LightReader

Chapter 12 - Chap 11 :Pertemuan Tak terduga

Dua tahun berlalu. Han-eol sekarang berada di sebuah desa kecil di pesisir Italia, bekerja paruh waktu di sebuah kebun anggur milik warga lokal hanya karena dia ingin belajar cara membuat wine.

​Suatu sore, saat dia sedang mengangkut keranjang anggur dengan kaos dalam yang penuh keringat dan topi jerami yang miring, sebuah mobil mewah berhenti di dekat kebun.

​Pintu mobil terbuka. Seorang wanita dengan kacamata hitam besar keluar. Itu adalah Ji-soo. Dia tampak jauh lebih tua, wajahnya kusam oleh stres.

​Ji-soo mematung melihat pria di depannya. Pria yang dulu selalu memakai jas custom-made seharga ribuan dolar, kini sedang tertawa sambil mengelap keringat dengan handuk kumal di lehernya.

​"Han-eol...?" suara Ji-soo bergetar.

​Han-eol menoleh, menyipitkan mata karena sinar matahari. Dia terdiam sejenak, lalu senyumnya mengembang—bukan senyum benci, tapi senyum kepada orang asing.

​"Oh, Ji-soo. Halo," sapa Han-eol santai. "Kau mau beli anggur? Sayang sekali, stok hari ini sudah habis dipesan untuk festival desa."

​Ji-soo gemetar. "Han-eol, tolong... rumah hancur tanpa kau. Do-jun mengkhianati kita, anak-anak merindukanmu. Si-woo terus mengurung diri di kamar. Kembalilah..."

​Han-eol meletakkan keranjang anggurnya. Dia mendekat, tapi tetap menjaga jarak.

​"Ji-soo, kau tahu apa yang paling lucu?" Han-eol tertawa kecil. "Dulu, aku pikir duniaku adalah kau dan anak-anak. Tapi setelah aku pergi, aku baru sadar... duniaku ternyata adalah jalanan Italia ini, tawa teman-temanku di hostel, dan rasa lelah setelah bekerja di kebun."

​"Aku tidak punya rumah di Korea, Ji-soo. Rumahku ada di dalam tas punggungku sekarang."

More Chapters