar-benar nyata dalam sepuluh tahun. "Aku pergi. Jangan cari aku, karena aku tidak akan bisa ditemukan."

More Chapters